<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033</id><updated>2011-10-24T17:49:11.856+07:00</updated><title type='text'>Cerita-cerita Motivasi</title><subtitle type='html'>Ceritakan semua hal yang memotifasimu...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>55</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-1573996104345981855</id><published>2011-01-03T14:35:00.000+07:00</published><updated>2011-01-03T14:35:23.381+07:00</updated><title type='text'>Cerita, "Nasi Bungkus"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TSF8JHzBO4I/AAAAAAAAAHA/MgT7E1y9H24/s1600/bungkus.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="163" src="http://4.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TSF8JHzBO4I/AAAAAAAAAHA/MgT7E1y9H24/s200/bungkus.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;Di suatu sore hari pada saat aku pulang kantor dengan mengendarai sepeda  motor, aku disuguhkan suatu drama kecil yang sangat menarik, seorang  anak kecil berumur lebih kurang sepuluh tahun dengan sangat sigapnya  menyalip disela-sela kepadatan kendaraan di sebuah lampu merah  perempatan jalan di Jakarta .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan membawa bungkusan yang cukup  banyak diayunkannya sepeda berwarna biru muda, sambil membagikan  bungkusan tersebut ,ia menyapa akrab setiap orang, dari tukang koran ,  penyapu jalan, tuna wisma sampai Pak Polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemandangan ini  membuatku tertarik, pikiran ku langsung melayang membayangkan apa yang  diberikan si anak kecil tersebut dengan bungkusannya, apakah dia  berjualan ? “Kalau dia berjualan apa mungkin seorang tuna wisma menjadi  langganan tetapnya atau…??, untuk membunuh rasa penasaran ku, aku pun  membuntuti si anak kecil &lt;span class="fullpost"&gt; tersebut sampai di sebrang jalan , setelah itu  aku langsung menyapa anak tersebut untuk aku ajak berbincang-bincang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dek, boleh kakak bertanya ?” tanyaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Silahkan kak.” Jawab adik kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau  boleh tahu yang barusan Adik bagikan ketukang koran, tukang sapu,  peminta-minta bahkan pak polisi, itu apa ?” tanyaku dengan heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh… itu bungkusan nasi dan sedikit lauk kak… memang kenapa kak?” dengan sedikit heran , sambil ia balik bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Oh...  tidak! Kakak Cuma tertarik cara kamu membagikan bungkusan itu,  kelihatan kamu sudah terbiasa dan cukup akrab dengan mereka. Apa kamu  sudah lama kenal dengan mereka?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ,Adik kecil ini mulai  bercerita, “Dulu … aku dan ibuku sama seperti mereka hanya seorang tuna  wisma, setiap hari bekerja hanya mengharapkan belaskasihan banyak orang,  dan seperti kakak ketahui hidup di Jakarta begitu sulit, sampai kami  sering tidak makan, waktu siang hari kami kepanasan dan waktu malam hari  kami kedinginan ditambah lagi pada musim hujan kami sering kehujanan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila  kami mengingat waktu dulu… kami sangat-sangat sedih , namun setelah  ibuku membuka warung nasi, kehidupan keluarga kami mulai membaik. Maka  dari itu ibu selalu mengingatkanku, bahwa masih banyak orang yang susah  seperti kita dulu , jadi kalau saat ini kita diberi rejeki yang cukup ,  kenapa kita tidak dapat berbagi kepada mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Yang ibu ku  selalu katakan ‘hidup harus berarti buat banyak orang ‘, karena pada  saat kita kembali kepada Sang Pencipta tidak ada yang kita bawa, hanya  satu yang kita bawa yaitu Kasih kepada sesama serta Amal dan Perbuatan  baik kita , kalau hari ini kita bisa mengamalkan sesuatu yang baik buat  banyak orang , kenapa kita harus tunda.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Karena menurut ibuku  umur manusia terlalu singkat , hari ini kita memiliki segalanya, namun  satu jam kemudian atau besok kita dipanggil Sang Pencipta, apa yang kita  bawa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata adik kecil ini sangat menusuk hatiku, saat itu  juga aku merasa menjadi orang yang tidak berguna, bahkan aku merasa  tidak lebih dari seonggok sampah yang tidak ada gunanya,dibandingkan  adik kecil ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yang selama ini merasa menjadi orang hebat  dengan pendidikan dan jabatan tinggi, namun untuk hal seperti ini, aku  merasa lebih bodoh dari anak kecil ini, aku malu dan sangat malu. Ya..  Tuhan, Ampuni aku, ternyata kekayaan, kehebatan dan jabatan tidak  mengantarku kepada Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Kasih yang sempurna serta Iman dan  Pengharapan kepada-Mu lah yang dapat mengiringiku masuk ke Surga. Terima  kasih adik kecil, kamu adalah malaikat ku yang menyadarkan aku dari  tidur nyenyakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Oleh : Laila Nurul Muna)&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;Sahabat  CCM yang hebat!,... Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak  cemburu.Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.Ia tidak melakukan  yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri.Ia tidak  pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.Ia tidak bersuka cita  karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.Ia menutupi segala  sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar  menanggung segala sesuatu.Kasih tidak berkesudahan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah  ragu , mulailah dari sekarang membiasakan diri berbagi dan memberi  walaupun itu untuk perkara-perkara kecil ....MALULAH kita kepada TUHAN ,  berapa besar rizki yang DIA berikan untuk kita dan BERAPA BANYAK yang  kita berikan untuk NYA ....?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kisah ini dapat menjadi renungan yang bermanfaat bagi kita bersama,&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-1573996104345981855?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/1573996104345981855/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2011/01/cerita-nasi-bungkus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/1573996104345981855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/1573996104345981855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2011/01/cerita-nasi-bungkus.html' title='Cerita, &quot;Nasi Bungkus&quot;'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TSF8JHzBO4I/AAAAAAAAAHA/MgT7E1y9H24/s72-c/bungkus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-2859865872969002007</id><published>2011-01-03T14:30:00.000+07:00</published><updated>2011-01-03T14:30:34.860+07:00</updated><title type='text'>Cerita, "Pohon"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TSF624l-oVI/AAAAAAAAAG8/Ox0CrmHAcqQ/s1600/American_Chestnut_Tree.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TSF624l-oVI/AAAAAAAAAG8/Ox0CrmHAcqQ/s200/American_Chestnut_Tree.jpg" width="186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dalam sebuah perjalanan seorang ayah dengan puteranya, sebatang pohon  kayu nan tinggi ternyata menjadi hal yang menarik untuk mereka simak.  Keduanya pun berhenti di bawah rindangnya pohon tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anakku,”  ucap sang ayah tiba-tiba. Anak usia belasan tahun ini pun menatap lekat  ayahnya. Dengan sapaan seperti itu, sang anak paham kalau ayahnya akan  mengucapkan sesuatu yang serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adakah pelajaran yang bisa  kau sampaikan dari sebuah pohon?” lanjut sang ayah sambil tangan  kanannya meraih batang pohon di dekatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menurutku, pohon  bisa jadi tempat berteduh yang nyaman, penyimpan air yang bersih dari  kotoran, dan penyeimbang kesejukan udara,” jawab sang anak sambil  matanya menanti sebuah kepastian.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Bagus,” jawab spontan  sang ayah. “Tapi, ada hal lain yang menarik untuk kita simak dari sebuah  pohon,” tambah sang ayah sambil tiba-tiba wajahnya mendongak ke ujung  dahan yang paling atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perhatikan ujung pepohonan yang  kamu lihat. Semuanya tegak lurus ke arah yang sama. Walaupun ia berada  di tanah yang miring, pohon akan memaksa dirinya untuk tetap lurus  menatap cahaya,” jelas sang ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anakku,” ucap sang ayah  sambil tiba-tiba tangan kanannya meraih punggung puteranya. “Jadikan  dirimu seperti pohon, walau keadaan apa pun, tetap lurus mengikuti  cahaya kebenaran,” ungkap sang ayah begitu berkesan.**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan  tanah kehidupan yang kita pijak saat ini, kadang tidak berada pada  hamparan luas nan datar. Selalu saja ada keadaan tidak seperti yang kita  inginkan. Ada tebing nan curam, ada tanjakan yang melelahkan, ada  turunan landai yang melenakan, dan ada lubang-lubang yang muncul di luar  dugaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pepohonan, seperti yang diucapkan sang ayah kepada  puteranya, selalu memposisikan diri pada kekokohan untuk selalu tegak  lurus mengikuti sumber cahaya kebenaran. Walaupun berada di tebing  ancaman, tanjakan hambatan, turunan godaan, dan lubang jebakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadikan dirimu seperti pohon, walau keadaan apa pun, tetap lurus mengikuti cahaya kebenaran.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : (muhammadnuh@eramuslim.com)&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat,  Jadikan dirimu seperti pohon, walau keadaan apa pun, tetap lurus  mengikuti cahaya kebenaran,” Siapapun Anda, bagaimanapun Anda, dan  Dimanapun anda... tatap dan ikutilah cahaya lurus kebenaran... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena  bila tidak anda akan tersesat dalam kegelapan. Dan Bila terperangkap  dalam gelap, jangan mengutuki kegelapan, tapi nyalakan lah cayaha  walaupun dengan Lilin...&lt;br /&gt;Terimakasih telah membaca... Salam Motivasi...!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-2859865872969002007?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/2859865872969002007/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2011/01/cerita-pohon.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/2859865872969002007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/2859865872969002007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2011/01/cerita-pohon.html' title='Cerita, &quot;Pohon&quot;'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TSF624l-oVI/AAAAAAAAAG8/Ox0CrmHAcqQ/s72-c/American_Chestnut_Tree.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-4858693893820152151</id><published>2011-01-03T14:24:00.001+07:00</published><updated>2011-01-03T14:31:21.375+07:00</updated><title type='text'>Cerita, "Buku Polos"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TSF5juJnDrI/AAAAAAAAAG4/p52ljmiNYvQ/s1600/U2FtcHVsX2J1a3VfcG9sb3MuanBn.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="133" src="http://4.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TSF5juJnDrI/AAAAAAAAAG4/p52ljmiNYvQ/s200/U2FtcHVsX2J1a3VfcG9sb3MuanBn.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Lembaran kertas putih merasa tak nyaman ketika baru saja keluar dari  pabrik. Ia merasa bingung dengan kenyataan dirinya. Tidak ada garis,  tulisan, atau warna apa pun kecuali putih. Tapi, wujudnya berbentuk buku  seperti yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kok aku beda?” tanya si buku polos ke  lembaran buku tulis yang lain. “Beda?” sergah salah satu buku tulis  bergaris. “Iya. Coba perhatikan, kamu tercetak dengan garis-garis  teratur. Ada yang kotak-kotak. Yang lainnya lagi bahkan ada yang  tertulis dengan huruf berwarna disertai kartun lucu,” ucap buku polos  bersemangat. “Sementara aku? Boro-boro kartun lucu, satu garis pun tak  ada yang hinggap!” tambah si buku polos menggugat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi, kamu tak terima?” tanya buku bergaris teratur, lembut. “Tentu saja! Ini tidak adil!” sergah si buku polos begitu spontan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua  terdiam. Semua jenis buku tulis mulai ambil jarak dengan buku polos.  Mereka khawatir kalau &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;ketidakpuasan bukan sekadar gugatan, tapi berubah  jadi tindakan. Hingga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak manusia mengambil buku  polos dengan tangan kecilnya. Lembaran buku tak bergaris dan berwarna  itu pun dipandangi sang anak begitu tajam. Entah apa yang dilakukan,  beberapa menit kemudian, buku polos itu tak lagi putih sepi. Ia sudah  berubah menjadi halaman penuh warna. Ada goresan merah, hijau, biru,  kuning, dan berbagai perpaduan warna lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika buku itu  ditinggalkan sang anak, beberapa buku lain datang menghampiri. Semua  terperanjat. Karena lembaran yang semula polos, kini berubah menjadi  bentuk lukisan penuh warna. “Aih indahnya!” gumam semua buku tulis  begitu kagum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itulah, sang buku polos sadar. Selama  ini, ia salah. Kepolosannya tanpa garis bukan bentuk penghinaan terhadap  dirinya. Bukan juga ketidakadilan. Tapi, karena ia akan menjadi wadah  berbagai goresan warna seni yang akan membentuk karya indah. “Ah, aku  ternyata buku gambar!” ucap si buku polos akhirnya. &lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat,  Hidup ini penuh warna. Hampir tak ada yang sama pada ciptaan Allah.  Walaupun, masih sama-sama manusia. Ada yang kaya, cukup, dan kurang. Ada  yang cantik, tampan; ada pula yang biasa saja. Ada yang berhasil dan  sukses, tidak sedikit yang merasa gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jarang,  seorang anak manusia mengambil pandangan dari sudut yang sempit. Bahwa,  kegagalan adalah sebuah ketidakberdayaan. Bahwa, belum tampaknya  peluang-peluang berkarya adalah ketidakadilan. Hingga, jauhnya jodoh  buat para lajang merupakan sebuah hukuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cermati dan  pelajari. Karena boleh jadi, di balik kegagalan ada rahasia kesuksesan.  Di balik sempitnya peluang, ada ujian kemampuan. Di balik lajang yang  berkepanjangan, ada pendidikan kemandirian. Dan di balik kertas polos,  ada peluang warna-warni keindahan goresan kehidupan.﻿&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih telah membaca... Salam Motivasi...!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-4858693893820152151?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/4858693893820152151/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2011/01/cerita-buku-polos.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/4858693893820152151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/4858693893820152151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2011/01/cerita-buku-polos.html' title='Cerita, &quot;Buku Polos&quot;'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TSF5juJnDrI/AAAAAAAAAG4/p52ljmiNYvQ/s72-c/U2FtcHVsX2J1a3VfcG9sb3MuanBn.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-646742031752787015</id><published>2010-11-10T22:32:00.000+07:00</published><updated>2010-11-10T22:32:27.482+07:00</updated><title type='text'>Cerita, "Falsafah Lima Jari"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TNq65mTCAqI/AAAAAAAAAGw/3woosn3T4OI/s1600/jari.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="197" src="http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TNq65mTCAqI/AAAAAAAAAGw/3woosn3T4OI/s200/jari.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sahabat, ada falsafah tentang lima jari kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.. Ada si gendut jempol yang selalu berkata baik dan menyanjung.&lt;br /&gt;2.. Ada telunjuk yang suka menunjuk dan memerintah.&lt;br /&gt;3.. Ada si jangkung jari tengah yang sombong dan suka menghasut jari telunjuk.&lt;br /&gt;4.. Ada jari manis yang selalu menjadi teladan, baik, dan sabar sehingga diberi hadiah cincin.&lt;br /&gt;5..  Dan ada kelingking yang lemah dan penurut serta pemaaf (ingatkah anda  waktu kecil kalau kita berbaikan dengan musuh kita pasti saling sentuh  jari kelingking?).&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Dengan perbedaan positif dan negatif yang  dimiliki masing-masing jari, mereka bersatu untuk mencapai tujuan  (menulis, memegang, menolong anggota tubuh yg lain, melakukan pekerjaan,  dll).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, Pernahkah kita bayangkan bila tangan kita hanya terdiri dari jempol semua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Falsafah  ini sederhana namun sangat berarti. Kita diciptakan dengan segala  perbedaan yang kita miliki dengan tujuan untuk bersatu, saling  menyayangi,saling menolong, saling membantu, saling mengisi, bukan untuk  saling menuduh, menunjuk, merusak, dan bahkan membunuh. Sudahkah kasih  sayang anda hari ini bertambah? Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;Terimakasih telah membaca... Salam MOTIVASI...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;(Sumber : Afdoal)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-646742031752787015?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/646742031752787015/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/11/cerita-falsafah-lima-jari.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/646742031752787015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/646742031752787015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/11/cerita-falsafah-lima-jari.html' title='Cerita, &quot;Falsafah Lima Jari&quot;'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TNq65mTCAqI/AAAAAAAAAGw/3woosn3T4OI/s72-c/jari.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-8049801957970457148</id><published>2010-11-10T22:28:00.000+07:00</published><updated>2010-11-10T22:28:17.390+07:00</updated><title type='text'>Cerita, "Anak Kerang"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TNq56URXznI/AAAAAAAAAGs/-kNrVyLg6nU/s1600/anak-kerang.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="164" src="http://3.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TNq56URXznI/AAAAAAAAAGs/-kNrVyLg6nU/s200/anak-kerang.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pada suatu hari ....seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan  mengaduh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang  merah dan lembek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku, kata sang Ibu sambil bercucuran air  mata, Tuhan tidak memberikan kita bangsa kerang sebuah tangan pun  sehingga Ibu tak bisa menolongmu. Sakit sekali, aku tahu. Tetapi  terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah  lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa pedih dan sakit yang menggigit.  Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau  perbuat, kata Ibunya dengan sendu namun lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka si anak  kerang pun melakukan nasihat ibundanya.Ada hasilnya, tetapi rasa sakit  bukan alang kepalang. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan  nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan bertahun-tahun. Tetapi tanpa  disadarinya sebutir mutiara&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;mulai terbentuk dalam dagingnya.  Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Makin lama  mutiaranya makin besar. Rasa sakit menjadi terasa wajar. Akhirnya  sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan  berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna. Dirinya kini, sebagai  hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada seribu ekor kerang  lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Resonansi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~~~&lt;br /&gt;Sahabat,  Kekecewaan dan penderitaan akan selalu ada dalam hidup kita.  Seakan-akan Tuhan selalu mengambil kebahagiaan yang ada pada kita.  Tidak...tidak seperti itu. Kita hanya harus bersabar terhadap segala  sesuatu yang menimpa kita dan menanti ketetapan Tuhan. Dan semuanya akan  berakhir dengan indah.Karena segala sesuatu yang baik akan selalu  mengarah pada kebaikan.Kekecewaan dan penderitaan telah membuat seekor  kerang biasa menjadi kerang luar biasa.Kekecewaan dan penderitaan pun  akan dapat mengubah orang biasa menjadi orang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih telah membaca cerita ini.. semoga bermanfaat...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-8049801957970457148?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/8049801957970457148/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/11/cerita-anak-kerang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/8049801957970457148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/8049801957970457148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/11/cerita-anak-kerang.html' title='Cerita, &quot;Anak Kerang&quot;'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TNq56URXznI/AAAAAAAAAGs/-kNrVyLg6nU/s72-c/anak-kerang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-7044280061620244168</id><published>2010-10-29T22:19:00.000+07:00</published><updated>2010-10-29T22:19:20.829+07:00</updated><title type='text'>Cerita, "Kapak, Gergaji, Palu dan Api"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TMrlscqfq7I/AAAAAAAAAGo/BfLnCAnAoMU/s1600/api+cinta.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="186" src="http://3.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TMrlscqfq7I/AAAAAAAAAGo/BfLnCAnAoMU/s200/api+cinta.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;Alkisah suatau ketika kapak, gergaji, palu dan nyala api sedang  melakukan perjalanan bersama2. Disuatu tempat perjalanan mereka terhenti  karena terdapat sepotong besi baja yang tergeletak menghalangi jalan.  Mereka berusaha menyingkirkan baja tersebut dengan kekuatan mereka  masing2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu bisa aku singkirkan" kata kapak. Pukulan2nya keras  sekali menghantam baja yang kuat &amp;amp; keras juga itu. Tapi tiap bacokan  hanya membuat kapak itu semakin tumpul sendiri sehingga sampai ia  berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sini biar aku yg urus" kata gergaji. Dengan gigi2 yang  tajam tanpa perasaan, iapun mulai menggergaji. Tapi alangkah kaget  &amp;amp; kecewa ia, semua giginya jadi tumpul dan rontok.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;"Apa  kubilang" kata palu. Kan aku dah ngomong, kalian takan bisa. Sini, sini  kutunjukan caranya" Tapi baru sekali ia memukul, kepalanya terpental  sendiri, dan baja tetap tak berubah.&lt;br /&gt;"Boleh aku coba?" tanya nyala  api. Dan iapun melingkarkan diri, dengan lembut menggeluti, memeluk dan  mendekapnya erat2 tanpa mau melepaskannya. Baja yang keras itupun  meleleh dan cair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;Sahabat,&lt;br /&gt;Ada banyak hati cukup  keras untuk melawan kemurkaan dan amukan kemarahan demi harga diri. Tapi  jarang ada hati yang tahan melawan api cinta kasih yang hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa  arif dan bijak ada dalam sebuah kelembutan dan kehangatan, seperti api  mencairkan hati yang dingin. Ah.... tak ada yang tahan menampik cinta  dan kasih sayang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip kata-kata Pak Mario Teguh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatimu yang mudah merasa kasihan itu&lt;br /&gt;tidak lemah, tetapi justru tanda&lt;br /&gt;bahwa engkau adalah jiwa yang disiapkan&lt;br /&gt;bagi peran pelayanan yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati yang kasar dan kejam&lt;br /&gt;tidak akan mampu mengemban tugas&lt;br /&gt;untuk membahagiakan sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatimu yang mudah pedih&lt;br /&gt;melihat penderitaan sesama itu&lt;br /&gt;adalah rahmat Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah,&lt;br /&gt;dan segeralah gunakan rahmat itu&lt;br /&gt;dalam pekerjaan yang membaikkan&lt;br /&gt;hidup banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Super dan Motivasi...! ^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-7044280061620244168?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/7044280061620244168/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/10/cerita-kapak-gergaji-palu-dan-api.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/7044280061620244168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/7044280061620244168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/10/cerita-kapak-gergaji-palu-dan-api.html' title='Cerita, &quot;Kapak, Gergaji, Palu dan Api&quot;'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TMrlscqfq7I/AAAAAAAAAGo/BfLnCAnAoMU/s72-c/api+cinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-7386847036102559993</id><published>2010-10-29T22:13:00.000+07:00</published><updated>2010-10-29T22:13:20.114+07:00</updated><title type='text'>Cerita, " Papan dan Rayap"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TMrkSC1wsPI/AAAAAAAAAGk/kfTzxU9xW_s/s1600/31260_388218247643_349424307643_4076898_4076837_a.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TMrkSC1wsPI/AAAAAAAAAGk/kfTzxU9xW_s/s1600/31260_388218247643_349424307643_4076898_4076837_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dikisahkan dua orang laki-laki bekerja keras membuat sebuah perahu.  Ketika sedang sibuk bekerja mereka berdua menemukan rayap disebuah  papan. Salah seorang dari mereka kemudian ingin membuang papan itu tapi  temannya melarang. Dia berkata, ”kenapa papan ini dibuang? Kan sayang.  Lagipula tidak ada masalah. Cuma kena rayap sedikit saja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena  tidak ingin mengecewakan temannya, papan yang ada rayapnya pun  digunakan untuk membuat perahu. Selang beberapa hari, perahu pun selesai  dan sudah bisa digunakan untuk melayari lautan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi beberapa  tahun kemudian, rayap-rayap itu ternyata bertelur dan menetas.  &lt;span class="fullpost"&gt; Rayap-rayap itu kemudian menggerogoti kayu kapal. Bahkan rayap-rayap itu  menyebar kemana-mana hingga memakan kayu yang ada di lambung kapal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapal  terus digunakan dan tak seorang pun sadar hingga akhirnya, kayu-kayu  perahu itu pun mulai keropos. Dan, ketika dihantam oleh ombak besar, air  berhasil menembus masuk dari celah-celah dan lubang-lubang kayu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena  hujan juga sering turun dengan deras, para awak perahu tidak mampu lagi  menguras air yang masuk ke dalam perahu sehingga akhirnya perahu itu  karam. Di dalamnya terdapat barang-barang berharga dan nyawa manusia.&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;Sahabatku,  Kalau saja kita sadar bahwa malapetaka besar ini sebenarnya berasal  dari hal yang remeh dan tidak berharga seperti papan yang sudah kena  rayap. Kalau saja ketika membuat perahu dahulu papan itu dibuang, tentu  saja malapetaka ini bisa dicegah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, begitulah kalau pada  kenyataannya kita sering tidak sadar kalau perbuatan-perbuatan kesalahan  kecil dan remeh yang kita lakukan kadang-kadang justru malah  menimbulkan malapetaka besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang arif bijak pernah berkata :&lt;br /&gt;"Berhati-hatilah dan berhematlah atas pengeluaran-pengeluaran kecil. kebocoran kecil bisa mengaramkan kapal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat... Salam Motivasi...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(by : Mushasi)  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-7386847036102559993?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/7386847036102559993/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/10/cerita-papan-dan-rayap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/7386847036102559993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/7386847036102559993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/10/cerita-papan-dan-rayap.html' title='Cerita, &quot; Papan dan Rayap&quot;'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TMrkSC1wsPI/AAAAAAAAAGk/kfTzxU9xW_s/s72-c/31260_388218247643_349424307643_4076898_4076837_a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-8860257672652844178</id><published>2010-10-11T16:10:00.000+07:00</published><updated>2010-10-11T16:10:27.530+07:00</updated><title type='text'>Cerita, "Kehidupan Sang Elang"</title><content type='html'>Elang merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang didunia.  Umurnya dapat mencapai 70 tahun. Tetapi untuk mencapai umur sepanjang  itu seekor elang harus membuat suatu keputusan yang sangat berat pada  umurnya yang ke 40.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TLLUZ2O0jnI/AAAAAAAAAGg/hYMA3nE4T7g/s1600/elang.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="195" src="http://4.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TLLUZ2O0jnI/AAAAAAAAAGg/hYMA3nE4T7g/s200/elang.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ketika elang berumur 40 tahun, cakarnya mulai  menua, paruhnya menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh  dadanya. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat  dan tebal,sehingga sangat menyulitkan waktu terbang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat  itu, elang hanya mempunyai dua pilihan: Menunggu kematian, atau  Mengalami suatu proses transformasi yang sangat menyakitkan -  suatuproses transformasi yang panjang selama 150 hari.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Untuk  melakukan transformasi itu, elang harus berusaha keras terbang keatas  puncak gunung untuk kemudian membuat sarang ditepi jurang , berhenti dan  tinggal disana selama proses transformasi berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama,  elang harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut  terlepas dari mulutnya, kemudian berdiam beberapa lama menunggu  tumbuhnya paruh baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus  mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah  tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yang  panjang dan menyakitkan. Lima bulan kemudian, bulu-bulu elang yang baru&lt;br /&gt;sudah  tumbuh. Elang mulai dapat terbang kembali. Dengan paruh dan cakar baru,  elang tersebut mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh  energi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, Dalam kehidupan kita ini, kadang kita  juga harus melakukan suatu keputusan yang sangat berat untuk memulai  sesuatu proses pembaharuan. Kita harus berani dan mau membuang semua  kebiasaan lama yang mengikat, meskipun kebiasaan lama itu adalah sesuatu  yang menyenangkan dan melenakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus rela untuk  meninggalkan perilaku lama kita agar kita dapat mulai terbang lagi  menggapai tujuan yang lebih baik di masa depan. Hanya bila kita bersedia  melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal-hal yang baru,  kita baru mempunyai kesempatan&lt;br /&gt;untuk mengembangkan kemampuan kita yang terpendam, mengasah keahlian baru dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halangan  terbesar untuk berubah terletak di dalam diri sendiri dan andalah sang  penguasa atas diri anda. Jangan biarkan masa lalu menumpulkan asa dan  melayukan semangat kita.&lt;br /&gt;Karena Anda adalah elang-elang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan pasti terjadi. Maka itu, kita harus berubah! Salam Motivasi...!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-8860257672652844178?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/8860257672652844178/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/10/cerita-kehidupan-sang-elang.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/8860257672652844178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/8860257672652844178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/10/cerita-kehidupan-sang-elang.html' title='Cerita, &quot;Kehidupan Sang Elang&quot;'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TLLUZ2O0jnI/AAAAAAAAAGg/hYMA3nE4T7g/s72-c/elang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-1020165331984077009</id><published>2010-09-30T16:18:00.000+07:00</published><updated>2010-09-30T16:18:09.316+07:00</updated><title type='text'>Cerita, "Teriak!"</title><content type='html'>Sahabat, Kali ini, saya ingin bercerita tentang salah satu kebiasaan  yang ditemui pada penduduk yang tinggal di sekitar kepulauan Solomon,  yang letaknya di Pasifik Selatan. Nah, penduduk primitif yang tinggal di  sana punya sebuah kebiasaan yang menarik yakni meneriaki pohon. Untuk  apa? Kebisaan ini ternyata mereka lakukan apabila terdapat pohon dengan  akar-akar yang sangat kuat dan sulit untuk dipotong dengan kapak.&lt;br /&gt;Inilah yang mereka lakukan, dengan tujuannya supaya pohon itu mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya  adalah, beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat  hingga ke atas pohon itu. Lalu, ketika sampai di atas pohon itu bersama  dengan penduduk yang ada di bawah pohon, mereka akan berteriak  sekuat-kuatnya kepada pohon itu. Mereka lakukan teriakan berjam-jam,  selama kurang lebih empat puluh hari. Dan, apa yang terjadi sungguh  menakjubkan. Pohon yang diteriaki itu perlahan-lahan daunnya &lt;span class="fullpost"&gt; mulai  mengering. Setelah itu dahan-dahannya juga mulai rontok dan  perlahan-lahan pohon itu akan mati dan mudah ditumbangkan. Wow......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau  diperhatikan apa yang dilakukan oleh penduduk primitif ini sungguhlah  aneh. Namun kita bisa belajar satu hal dari mereka. Mereka telah  membuktikan bahwa teriakan-teriakan yang dilakukan terhadap mahkluk  hidup seperti pohon akan menyebabkan benda tersebut kehilangan rohnya.  Akibatnya, dalam waktu singkat, makhluk hidup itu akan mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah,  sekarang, Yang jelas dan perlu diingat bahwa setiap kali Anda berteriak  kepada mahkluk hidup tertentu maka berarti Anda sedang mematikan  rohnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah Anda berteriak pada anak Anda? orang dikeliling anda atau siapapun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo cepat !&lt;br /&gt;Dasar lelet !&lt;br /&gt;Bego banget sih ! Begitu aja nggak bisa dikerjakan ?&lt;br /&gt;Jangan main-main disini !&lt;br /&gt;Berisik !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau, mungkin Anda pun berteriak balik kepada pasangan hidup Anda karena Anda merasa sakit hati ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suami/istri seperti kamu nggak tahu diri !&lt;br /&gt;Bodoh banget jadi laki/bini nggak bisa apa-apa !&lt;br /&gt;Aduuuuh, perempuan / laki kampungan banget sih !?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau, bisa seorang guru berteriak pada anak didiknya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goblok, soal mudah begitu aja nggak bisa ! Kapan kamu jadi pinter ?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat,  Ingatlah! Setiap kali Anda berteriak pada seseorang karena merasa  jengkel, marah, terhina, terluka ingatlah dengan apa yang diajarkan oleh  penduduk kepulauan Solomon ini. Mereka mengajari kita bahwa setiap kali  kita mulai berteriak, kita mulai mematikan roh pada orang yang kita  cintai. Kita juga mematikan roh yang mempertautkan hubungan kita.  Teriakan-teriakan, yang kita keluarkan karena emosi-emosi kita perlahan  -lahan, pada akhirnya akan membunuh roh yang telah melekatkan hubungan  anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari-hari. Teriakan, hanya di berikan tatkala kita bicara dengan orang yang jauh jaraknya, benar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah,  mengapa orang yang marah dan emosional mengunakan teriakan-teriakan  padahal jarak mereka dekat bahkan hanya bisa dihitung dalam centimeter.  Mudah menjelaskannya. P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada realitanya, meskipun secara fisik  dekat tapi sebenarnya hati begitu jauh. Itulah sebabnya mereka harus  saling berteriak! Selain itu, dengan berteriak, tanpa sadar mereka pun  mulai berusaha melukai serta mematikan roh orang yang dimarahi karena  perasaan-perasaan dendam, benci atau kemarahan yang dimiliki. Kita  berteriak karena kita ingin melukai, kita ingin membalas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi  mulai sekarang Jika tetap ingin roh pada orang yang anda sayangi tetap  tumbuh, berkembang dan tidak mati, janganlah menggunakan  teriakan-teriakan. Dengan berteriak kepada orang lain ada 2 kemungkinan  balasan yang Anda akan terima. Anda akan dijauhi atau Anda akan  mendapatkan teriakan balik, sebagai balasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Bermanfaat... Salam Motivasi...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sumber : Catatan Rumah Yatim Indonesia) sy edit seperlunya... ^_^ &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-1020165331984077009?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/1020165331984077009/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/09/cerita-teriak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/1020165331984077009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/1020165331984077009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/09/cerita-teriak.html' title='Cerita, &quot;Teriak!&quot;'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-8713737075767074460</id><published>2010-09-22T09:57:00.000+07:00</published><updated>2010-09-22T09:57:12.222+07:00</updated><title type='text'>Cerita, "Penjual Ikan"</title><content type='html'>Seseorang mulai berjualan ikan segar dipasar. Ia memasang papan pengumuman bertuliskan "Disini Jual Ikan Segar"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak  lama kemudian datanglah seorang pengunjung yang menanyakan tentang  tulisannya. "Mengapa kau tuliskan kata :DISINI ? Bukankah semua orang  sudah tau kalau kau berjualan DISINI , bukan DISANA?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Benar juga!" pikir si penjual ikan, lalu dihapusnya kata "DISINI" dan tinggallah tulisan "JUAL IKAN SEGAR".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian datang pengunjung kedua yang juga menanyakan tulisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa kau pakai kata SEGAR ? bukankah semua orang sudah tau kalau yang kau jual adalah ikan segar, bukan ikan busuk?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Benar juga" pikir si penjual ikan, lalu dihapusnya kata "SEGAR" dan&lt;br /&gt;tinggallah tulisan "JUAL IKAN"&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sesaat kemudian datanglah pengunjung ke tiga yang juga menanyakan&lt;br /&gt;tulisannya : "Mengapa kau tulis kata JUAL? Bukankah semua orang sudah tau kalau ikan ini untuk dijual, bukan dipamerkan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar juga pikir si penjual ikan,, lalu dihapusnya kata JUAL dan tinggalah&lt;br /&gt;tulisan "IKAN"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang  beberapa waktu kemudian, datang pengunjung ke 4, yang juga menanyakan  tulisannya : "Mengapa kau tulis kata IKAN?, bukankah semua orang sudah  tau kalau ini Ikan bukan Daging?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Benar juga" pikir si penjual ikan, lalu diturunkannya papan pengumuman itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Author Unknown)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat,  Bila kita ingin memuaskan semua orang, maka yakinlah itu hal yang  mustahil.... atau bahkan kita malah justru merugikan diri sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah  menjadi fitrah manusia untuk berbeda pendapat. Terbukti perumahan  mungil2 yang dulunya sama semua, dalam hitungan tahun sudah menjadi beda  semua...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi utamakan suara hati anda... biarlah orang lain  berpendapat..., tapi saringlah, cerna kembali pendapat mereka... apakah  sesuai dengan kata hati anda?... jika tidak, maka tegaslah tuk  mengatakan... "Tidak!... maaf" :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trimakasih telah membaca... Salam Motivasi...!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-8713737075767074460?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/8713737075767074460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/09/cerita-penjual-ikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/8713737075767074460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/8713737075767074460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/09/cerita-penjual-ikan.html' title='Cerita, &quot;Penjual Ikan&quot;'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-1667850451372658010</id><published>2010-09-17T10:18:00.001+07:00</published><updated>2010-09-17T10:20:57.993+07:00</updated><title type='text'>Kisah seorang gadis menjajakan keperawanannya</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TJLeEWE9bkI/AAAAAAAAAGY/qe3MbpiN_DM/s1600/plan_portugal_lisbon_hotel_avenida_palace_main_lobby.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TJLeEWE9bkI/AAAAAAAAAGY/qe3MbpiN_DM/s320/plan_portugal_lisbon_hotel_avenida_palace_main_lobby.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Wanita itu berjalan agak ragu memasuki &lt;b&gt;hotel berbintang lima&lt;/b&gt; . Sang petugas satpam yang berdiri di samping pintu &lt;b&gt;hotel&lt;/b&gt;  menangkap kecurigaan pada wanita itu. Tapi dia hanya memandang saja  dengan awas ke arah langkah wanita itu yang kemudian mengambil tempat  duduk di lounge yang agak di pojok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas satpam itu  memperhatikan sekian lama, ada sesuatu yang harus dicurigainya terhadap  wanita itu. Karena dua kali waiter mendatanginya tapi, wanita itu hanya  menggelengkan kepala. Mejanya masih kosong. Tak ada yang dipesan. Lantas  untuk apa wanita itu duduk seorang diri. Adakah seseorang yang sedang  ditunggunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas satpam itu mulai berpikir bahwa wanita itu  bukanlah tipe wanita nakal yang biasa mencari mangsa di hotel ini.  Usianya nampak belum terlalu dewasa. Tapi tak bisa dibilang anak-anak.  Sekitar usia remaja yang tengah beranjak dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian lama, akhirnya memaksa petugas satpam itu untuk mendekati meja wanita itu dan bertanya:&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Maaf, nona … Apakah anda sedang menunggu seseorang? ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Tidak! ” Jawab wanita itu sambil mengalihkan wajahnya ke tempat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Lantas untuk apa anda duduk di sini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Apakah tidak boleh? ” Wanita itu mulai memandang ke arah sang petugas satpam..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Maaf, Nona. Ini tempat berkelas dan hanya diperuntukan bagi orang yang ingin menikmati layanan kami.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Maksud, bapak? ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Anda harus memesan sesuatu untuk bisa duduk disini ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”  Nanti saya akan pesan setelah saya ada uang. Tapi sekarang, izinkanlah  saya duduk di sini untuk sesuatu yang akan saya jual ” Kata wanita itu  dengan suara lambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Jual? Apakah anda menjual sesuatu di sini? ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas  satpam itu memperhatikan wanita itu. Tak nampak ada barang yang akan  dijual. Mungkin wanita ini adalah pramuniaga yang hanya membawa brosur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Ok, lah. Apapun yang akan anda jual, ini bukanlah tempat untuk berjualan. Mohon mengerti. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Saya ingin menjual diri saya, ” Kata wanita itu dengan tegas sambil menatap dalam-dalam kearah petugas satpam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas satpam itu terkesima sambil melihat ke kiri dan ke kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Mari ikut saya, ” Kata petugas satpam itu memberikan isyarat dengan tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita  itu menangkap sesuatu tindakan kooperativ karena ada secuil senyum di  wajah petugas satpam itu. Tanpa ragu wanita itu melangkah mengikuti  petugas satpam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di koridor hotel itu terdapat kursi yang  hanya untuk satu orang. Di sebelahnya ada telepon antar ruangan yang  tersedia khusus bagi pengunjung yang ingin menghubungi penghuni kamar di  hotel ini. Di tempat inilah deal berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Apakah anda serius? ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Saya serius ” Jawab wanita itu tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Berapa tarif yang anda minta? ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Setinggi-tingginya. .’ ‘&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Mengapa?” Petugas satpam itu terkejut sambil menatap wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Saya masih perawan ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”  Perawan? ” Sekarang petugas satpam itu benar-benar terperanjat. Tapi  wajahnya berseri. Peluang emas untuk mendapatkan rezeki berlebih hari  ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikirnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Bagaimana saya tahu anda masih perawan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Gampang sekali. Semua pria dewasa tahu membedakan mana perawan dan mana bukan.. Ya kan …”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Kalau tidak terbukti? ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Tidak usah bayar …”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Baiklah …” Petugas satpam itu menghela napas. Kemudian melirik ke kiri dan ke kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Saya akan membantu mendapatkan pria kaya yang ingin membeli keperawanan anda. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Cobalah. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Berapa tarif yang diminta? ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Setinggi-tingginya. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Berapa? ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Setinggi-tingginya. Saya tidak tahu berapa? ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Baiklah. Saya akan tawarkan kepada tamu hotel ini. Tunggu sebentar ya. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas satpam itu berlalu dari hadapan wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berapa lama kemudian, petugas satpam itu datang lagi dengan wajah cerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Saya sudah dapatkan seorang penawar. Dia minta Rp. 5 juta. Bagaimana? ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Tidak adakah yang lebih tinggi? ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Ini termasuk yang tertinggi, ” Petugas satpam itu mencoba meyakinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Saya ingin yang lebih tinggi…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Baiklah. Tunggu disini …” Petugas satpam itu berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berapa lama petugas satpam itu datang lagi dengan wajah lebih berseri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Saya dapatkan harga yang lebih tinggi. Rp. 6 juta rupiah. Bagaimana? ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Tidak adakah yang lebih tinggi? ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”  Nona, ini harga sangat pantas untuk anda. Cobalah bayangkan, bila anda  diperkosa oleh pria, anda tidak akan mendapatkan apa apa. Atau andai  perawan anda diambil oleh pacar anda, andapun tidak akan mendapatkan apa  apa, kecuali janji. Dengan uang Rp. 6 juta anda akan menikmati layanan  hotel berbintang untuk semalam dan keesokan paginya anda bisa melupakan  semuanya dengan membawa uang banyak. Dan lagi, anda juga telah berbuat  baik terhadap&lt;br /&gt;saya. Karena saya akan mendapatkan komisi dari transaksi ini dari tamu hotel. Adilkan. Kita sama-sama butuh … ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Saya ingin tawaran tertinggi … ” Jawab wanita itu, tanpa peduli dengan celoteh petugas satpam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas satpam itu terdiam. Namun tidak kehilangan semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Baiklah, saya akan carikan tamu lainnya. Tapi sebaiknya anda ikut saya. Tolong kancing baju anda disingkapkan sedikit.&lt;br /&gt;Agar ada sesuatu yang memancing mata orang untuk membeli. ” Kata petugas satpam itu dengan agak kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu tak peduli dengan saran petugas satpam itu tapi tetap mengikuti langkah petugas satpam itu memasuki lift.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu kamar hotel itu terbuka. Dari dalam nampak pria bermata sipit agak berumur tersenyum menatap mereka berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Ini yang saya maksud, tuan. Apakah tuan berminat? ” Kata petugas satpam itu dengan sopan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria bermata sipit itu menatap dengan seksama ke sekujur tubuh wanita itu …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Berapa? ” Tanya pria itu kepada Wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Setinggi-tingginya ” Jawab wanita itu dengan tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Berapa harga tertinggi yang sudah ditawar orang? ” Kata pria itu kepada sang petugas satpam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Rp.. 6 juta, tuan ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Kalau begitu saya berani dengan harga Rp. 7 juta untuk semalam. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu terdiam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas satpam itu memandang ke arah wanita itu dan berharap ada jawaban bagus dari wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Bagaimana? ” tanya pria itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya ingin lebih tinggi lagi …” Kata wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas satpam itu tersenyum kecut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Bawa pergi wanita ini. ” Kata pria itu kepada petugas satpam sambil menutup pintu kamar dengan keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Nona, anda telah membuat saya kesal. Apakah anda benar benar ingin menjual? ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Tentu! ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Kalau begitu mengapa anda menolak harga tertinggi itu … ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Saya minta yang lebih tinggi lagi …”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas satpam itu menghela napas panjang. Seakan menahan emosi. Dia pun tak ingin kesempatan ini hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dicobanya untuk tetap membuat wanita itu merasa nyaman bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Kalau begitu, kamu tunggu di tempat tadi saja, ya. Saya akan mencoba mencari penawar yang lainnya. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di  lobi hotel, petugas satpam itu berusaha memandang satu per satu pria  yang ada. Berusaha mencari langganan yang biasa memesan wanita  melaluinya. Sudah sekian lama, tak ada yang nampak dikenalnya. Namun,  tak begitu jauh dari hadapannya ada seorang pria yang sedang berbicara  lewat telepon genggamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Bukankah kemarin saya sudah kasih kamu uang 25 juta Rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah itu tidak cukup? ” Terdengar suara pria itu berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah pria itu nampak masam seketika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Datanglah kemari. Saya tunggu. Saya kangen kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kan sudah seminggu lebih kita engga ketemu, ya sayang?! ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini petugas satpam itu tahu, bahwa pria itu sedang berbicara dengan wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, dilihatnya, pria itu menutup teleponnya. Ada kekesalan di wajah pria itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tenang, petugas satpam itu berkata kepada Pria itu: ” Pak, apakah anda butuh wanita … Huh ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu menatap sekilas kearah petugas satpam dan kemudian memalingkan wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Ada wanita yang duduk disana, ” Petugas satpam itu menujuk kearah wanita tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas satpam itu tak kehilangan akal untuk memanfaatkan peluang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia masih perawan..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu mendekati petugas satpam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah mereka hanya berjarak setengah meter. ” Benarkah itu? ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Benar, pak. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Kalau begitu kenalkan saya dengan wanita itu … ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Dengan senang hati. Tapi, pak …Wanita itu minta harga setinggi tingginya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Saya tidak peduli … ” Pria itu menjawab dengan tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu menyalami hangat wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Bapak ini siap membayar berapapun yang kamu minta. Nah, sekarang seriuslah ….” Kata petugas satpam itu dengan nada kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Mari kita bicara di kamar saja.” Kata pria itu sambil menyisipkan uang kepada petugas satpam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu mengikuti pria itu menuju kamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kamar …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Beritahu berapa harga yang kamu minta? ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Seharga untuk kesembuhan ibu saya dari penyakit ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Maksud kamu? ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Saya ingin menjual satu satunya harta dan kehormatan saya untuk kesembuhan ibu saya. Itulah cara saya berterima kasih …. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Hanya itu …”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Ya …! ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria  itu memperhatikan wajah wanita itu. Nampak terlalu muda untuk menjual  kehormatannya. Wanita ini tidak menjual cintanya. Tidak pula menjual  penderitaannya. Tidak! Dia hanya ingin tampil sebagai petarung gagah  berani di tengah kehidupan sosial yang tak lagi gratis. Pria ini sadar,  bahwa di hadapannya ada sesuatu kehormatan yang tak ternilai. Melebihi  dari kehormatan sebuah perawan bagi wanita. Yaitu keteguhan untuk sebuah  pengorbanan tanpa ada rasa sesal. Wanta ini tidak melawan gelombang  laut melainkan ikut kemana gelombang membawa dia pergi. Ada kepasrahan  diatas keyakinan tak tertandingi. Bahwa kehormatan akan selalu bernilai  dan dibeli oleh orang terhormat pula dengan cara-cara terhormat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Siapa nama kamu? ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Itu tidak penting. Sebutkanlah harga yang bisa bapak bayar … ” Kata wanita itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Saya tak bisa menyebutkan harganya. Karena kamu bukanlah sesuatu yang pantas ditawar. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalau begitu, tidak ada kesepakatan! ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Ada ! ” Kata pria itu seketika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Sebutkan! ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”  Saya membayar keberanianmu. Itulah yang dapat saya beli dari kamu.  Terimalah uang ini. Jumlahnya lebih dari cukup untuk membawa ibumu ke  rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sekarang pulanglah … ” Kata pria itu sambil menyerahkan uang dari dalam tas kerjanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Saya tidak mengerti …”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”  Selama ini saya selalu memanjakan istri simpanan saya. Dia menikmati  semua pemberian saya tapi dia tak pernah berterima kasih. Selalu  memeras. Sekali saya memberi maka selamanya dia selalu meminta. Tapi  hari ini, saya bisa membeli rasa terima kasih dari seorang wanita yang  gagah berani untuk berkorban bagi orang tuanya. Ini suatu kehormatan  yang tak ada nilainya bila saya bisa membayar …”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Dan, apakah bapak ikhlas…? ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Apakah uang itu kurang? ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Lebih dari cukup, pak … ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Sebelum kamu pergi, boleh saya bertanya satu hal? ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Silahkan …”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Mengapa kamu begitu beraninya … ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Siapa bilang saya berani. Saya takut pak …&lt;br /&gt;Tapi lebih dari seminggu saya berupaya mendapatkan cara untuk membawa ibu saya ke rumah sakit dan semuanya gagal.&lt;br /&gt;Ketika saya mengambil keputusan untuk menjual kehormatan saya maka itu bukanlah karena dorongan nafsu.&lt;br /&gt;Bukan pula pertimbangan akal saya yang `bodoh` … Saya hanya bersikap dan berbuat untuk sebuah keyakinan … ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Keyakinan apa? ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”  Jika kita ikhlas berkorban untuk ibu atau siapa saja, maka Tuhan lah  yang akan menjaga kehormatan kita … ” Wanita itu kemudian melangkah  keluar kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum sampai di pintu wanita itu berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Lantas apa yang bapak dapat dari membeli ini … ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Kesadaran… ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.. . .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah rumah di pemukiman kumuh. Seorang ibu yang sedang terbaring sakit dikejutkan oleh dekapan hangat anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Kamu sudah pulang, nak ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Ya, bu … ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Kemana saja kamu, nak … Huh”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Menjual sesuatu, bu … ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Apa yang kamu jual?” Ibu itu menampakkan wajah keheranan. Tapi wanita muda itu hanya tersenyum …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup  sebagai yatim lagi miskin terlalu sia-sia untuk diratapi di tengah  kehidupan yang serba pongah ini. Di tengah situasi yang tak ada lagi  yang&lt;br /&gt;gratis. Semua orang berdagang. Membeli dan menjual adalah  keseharian yang tak bisa dielakan. Tapi Tuhan selalu memberi tanpa  pamrih, tanpa perhitungan&lt;br /&gt;….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Kini saatnya ibu untuk berobat … ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Digendongnya ibunya dari pembaringan, sambil berkata: ” Tuhan telah membeli yang saya jual… ”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taksi  yang tadi ditumpanginya dari hotel masih setia menunggu di depan  rumahnya. Dimasukannya ibunya ke dalam taksi dengan hati-hati dan  berkata&lt;br /&gt;kepada supir taksi: ” Antar kami kerumah sakit …”&lt;br /&gt;Sumber: Kaskus.us&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-1667850451372658010?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/1667850451372658010/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/09/kisah-seorang-gadis-menjajakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/1667850451372658010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/1667850451372658010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/09/kisah-seorang-gadis-menjajakan.html' title='Kisah seorang gadis menjajakan keperawanannya'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TJLeEWE9bkI/AAAAAAAAAGY/qe3MbpiN_DM/s72-c/plan_portugal_lisbon_hotel_avenida_palace_main_lobby.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-3480710044637411637</id><published>2010-09-15T23:05:00.002+07:00</published><updated>2010-09-15T23:05:58.457+07:00</updated><title type='text'>Cerita, "Frank Slazak" (Kisah Nyata)</title><content type='html'>Semua dimulai dari impianku. Aku ingin menjadi astronot. Aku ingin  terbang ke luar angkasa. Tetapi aku tidak memiliki sesuatu yang tepat.  Aku tidak memiliki gelar. Dan aku bukan seorang pilot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun,  sesuatu pun terjadilah. Gedung Putih mengumumkan mencari warga biasa  untuk ikut dalam penerbangan 51-L pesawat ulang-alik Challanger. Dan  warga itu adalah seorang guru. Aku warga biasa, dan aku seorang guru.  Hari itu juga aku mengirimkan surat lamaran ke Washington. Setiap hari  aku berlari ke kotak pos. Akhirnya datanglah amplop resmi berlogo NASA.  Doaku terkabulkan. Aku lolos penyisihan pertama. Ini benar-benar terjadi  padaku.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Selama beberapa minggu berikutnya, perwujudan impianku  semakin dekat saat NASA mengadakan test fisik dan mental. Begitu test  selesai, aku menunggu dan berdoa lagi. Aku tahu aku semakin dekat pada  impianku. Beberapa waktu kemudian, aku menerima panggilan untuk  mengikuti program latihan astronot khusus di Kennedy Space Center&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari  43.000 pelamar, kemudian 10.000 orang, dan kini aku menjadi bagian dari  100 orang yang berkumpul untuk penilaian akhir. Ada simulator, uji  klaustrofobi , latihan ketangkasan , percobaan mabuk udara. Siapakah di  antara kami yang bisa melewati ujian akhir ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sangat yakin  bahwa akulah yang akan terpilih. “ Tuhan, biarlah diriku yang terpilih  karena itu adalah anugerah yang terbesar dalam hiduku!” , begitu aku  berdoa. Lalu tibalah berita yang menghancurkan itu. NASA memilih orang  lain yaitu Christina McAufliffe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kalah. Impian hidupku  hancur. Aku mengalami depresi. Rasa percaya diriku lenyap, dan amarah  menggantikan kebahagiaanku. Aku mempertanyakan semuanya. Kenapa Tuhan?  Kenapa bukan aku? Bagian diriku yang mana yang kurang? Mengapa aku  diperlakukan kejam ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berpaling pada ayahku. Dan katanya: “Semua terjadi karena suatu alasan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa,  28 Januari 1986, aku berkumpul bersama teman-teman untuk melihat  peluncuran Challanger. Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu,  aku menantang impianku untuk terakhir kali. Tuhan, aku bersedia  melakukan apa saja agar berada di dalam pesawat itu. Kenapa bukan aku?  73 detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaanku dan menghapus semua  keraguanku saat Challanger meledak... dan menewaskan semua penumpang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat  itulah aku menangis, dan perasaan kesal dan marah kepada Tuhan  hilang…yang ada adalah perasaan yang sangat bahagia dan tersanjung…bahwa  Tuhan benar-benar sayang kepada diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku teringat kata-kata  ayahku: “Semua terjadi karena suatu alasan.” Aku tidak terpilih dalam  penerbangan itu, walaupun aku sangat menginginkannya karena Tuhan  memiliki alasan lain untuk kehadiranku di bumi ini. Aku memiliki misi  lain dalam hidup. Aku tidak kalah; aku seorang pemenang….&lt;br /&gt;Aku menang  karena aku telah kalah. Aku, Frank Slazak, masih hidup untuk bersyukur  pada Tuhan karena tidak semua doaku dikabulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber : Anonymous)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat,&lt;br /&gt;Tuhan mengabulkan doa kita dengan 3 cara:&lt;br /&gt;1. Apabila Tuhan mengatakan YA. Maka kita akan mendapatkan apa yang kita minta.&lt;br /&gt;2. Apabila Tuhan mengatakan TIDAK. Maka mungkin kita akan mendapatkan yang lain yang lebih sesuai untuk kita.&lt;br /&gt;3. Apabila Tuhan mengatakan TUNGGU. Maka mungkin kita akan mendapatkan yang terbaik sesuai dengan kehendakNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, izinkan saya mengutip salah satu ayat dalam Al Quran :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"  Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan  boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu;  Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS 2:216)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trimakasih telah membaca... Semoga Bermanfaat....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-3480710044637411637?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/3480710044637411637/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/09/cerita-frank-slazak-kisah-nyata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/3480710044637411637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/3480710044637411637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/09/cerita-frank-slazak-kisah-nyata.html' title='Cerita, &quot;Frank Slazak&quot; (Kisah Nyata)'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-455869004969648493</id><published>2010-09-07T12:05:00.000+07:00</published><updated>2010-09-07T12:05:35.673+07:00</updated><title type='text'>cerita,"Bunga Bakung"</title><content type='html'>Seorang anak sambil menangis kembali ke rumah. Ia menangis semakin keras ketika bertemu ibunya. Ia merasa segala usahanya tidak dihiraukan baik oleh guru maupun teman-teman kelasnya. Ia telah berusaha, namun seakan-akan usahanya tidak layak dihargai. Ia menjadi benci akan teman-temannya. Ia menjengkeli gurunya.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TIXH24Akj6I/AAAAAAAAAGQ/Hb9nImpmfmY/s1600/DSC1_0034.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TIXH24Akj6I/AAAAAAAAAGQ/Hb9nImpmfmY/s200/DSC1_0034.jpg" width="151" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendengar keluhan anaknya, sang ibu bertanya: "Pernahkan engkau memperhatikan kembang bakung milik tetangga di lorong jalan ke rumah kita?"&lt;br /&gt;Anak itu menggelengkan kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bakung itu berkembang setiap pagi, dan di akhir hari kembang bakung tersebut akan layu dan mati. Namun sebelum mati, ia telah memberikan yang terbaik, ia telah memancarkan keindahannya." Anak itu berhenti&lt;br /&gt;menangis dan mendengarkan dengan penuh hati.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Setiap hari ia memberikan keindahan yang sama. Setiap hari ia memberikan keharuman yang sama walau kadang tak dihiraukan orang. Keindahannya  tak pernah berkurang karena engkau tak pernah memperhatikannya. Ia  tidak pernah bersedih bila tak diperhatikan orang, karena ia tahu bahwa  dalam hidupnya ia cuman punya satu misi yakni memberikan keindahan." Anak itu pun memahami maksud ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat,,,mungkin  tidak gampang untuk menunjukkan "keindahan" kita dikala sesuatu yang  berada di sekitar kita adalah kebalikannya. Namun, bukankan Tuhan Maha  Menyayangi sehingga kasih-Nya masih dapat terpancar di dunia ini walau  kini penuh dengan kesesakan, keputusasaan, kerusakan,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Tuhan  pun mencipta manusia dengan segala kekhasan sifat, sungguh sesuatu yang  sia-sia jika selama hidup kita tak pernah memberikan "keindahan"  layaknya bunga bakung itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, tetaplah "INDAH" walau dunia tak lagi ramah,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, tetaplah "BERMANFAAT" bagi siapapun, karena dengan siapa lagi kita hidup di Dunia....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, tetaplah tersenyum,,,,,,,,,,,,,,,,,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SALAM MOTIVASI.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-455869004969648493?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/455869004969648493/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/09/ceritabunga-bakung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/455869004969648493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/455869004969648493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/09/ceritabunga-bakung.html' title='cerita,&quot;Bunga Bakung&quot;'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TIXH24Akj6I/AAAAAAAAAGQ/Hb9nImpmfmY/s72-c/DSC1_0034.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-5328680572002564139</id><published>2010-08-18T22:32:00.000+07:00</published><updated>2010-08-18T22:32:12.997+07:00</updated><title type='text'>Cerita, "Bocah 13 Tahun Menantang Hidup"</title><content type='html'>Setiap hari sepulang sekolah pukul 13.30 WIB, Ali Ma’un (13 tahun),  bocah asal Dusun Becok, Kecamatan Merakurak, Tuban, Jawa Timur, tak  pernah punya cukup waktu untuk bermain. Selepas mengganti baju seragam,  kalau ada sisa makanan, dia langsung makan siang. Jika tak ada sisa  makanan, dia langsung memanggul linggis dan ganco (cangkul kecil) di  pundak kirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan kanannya menjinjing karung berisi  peralatan seperti tatah, gergaji, dan peralatan besi lainya. Dengan kaki  telanjang disertai beban seberat 12,5 kg, Ma’un menyusuri perbukitan  gersang sejauh 5 km dari tempat tinggalnya menuju Dusun Karangrejo,  lokasi bukit kapur milik PT Perhutani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekas galian batu kapur  yang memantulkan sinar menyilaukan mata dan membakar kulit tak  mengendurkan semangatnya. Debu yang bertebaran diterjang angin sudah  akrab dengan dua lubang hidungnya. Dia terus giat menggergaji bongkahan  batu kapur untuk dijadikan bata kumbung (batu bata yang terbuat dari  bangkahan batu kapur). Meski semangatnya membara, Ma’un hanyalah anak  yang masih bau kencur. Setiap dua pekan &lt;span class="fullpost"&gt; dia hanya mampu membuat 150 bata  kumbung dan dijualnya kepada bandar seharga Rp 200/bata. Artinya,  setiap dua pekan dia bisa mendapatkan uang Rp 30 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia baru  berhenti memeras keringatnya setelah adzan Maghrib berkumandang.  Pekerjaan berat ini ditekuninya sejak kelas 2 SD. Risiko kecelakaan yang  senantiasa menghantui, tak membuatnya surut. Di wilayah batu kapur  tersebut kerap terjadi kecelakaan dan sudah puluhan nyawa melayang  akibat longsoran bekas galian yang dibiarkan menganga. ”Bahayanya kalau  musim hujan tiba, terowongan bekas galian mudah patah, padahal di  bawahnya ada kegiatan memotong batu,” ungkap murid kelas dua SMP Nurul  Huda, Tuban, itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang baginya hidup adalah pilihan. Sedep, ibu  angkat yang merawat dan membesarkan Ma’un, kini mulai sakit-sakitan.  Perempuan berusia senja itu tak sanggup lagi berpanas-panas menjadi  buruh tani di ladang gersang di perbukitan kapur milik tetangganya.  ”Kasihan simbok (ibu), dia sudah membesarkanku. Aku khawatir simbok  sakit, nanti aku tak punya siapa-siapa lagi. Aku tidak memilih risiko  tapi ini adalah hidup yang harus aku jalani,” tutur Ma’un.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut  dia, ibu angkatnya itu memang sudah lemah. Jangankan bekerja, untuk  memasak pun sudah cukup berat untuk dilakukan Sedep. Sejak ibu angkatnya  sakit-sakitan, kegiatan rutin Ma’un setiap selepas adzan Subuh adalah  menyiapkan makanan ibu angkatnya itu, dan sekalian menyiapkan sarapan  pagi sebelum berangkat sekolah. Tak hanya itu, dia juga mencucikan baju  ibu angkatnya itu. Ma’un mengaku pernah melihat ibu angkatnya itu jatuh  di dekat perapian saat hendak menanak nasi. Sejak itulah, dia tidak tega  melihat ibu angkatnya bersusah payah menyiapkan makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup  tanpa orang tua kandung sudah diketahui sejak dirinya berumur 5 tahun.  Cerita tersebut ia dapatkan dari Mbok Sedep. Bahkan duka dan deritanya  saat masih di kandungan ibunya hingga masa kelahiranya sudah diketahui  seluruh warga Dusun Becok. Sejak bayi dia sudah ikut Mbok Sedep. Karena  itu, dia sudah menganggap ibu angkatnya itu sebagai ibu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantaran  curahan kasih Mbok Sedep, Ma’un bisa selamat dan hidup normal tanpa  harus kekurangan gizi, meski dirinya kecewa dengan kedua orang tuanya  karena belum pernah menemuinya. Ma’un juga tak tahu ke mana rimbanya  orang tua yang telah melahirkannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Setelah aku lahir, belum  genap lima hari, ibuku sudah pergi entah ke mana, sampai sekarang aku  hanya hidup berdua dengan simbok. Menurut simbok ibu kandungku sekarang  di Flores, namanya Cholisah. Kalau bapak aku nggak tahu sama sekali,”  ungkap Ma’un menirukan cerita Mbok Sedep. Meski harus menjalani  kehidupan yang sangat menantang, dan akrab dengan kemiskinan, Ma’un  tetap bersemangat melanjutkan sekolah hingga SMP. Jika dibanding  teman-teman sebayanya yang mampu secara ekonomi, prestasi bocah  kerempeng itu patut diacungi jempol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Prestasi Ma’un patut  dibanggakan, jika dibanding dengan beban hidup yang harus ditanggungnya.  Dia meraih peringkat pertama di seluruh kelas 2 di sini,” kata Rahmat  Basuki, salah satu pengajar di SMP Nurul Huda, Desa Tegalrejo.  Untunglah, beban hidup Ma’un ini dimengerti oleh yayasan pengelola  sekolah tersebut. Seluruh biaya pendidikan digratiskan oleh sekolah  milik Yayasan Nurul Huda tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yayasan tersebut memang  menggratiskan pendidikan bagi murid-murid yang berasal dari keluarga  kurang mampu. Meski begitu, masyarakat setempat belum begitu menyadari  akan pentingnya pendidikan. ”Impitan ekonomi menjadi persoalan utama,  mereka lebih memilih anaknya untuk membantu bekerja daripada sekolah  meskipun tanpa biaya,” ujar Thohirin, ketua Yayasan Nurul Huda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-o00o-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan kehidupan kita saat ini...???&lt;br /&gt;Masihkah kita kan selalu mengeluh dengan segala ujian yang Allah berikan...???&lt;br /&gt;Mengapa...???&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-5328680572002564139?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/5328680572002564139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/08/cerita-bocah-13-tahun-menantang-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/5328680572002564139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/5328680572002564139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/08/cerita-bocah-13-tahun-menantang-hidup.html' title='Cerita, &quot;Bocah 13 Tahun Menantang Hidup&quot;'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-6403605327874488241</id><published>2010-08-10T15:16:00.000+07:00</published><updated>2010-08-10T15:16:27.230+07:00</updated><title type='text'>Cerita, 'Aku Miskin"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TGEKxC-PWhI/AAAAAAAAAGA/r5BbHeHyMxY/s1600/zsungai.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="149" src="http://3.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TGEKxC-PWhI/AAAAAAAAAGA/r5BbHeHyMxY/s200/zsungai.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Suatu hari, seorang ayah dari keluarga yang sangat kaya membawa anaknya  bepergian ke suatu daerah yang sebagian besar penduduknya hidup dari  hasil pertanian. Ia bermaksud untuk mengajarkan bagaimana kehidupan yang  selama ini mereka kenyam dengan membandingkan kehidupan orang-orang  yang miskin. Mereka menghabiskan waktu berhari-hari di sebuah tanah  pertanian milik keluarga yang terlihat sangat miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang dari perjalanan tersebut, sang Ayah bertanya kepada anaknya, "Bagaimana perjalanan tadi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sungguh luar biasa, Pa." Jawab si Anak yang masih terkesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu lihat kan bagaimana kehidupan mereka yang miskin?" tanya sang&lt;br /&gt;Ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya Pa," jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Jadi, apa yang dapat kamu pelajari dari perjalanan ini?" tanya Ayahnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si  Anak menjawab, "Saya melihat kenyataan bahwa kita mempunyai seekor  anjing, sedangkan mereka memiliki empat ekor. Kita punya sebuah kolam  yang panjangnya hanya sampai ke tengah-tengah taman, sedangkan mereka  memiliki sungai yang tak terhingga panjangnya. Kita memasang lampu taman  yang dibeli dari luar negeri, sedangkan mereka memiliki bintang-bintang  di langit untuk menerangi taman mereka. Beranda rumah kita lebarnya  hanya mencapai halaman depan, sedangkan milik mereka seluas horison.  Kita tinggal dan hidup di tanah yang sempit, sedangkan mereka mempunyai  tanah sejauh mata memandang. Setiap kebutuhan kita hanya mampu dilayani  pelayan yang kita miliki, tetapi mereka mampu melayani diri mereka  sendiri. Kita membeli makanan yang akan kita makan, tetapi mereka bisa  menanam sendiri. Kita mempunyai dinding indah yang melindungi diri kita  dan mereka memiliki teman-teman untuk menjaga kehidupan mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar cerita tersebut, sang Ayah tersenyum dan memandang wajah anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian si Anak melanjutkan, "Terima kasih Pa, akhirnya aku tahu betapa miskinnya diri kita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat,  terkadang kekurangan yang dimiliki seseorang merupakan anugrah bagi  orang lain. Terlalu sering kita melupakan apa yang kita miliki dan hanya  berkonsentrasi terhadap apa yang tidak kita miliki. Semua kembali pada  perspektif secara pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikirkanlah apa yang akan terjadi jika  kita semua bersyukur kepada Tuhan atas anugrah yang telah disediakan  oleh-Nya bagi kita daripada kuatir untuk meminta lebih lagi.&lt;br /&gt;(Author : Agustian Husin)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-6403605327874488241?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/6403605327874488241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/08/cerita-aku-miskin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/6403605327874488241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/6403605327874488241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/08/cerita-aku-miskin.html' title='Cerita, &apos;Aku Miskin&quot;'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TGEKxC-PWhI/AAAAAAAAAGA/r5BbHeHyMxY/s72-c/zsungai.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-5482688654826386116</id><published>2010-08-06T16:56:00.000+07:00</published><updated>2010-08-06T16:56:52.794+07:00</updated><title type='text'>Cerita, "UNTA"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TFvcSXZYPHI/AAAAAAAAAF4/alkioyxT7RU/s1600/untas.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TFvcSXZYPHI/AAAAAAAAAF4/alkioyxT7RU/s200/untas.jpg" width="162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Percakapan seekor unta muda dengan induknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ibu, boleh aku bertanya sesuatu”, sang anak berkata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, anakku apakah ada yang mengganggu pikiranmu?”, sang induk menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mengapa kita punya punuk, sementara gajah, rusa tidak?”, sang anak memandang induknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita  adalah binatang padang gurun, dan punuk ini digunakan untuk menyimpan  air. Kita dikenal sebagai hewan yang dapat bertahan tanpa air”, induknya  menjelaskan dengan sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lalu mengapa kaki kita panjang dan bulat?”, anaknya bertanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anakku,  sudah jelas itu kita gunakan untuk dapat berjalan di padang pasir lebih  baik dan lebih cepat dari pada yang lainnya”, induknya berusaha sabar  terhadap anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“OK. Terus mengapa kita punya alis mata yang panjang?”, tanya anaknya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alis  ini”, sambil menjilat alis mata anaknya, “kau gunakan untuk melindungi  mata dari butiran pasir yang beterbangan di padang gurun”, sang induk  mulai kewalahan dengan pertanyaan anaknya. Lalu menjelaskannya sekali  lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi, punuk ini digunakan untuk menyimpan air ketika kita  di padang pasir, kaki ini untuk berjalan di atas pasir, dan alis mata  ini untuk melindungi mata kita dari butiran pasir….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Satu pertanyaan lagi, ibu”, anaknya menyela kata-kata indukknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, anakku!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lalu  mengapa kita berada di kebun binatang ini? Apa yang kita lakukan  disini? Untuk apa semua yang kita miliki ini, kalau kita tidak berada di  padang gurun?”, anaknya menunggu jawaban dari induknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Posting by : Swans Liang Faith alias Bao Yuan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat,  Apa yang kita miliki tidak akan banyak manfaatnya kalau memang kita  tidak membutuhkannya. Keinginan dan kebutuhan seringkali jauh berbeda.  Dahulukan kebutuhan kita. Seringkali kita melewatkan hal-hal yang kita  butuhkan, karena kita mengejar hal-hal yang kita inginkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala  keahlian, kemampuan, materi, pengalaman yang kita miliki akan berguna  saat kita memang membutuhkannya di tempat kita berada sekarang. Apakah  yang Anda miliki sekarang sudah tepat dengan tempat Anda berada  sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm... semoga bermanfaat.... SALAM MOTIVASI...!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-5482688654826386116?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/5482688654826386116/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/08/cerita-unta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/5482688654826386116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/5482688654826386116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/08/cerita-unta.html' title='Cerita, &quot;UNTA&quot;'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TFvcSXZYPHI/AAAAAAAAAF4/alkioyxT7RU/s72-c/untas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-6292029434895521928</id><published>2010-07-31T11:53:00.000+07:00</published><updated>2010-07-31T11:53:53.082+07:00</updated><title type='text'>"Bosan"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TFOsVCZjaMI/AAAAAAAAAFw/xgUBlLQ9Q2o/s1600/bosan-1.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TFOsVCZjaMI/AAAAAAAAAFw/xgUBlLQ9Q2o/s200/bosan-1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Seorang tua yang bijak ditanya oleh tamunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamu : "Sebenarnya apa itu perasaan 'bosan', Pak Tua?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak  Tua : "Bosan adalah keadaan di mana pikiran menginginkan perubahan,  mendambakan sesuatu yang baru, dan menginginkan berhentinya rutinitas  hidup dan keadaan yang monoton dari waktu ke waktu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamu : "Kenapa kita merasa bosan?"&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pak Tua : "Karena kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamu : "Bagaimana menghilangkan kebosanan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Tua : "Hanya ada satu cara, nikmatilah kebosanan itu, maka kita pun akan terbebas darinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamu : "Bagaimana mungkin bisa menikmati kebosanan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Tua: "Bertanyalah pada dirimu sendiri: mengapa kamu tidak pernah bosan makan nasi yang sama rasanya setiap hari?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamu : "Karena kita makan nasi dengan lauk dan sayur yang berbeda, Pak Tua."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Tua : "Benar sekali, anakku, tambahkan sesuatu yang baru dalam rutinitasmu maka kebosanan pun akan hilang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamu: "Bagaimana menambahkan hal baru dalam rutinitas?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak  Tua : "Ubahlah caramu melakukan rutinitas itu. Kalau biasanya menulis  sambil duduk, cobalah menulis sambil jongkok atau berbaring. Kalau  biasanya membaca di kursi, cobalah membaca sambil berjalan-jalan atau  meloncat-loncat. Kalau biasanya menelpon dengan tangan kanan, cobalah  dengan tangan kiri atau dengan kaki kalau bisa. Dan seterusnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Tamu itu pun pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian Tamu itu mengunjungi Pak Tua lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamu : "Pak tua, saya sudah melakukan apa yang Anda sarankan, kenapa saya masih merasa bosan juga?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Tua : "Coba lakukan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamu : "Contohnya? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Tua : "Mainkan permainan yang paling kamu senangi di waktu kecil dulu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Tamu itu pun pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa minggu kemudian, Tamu itu datang lagi ke rumah Pak Tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamu  : "Pak tua, saya melakukan apa yang Anda sarankan. Di setiap waktu  senggang saya bermain sepuas-puasnya semua permainan anak-anak yang saya  senangi dulu. Dan keajaibanpun terjadi. Sampai sekarang saya tidak  pernah merasa bosan lagi, meskipun di saat saya melakukan hal-hal yang  dulu pernah saya anggap membosankan. Kenapa bisa demikian, Pak Tua?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil  tersenyum Pak Tua berkata: "Karena segala sesuatu sebenarnya berasal  dari pikiranmu sendiri, anakku. Kebosanan itu pun berasal dari pikiranmu  yang berpikir tentang kebosanan. Saya menyuruhmu bermain seperti anak  kecil agar pikiranmu menjadi ceria. Sekarang kamu tidak merasa bosan  lagi karena pikiranmu tentang keceriaan berhasil mengalahkan pikiranmu  tentang kebosanan. Segala sesuatu berasal dari pikiran. Berpikir bosan  menyebabkan kau bosan. Berpikir ceria menjadikan kamu ceria."&lt;br /&gt;(Sumber : Gemintang.com)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-6292029434895521928?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/6292029434895521928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/07/bosan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/6292029434895521928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/6292029434895521928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/07/bosan.html' title='&quot;Bosan&quot;'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TFOsVCZjaMI/AAAAAAAAAFw/xgUBlLQ9Q2o/s72-c/bosan-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-8969984188656287579</id><published>2010-07-24T15:02:00.000+07:00</published><updated>2010-07-24T15:02:41.124+07:00</updated><title type='text'>"Koin Penyok"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TEqeD1AziwI/AAAAAAAAAFo/UAKP9N5yBDw/s1600/th_SebuahKoinPenyok.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="http://3.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TEqeD1AziwI/AAAAAAAAAFo/UAKP9N5yBDw/s200/th_SebuahKoinPenyok.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Alkisah, seorang lelaki keluar dari pekarangan rumahnya, berjalan tak  tentu arah dengan rasa putus asa. Sudah cukup lama ia menganggur.  Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Sementara para tetangganya  sibuk memenuhi rumah dengan barang-barang mewah, ia masih bergelut  memikirkan cara memenuhi kebutuhan pokok keluarganya sandang dan pangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anaknya  sudah lama tak dibelikan pakaian, istrinya sering marah-marah karena  tak dapat membeli barang-barang rumah tangga yang layak. &lt;span class="fullpost"&gt;  Laki-laki itu  sudah tak tahan dengan kondisi ini, dan ia tidak yakin bahwa  perjalanannya kali inipun akan membawa keberuntungan, yakni mendapatkan  pekerjaan.&lt;br /&gt;Ketika laki-laki itu tengah menyusuri jalanan sepi, tiba-tiba kakinya terantuk sesuatu. Karena merasa penasaran ia membungkuk dan mengambilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok-penyok,” gerutunya kecewa. Meskipun begitu ia membawa koin itu ke sebuah bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebaiknya  koin in Bapak bawa saja ke kolektor uang kuno,” kata teller itu memberi  saran. Lelaki itu pun mengikuti anjuran si Teller, membawa koinnya ke  kolektor. Beruntung sekali, si Kolektor menghargai koin itu senilai 30  dollar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu senangnya, lelaki tersebut mulai memikirkan apa  yang akan dia lakukan dengan rejeki nomplok ini. Ketika melewati sebuah  toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu sedang diobral. Dia bisa  membuatkan beberapa rak untuk istrinya karena istrinya pernah berkata  mereka tak punya tempat untuk menyimpan jambangan dan stoples. Sesudah  membeli kayu seharga 30 dollar, dia memanggul kayu tersebut dan beranjak  pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah perjalanan dia melewati bengkel seorang pembuat mebel. Mata pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu yang dipanggul lelaki itu. Kayunya  indah, warnanya bagus, dan mutunya terkenal. Kebetulan pada waktu itu  ada pesanan mebel. Dia menawarkan uang sejumlah 100 dollar kepada lelaki  itu. Terlihat ragu-ragu di mata laki-laki itu, namun pengrajin itu  meyakinkannya dan dapat menawarkannya mebel yang sudah jadi agar dipilih  lelaki itu. Kebetulan di sana ada lemari yang pasti disukai istrinya.  Dia menukar kayu tersebut dan meminjam sebuah gerobak untuk membawa  lemari itu. Dia pun segera membawanya pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah  perjalanan dia melewati perumahan baru. Seorang wanita yang sedang  mendekorasi rumah barunya melongok keluar jendela dan melihat lelaki itu  mendorong gerobak berisi lemari yang indah. Si wanita terpikat dan  menawar dengan harga 200 dollar. Ketika lelaki itu nampak ragu-ragu, si  wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dollar. Lelaki itupun setuju.  Kemudian mengembalikan gerobak ke pengrajin dan beranjak pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di  pintu desa dia berhenti sejenak dan ingin memastikan uang yang ia  terima. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dollar.  Pada saat itu seorang perampok keluar dari semak-semak, mengacungkan  belati, merampas uang itu, lalu kabur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri si lelaki kebetulan  melihat dan berlari mendekati suaminya seraya berkata, “Apa yang  terjadi? Engkau baik saja kan? Apa yang diambil oleh perampok tadi?”&lt;br /&gt;Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, “Oh, bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(adaptasi dari The Healing Stories karya GW Burns.)&lt;br /&gt;~~~&lt;br /&gt;Sahabat,  Bila Kita sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam  dalam kepedihan yang berlebihan? pahamilah makna "Innalillahi, wainna  ilaihi roji'un.." : Sesungguhnya kita ini milik Allah, dan sesungguhnya  kepada-Nyalah kita kembali...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, semuanya hanya titipan... dan  saya yakin, keluhan-keluhan dan ratapan-ratapan yang berlebihan kita,  tidak akan mengembalikan milik kita yang telah hilang...., jadi  bersedihlah secukupnya, dan ikhlaskan... Hak-Nya untuk menarik kembali,  sesuatu yang telah Ia titipkan kepada kita...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-8969984188656287579?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/8969984188656287579/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/07/koin-penyok.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/8969984188656287579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/8969984188656287579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/07/koin-penyok.html' title='&quot;Koin Penyok&quot;'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TEqeD1AziwI/AAAAAAAAAFo/UAKP9N5yBDw/s72-c/th_SebuahKoinPenyok.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-2681108663852435987</id><published>2010-07-17T22:29:00.000+07:00</published><updated>2010-07-17T22:29:08.920+07:00</updated><title type='text'>"Sebuah Ketulusan"</title><content type='html'>Alkisah di sebuah rumah mewah yang terletak dipinggiran sebuah kota,  hiduplah sepasang suami istri. Dari sekilas orang yang memandang, mereka  adalah pasangan yang sangat harmonis. Para tetangganya pun tahu  bagaimana usaha mereka dalam meraih kehidupan mapan yang seperti saat  ini. Sayang, pasangan itu belum lengkap. Dalam kurun waktu sepuluh tahun  pernikahan mereka, pasangan itu belum juga dikaruniai seorang anak pun  yang mereka harapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya walaupun masih saling  mencinta, si suami berkeinginan menceraikan istrinya karena dianggap tak  mampu memberikan keturunan sebagai penerus generasinya. Setelah melalui  perdebatan sengit, dengan sedih dan duka yang mendalam, si istri  akhirnya menyerah pada keputusan suaminya untuk tetap bercerai.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dengan  perasaan tidak menentu, suami istri itu menyampaikan rencana perceraian  kepada orang tua mereka. Meskipun orang tua mereka tidak setuju, tapi  tampaknya keputusan bulat sudah diambil si suami. Setelah  berbincang-bincang cukup lama dan alot, kedua orang tua pasangan itu  dengan berat hati menyetujui perceraian tersebut. Tetapi, mereka  mengajukan syarat, yakni agar perceraian pasangan suami istri itu  diselenggarakan dalam sebuah sebuah pesta yang sama besarnya seperti  pesta saat mereka menikah dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tidak mengecewakan  kedua orang tuanya, maka persyaratan mengadakan pesta perceraian itu pun  disetujui. Beberapa hari kemudian, pesta diselenggarakan. Sungguh, itu  merupakan pesta yang tidak membahagiakan bagi siapa saja yang hadir  dalam pesta itu. Si suami tampak tertekan dan terus meminum arak sampai  mabuk dan sempoyongan. Sementara sang istri tampak terus melamun dan  sesekali mengusap air matanya di pipinya. Di sela mabuknya si suami  berkata lantang, “Istriku, saat kau pergi nanti. semua barang berharga  atau apapun yang kamu suka dan kamu sayangi, Ambillah dan Bawalah !!“.  Setelah berkata seperti itu, tak lama kemudian ia semakin mabuk dan  akhirnya tak sadarkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, setelah pesta usai,  si suami terbangun dari tidur dengan kepala berdenyut-denyut. Dia  merasa tidak mengenali keadaan disekelilingnya selain sosok yang sudah  dikenalnya bertahun-tahun yaitu sang istri yang ia cintai. Maka, dia pun  bertanya “Ada dimanakah aku ? Kenapa ini bukan di kamar kita ? Apakah aku  masih mabuk dan bermimpi ? tolong jelaskan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si istri menatap  penuh cinta pada suaminya dengan mata berkaca-kaca dan menjawab,  “Suamiku, ini karena dirumah orang tuaku. Kemaren kau bilang didepan  semua orang bahwa engkau berkata kepadaku, bahwa aku boleh membawa apa  saja yang aku mau dan aku sayangi. Di dunia ini tidak ada satu barang  yang berharga dan aku cintai dengan sepenuh hati selain kamu. Karena itu  kamu sekarang kubawa serta ke rumah orang tuaku. Ingat, kamu sudah  berjanji dalam pesta itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perasaan terkejut setelah  sesaat tersadar, si suami bangun dan memeluk istrinya, “Maafkan aku  Istriku, aku sungguh bodoh dan tidak menyadari bahwa dalamnya cintamu  padaku. Walaupun aku telah menyakitimu, dan berniat menceraikanmu,  tetapi engkau masih mau membawa serta diriku bersamamu dalam keadaan  apapun“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kedua suami istri ini ini berpelukan dan saling  bertangisan. Mereka akhirnya mengikat janji akan tetap saling mencintai  hingga ajal memisahkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(author : Hareem Musasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm...  ketulusan cinta....&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-2681108663852435987?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/2681108663852435987/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/07/sebuah-ketulusan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/2681108663852435987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/2681108663852435987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/07/sebuah-ketulusan.html' title='&quot;Sebuah Ketulusan&quot;'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-5935437875224032770</id><published>2010-07-14T23:57:00.000+07:00</published><updated>2010-07-14T23:57:53.735+07:00</updated><title type='text'>Cerita, "Secangkir Teh Pembawa Sial"</title><content type='html'>"Renungan : 90 % vs 10 %"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu'alaikum&lt;br /&gt;Sahabat,  mungkin hal-hal ini pernah atau sering terjadi dalam kehidupan kita. Seperti kisah berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita, "Secangkir teh pembawa sial"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TD3r2g0vl2I/AAAAAAAAAFQ/8khbKn-zQfw/s1600/cup-of-tea.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TD3r2g0vl2I/AAAAAAAAAFQ/8khbKn-zQfw/s320/cup-of-tea.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Tak seperti biasa sebut saja Budi (bukan nama sebenarnya) memulai harinya  dengan wajah yang lesu. Semalam ia harus menyelesaikan tugas matakuliah karena memang esok adalah hari terakhir mengumpulkannya. Raut lesu dan sayup terlihat jelas karena baru jam 3 pagi ia baru bisa terlelap.Padahal jadwal kuliah dimulai pukul delapan pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi  itu, sang ibu yang memaksa Budi untuk bangun dan tak lupa ibunya  menyiapkan sarapan ala kadarnya untuk keluarga. Menjadi kebiasaan dikala  pagi, &lt;span class="fullpost"&gt; Budi sekeluarga sarapan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tak disangka pagi  itu, saat sarapan, adik perempuannya menumpahkan secangkir teh tepat  disamping Budi. Tak pelak Budi terhenyak, dan segala umpatan dan emosi  keluar dari mulut Budi. Akibatnya sang adik pun menangis dan menyebabkan  ketinggalan naik bis sekolah. Budi pun terpaksa harus mengantar adiknya  karena jarak sekolahnya cukup jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan yang semula  direncanakan mulai berantakan. Budi pun harus merelakan waktunya untuk  mengantarkan adik. Di jalan ia memacu laju kendaraannya begitu cepat dan  berbahaya.Namun sayang, jam sekolah telah dimulai dan adiknya pun  dianggap telat oleh gurunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu menjadi hari terburuk Budi.  Berawal dari teh yang tumpah,seakan-akan menjadi kutukan dalam  kejadian-kejadian berikutnya. Sang adik telat, ia pun juga. Bahkan yang  lebih parah, Budi kena tilang karena menerobos lampu lalulintas dan  mengendarai motor melampaui batas kecepatan.&lt;br /&gt;"kalau tau begini, tadi  gak usah sarapan saja,," begitulah ungkapan sesal Budi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Sahabat,  apa yang telah terjadi diatas, atau mungkin dengan versi yang berbeda  dengan apa yang kita alami sehari-hari adalah wujud dari  ketidaksempurnaan kita untuk menguasai apa yang/akan kita lakukan.&lt;br /&gt;Sahabat, bukanlah salah karena Budi ditakdirkan menerima tumpahan teh dari  adiknya namun reaksi setelah itu yang menjadi penentu kenapa Budi  bernasib buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"10% kehidupan dibuat oleh hal-hal yang terjadi  terhadap kita." &lt;br /&gt;"90% kehidupan ditentukan oleh bagaimana kita  bereaksi/memberi respon."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sungguh-sungguh tidak dapat  mengontrol 10% kejadian-kejadian yang menimpa kita. Kita tidak dapat  mencegah kerusakan mobil. Pesawat mungkin terlambat, dan mengacaukan  seluruh jadwal kita. Seorang supir mungkin menyalip kita di tengah  kemacetan lalu-lintas. dan Kita tidak punya kontrol atas hal yang 10%  ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang 90% lagi berbeda. itu adalah reaksi kita. Kita  tidak dapat mengontrol lampu merah, tapi dapat mengontrol reaksi kita.  Kita tidak dapat mengontrol jatuhnya sebuah cangkir, namun kita dapat  mengendalikan reaksi! kita!  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa Budi? &lt;br /&gt;Karena reaksinya  pagi itu. &lt;br /&gt;Kenapa hari nya buruk? &lt;br /&gt;a) Karena secangkir teh  yang tumpah? &lt;br /&gt;b) Kecerobohan adiknya? &lt;br /&gt;c) Polisi yang menilang? &lt;br /&gt;d)  Karena dirinya sendiri? &lt;br /&gt;Jawaban-nya adalah D. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budi  tidak dapat mengendalikan tumpahnya teh itu. Namun bagaimana reaksi-nya 5  detik kemudian itu, yang menyebabkan harinya menjadi buruk. Ini  yang mungkin terjadi jika ia bereaksi dengan cara yang berbeda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teh  tumpah di kemejanya. Adiknya sudah siap menangis. namun ia bisa dengan  Lembut berkata : "Tidak apa-apa sayang/adik, lain kali kamu lebih  hati-hati ya". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budi pergi mengganti kemeja dengan tenang dan  melihat sang adik sedang naik ke dalam bus sekolah. Budi dapat tiba di  kampus 5 menit lebih awal karena tidak perlu berurusan dengan polisi,  dan dengan riang Menyalami para kawan.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat perbedaannya. Dua  skenario yang berbeda. Keduanya dimulai dari hal yang sama, tapi  berakhir dengan hal yang berbeda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa? &lt;br /&gt;Karena REAKSI  kita. Sungguh kita tidak dapat mengontrol 10% hal-hal yang terjadi.Tapi  yang 90% lagi ditentukan oleh reaksi kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih telah  membaca dan semoga reaksi kita bisa lebih baik dalam menyikapi hal-hal  diluar kehendak dan keinginan kita. Ingat Tuhan punya rencana indah buat  hamba-hambaNya,namun IA pun berhak menilai seberapa jauh hambanya yang  bertakwa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SALAM MOTIVASI...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-5935437875224032770?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/5935437875224032770/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/07/cerita-secangkir-teh-pembawa-sial.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/5935437875224032770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/5935437875224032770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/07/cerita-secangkir-teh-pembawa-sial.html' title='Cerita, &quot;Secangkir Teh Pembawa Sial&quot;'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TD3r2g0vl2I/AAAAAAAAAFQ/8khbKn-zQfw/s72-c/cup-of-tea.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-550899103120367839</id><published>2010-07-13T22:19:00.000+07:00</published><updated>2010-07-13T22:19:43.069+07:00</updated><title type='text'>Cerita, "Sebuah Baut Kecil"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TDyDF2lkUYI/AAAAAAAAAFI/arBsvmwSD3g/s1600/baut.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TDyDF2lkUYI/AAAAAAAAAFI/arBsvmwSD3g/s200/baut.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sebuah baut kecil bersama ribuan baut seukurannya dipasang untuk menahan  lempengan-lempengan baja di lambung sebuah kapal besar. Saat melintasi  samudera Hindia yang ganas, baut kecil itu terancam lepas. Hal itu  membuat ribuan baut lain terancam lepas pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baut-baut kecil  lain berteriak menguatkan, “Awas! Berpeganglah erat-erat! Jika kamu  lepas kami juga akan lepas!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teriakan itu didengar oleh &lt;span class="fullpost"&gt; lempengan-lempengan baja yang membuat mereka menyerukan hal yang sama.  Bahkan seluruh bagian kapal turut memberi dorongan semangat pada satu  baut kecil itu untuk bertahan. Mereka mengingatkan bahwa baut kecil itu  sangat penting bagi keselamatan kapal. Jika ia menyerah dan melepaskan  pegangannya, seluruh isi kapal akan tenggelam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sobat kecil,  bertahanlah... kami mendukungmu...!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dukungan itu membuat baut  kecil kembali menemukan arti penting dirinya di antara komponen kapal  lainnya. Dengan sekuat tenaga, ia pun berusaha tetap bertahan demi  keselamatan seisi kapal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber : Grup Spirit LC)&lt;br /&gt;~~~&lt;br /&gt;Sahabat,  Sayang, dunia kerja seringkali berkebalikan dengan ilustrasi di atas.  Kita malah cenderung girang melihat rekan sekerja “jatuh”, bahkan kita  akan merasa bangga apabila kita sendiri yang membuat rekan kerja gagal  dalam tanggung jawabnya. Jika itu dibiarkan, artinya perpecahan sedang  dimulai dan tanpa sadar kita menggali lubang kubur sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana  sikap kita dengan rekan kerja? Mungkin saat rekan kerja menghadapi  masalah, kita menganggap itu risiko yang harus ia hadapi sendiri. Tapi  sebagai tim, kegagalan satu orang akan selalu membawa dampak pada  keseluruhan. Jadi mengapa kita harus saling menjatuhkan?&lt;br /&gt;Bukankah  hasilnya tentu jauh lebih baik jika kita saling mendukung dan  bekerjasama menghadapi persoalan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad saw mengajarkan  bahwa kita adalah satu tubuh. Jika satu anggota mengalami masalah, yang  lainnya harus mendorong dan menguatkannya. Jangan sampai masalah yang  dialami rekan kerja malah membuat kita senang. Tapi baiklah kita  berseru, “Berpeganglah erat-erat! Tanpa kamu, kami akan tenggelam!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan  atau kesuksesan rekan sekerja akan selalu mempengaruhi diri kita juga.&lt;br /&gt;Trimakasih  sahabat telah membaca, Salam Motivasi...!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;by: cerita-cerita motivasi &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-550899103120367839?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/550899103120367839/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/07/cerita-sebuah-baut-kecil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/550899103120367839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/550899103120367839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/07/cerita-sebuah-baut-kecil.html' title='Cerita, &quot;Sebuah Baut Kecil&quot;'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TDyDF2lkUYI/AAAAAAAAAFI/arBsvmwSD3g/s72-c/baut.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-1876095081944623433</id><published>2010-07-10T21:59:00.001+07:00</published><updated>2010-07-10T22:32:36.566+07:00</updated><title type='text'>Cerita, "Tiga Orang Tamu"</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TDiKo0VpPgI/AAAAAAAAAFA/PXNZDcXo5dM/s1600/key.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="175" src="http://3.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TDiKo0VpPgI/AAAAAAAAAFA/PXNZDcXo5dM/s200/key.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah dari  perjalanannya keluar rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut  yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita  itu berkata dengan senyumnya yang khas: “Aku tidak mengenal Anda, tapi  aku yakin Anda semua pasti orang baik-baik yang sedang lapar. Mari masuk  ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria  berjanggut itu lalu balik bertanya, &lt;span class="fullpost"&gt;“Apakah suamimu sudah pulang?”&lt;br /&gt;Wanita  itu menjawab, “Belum, dia sedang keluar”.&lt;br /&gt;“Oh kalau begitu, kami  tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suamimu kembali”, kata pria  itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri  menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan  kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, “Sampaikan pada mereka, aku  telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam  ini”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk  masuk ke dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama” ,  kata pria itu hampir bersamaan.&lt;br /&gt;“Lho, kenapa? tanya wanita itu  karena merasa heran.&lt;br /&gt;Salah seseorang pria itu berkata, “Nama dia  Kekayaan,” katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut disebelahnya,  “sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu pria  berjanggut lainnya.&lt;br /&gt;Sedangkan aku sendiri bernama Kasih-Sayang.&lt;br /&gt;Sekarang,  coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk  kerumahmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu  pesan pria di luar. Suaminya pun merasa heran. “Ohho…menyenangkan  sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke  dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istrinya tak  setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, “Sayangku, kenapa kita tak  mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk  membantu keberhasilan panen ladang pertanian kita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata,  anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa  yang akan masuk ke dalam rumah. “Bukankah lebih baik jika kita mengajak  si Kasih-sayang yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan  penuh dengan kehangatan Kasih-sayang. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami-istri itu setuju  dengan pilihan buah hati mereka. “Baiklah, ajak masuk si Kasih-sayang  ini ke dalam. Dan malam ini, Si Kasih-sayang menjadi teman santap malam  kita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria  itu. “Siapa diantara Anda yang bernama Kasih-sayang? Ayo, silahkan  masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Kasih-sayang  berdiri, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohh.. ternyata, kedua pria  berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, wanita itu  bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku hanya  mengundang si Kasih-sayang yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut  juga?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. “Kalau  Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan  tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Kasih-sayang, maka,  kemana pun Kasih sayang pergi, kami akan ikut selalu bersamanya.  Dimana ada Kasih-sayang, maka kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut  serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami berdua ini buta. Dan hanya si  Kasih-sayang yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita  pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh  bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Author  Unknown)&lt;br /&gt;~~~&lt;br /&gt;Sahabat, saya jadi teringat pernah membaca  sebuah artikel (kalau tidak salah ingat di detik.com). Yakni ada sebuah  penelitian, tentang seorang suami yang akan pergi bekerja, dan seorang  anak yang akan berangkat ke sekolah dengan kecupan kasih sayang dari  seorang istri/ibu sang anak, dibandingkan dengan para suami dan anak  yang akan pergi tanpa kecupan (kasih sayang) dari istri/ ibu sang anak,  terlihat berbeda. Prestasi suami dan anak yang mendapatkan kecupan lebih  tinggi dibandingkan mereka yang tidak mendapatkan kecupan tersebut.  Hmm... lalu bagaimana dengan pengalaman anda? Apakah anda merasakannya  juga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga teringat ketika membaca bukunya M. Reza Syarif,  yang berjudul ”Live is Beautiful”. Dia melakukan penelitian kepada para  pengusaha-pengusaha sukses. Dan menakjubkan, ternyata mereka semua begitu  dekat dengan ibu mereka. Ya, walaupun sepintas tidak ada hubungannya.  Tapi jikalau kita telaah dengan seksama, doa dan kasih sayang Ibu lah  yang menyemangatkan mereka. Dan saya meyakini, doa ibu kita sangatlah  mujarab, dan saya Yakin Allah, kan mengabulkan doa-doa ibu kita yang  tulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, janganlah meremehkan yang namanya kasih sayang.  Janganlah kita berdalih demi mencari rezeki, sehingga kita melupakan  kasih sayang dengan keluarga. Dan jangan lupa, kasih sayang merupakan  Karunia dan Anugerah-Nya yang sangat besar. Itu.....!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, mari  kita tebar kasih sayang khususnya keluarga kita. Dan lihatlah apa yang  akan terjadi..... (ikut-ikut gaya Pak Mario Teguh.. ^_^)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam  Motivasi...!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-1876095081944623433?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/1876095081944623433/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/07/cerita-tiga-orang-tamu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/1876095081944623433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/1876095081944623433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/07/cerita-tiga-orang-tamu.html' title='Cerita, &quot;Tiga Orang Tamu&quot;'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TDiKo0VpPgI/AAAAAAAAAFA/PXNZDcXo5dM/s72-c/key.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-6436539629265341577</id><published>2010-07-06T18:32:00.001+07:00</published><updated>2010-07-10T22:31:50.683+07:00</updated><title type='text'>Menggali Bukit</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TDMUKhTI0RI/AAAAAAAAAE4/uoSn7K5qcNA/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="149" src="http://4.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TDMUKhTI0RI/AAAAAAAAAE4/uoSn7K5qcNA/s200/images.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Zaman dahulu ada 2 desa yang dipisahkan sebuah bukit...sehingga desa yg  satu gemah-ripah-lohjinawi atau bahasa sederhananya "SUBUR-MAKMUR dan  hidup SEJAHTERA"...sedangkan desa yang satu lagi sangat TANDUS dan  mereka hidup KEKURANGAN...sehingga beberapa pindah dari desa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAktu  terus berlalu tanpa adanya perubahan....&lt;span class="fullpost"&gt;sampai akhirnya ada seorang  ayah sebut saja UMAR yang ingin mewujudkan IMPIANNYA...ingin merubah  nasibnya selama ini...dan itu disampaikan kepada ke-3 anak laki2nya,  "Wahai anak2ku..mulai besok ayah akan menggali bukit itu agar kondisi  desa kita bisa berubah.." Tapi ke-3 anaknya menganggap itu HAL YANG  MUSTAHIL DILAKUKAN..bahkan menganggap ayah mereka sudah GILA....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan  harinya UMAR benar-benar melaksanakan niatnya...setelah sholat SUBUH  beliau pergi ke bukit dengan membawa cangkul untuk menggali  bukit...penduduk desapun menganggap UMAR sudah gila...dan ke-3 anaknya  juga berusaha menasehati ayahnya..namun UMAR tidak mau merubah  pendiriannya...beliau sangat yakin bisa mewujudkan IMPIANNYA..hari  berganti hari..pekan berganti pekan..lama-lama ke-3 anaknya mulai  berpikir ulang...”JANGAN-JANGAN AYAH BENAR”...akhirnya ke-3nyapun  sepakat membantu ayah mereka...sehingga setiap pagi satu keluarga ini  mengalokasikan sebagian waktunya untuk menggali bukit...dan penduduk  desapun makin yakin satu keluarga itu sudah GILA SEMUA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa  terasa waktu terus berlalu...sampai akhirnya satu demi satu penduduk  desa mulai membantu apa yang dilakukan oleh keluarga UMAR sampai suatu  waktu IMPIAN MEREKA BENAR-BENAR TERWUJUD...sekarang nasib penduduk desa  sudah berubah TOTAL yg semula serba kekurangan sekarang SUBUR, MAKMUR,  dan SEJAHTERA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Author Unknown) mengutip catatan teman...&lt;br /&gt;~~~&lt;br /&gt;Sahabat sekalian..., Sebagian dari kita barangkali takut untuk bermimpi  karena menganggap bahwa impiannya terlalu BESAR...dan mustahil  meraihnya...bagai punguk merindukan bulan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;padahal kita sadar  untuk BERMIMPI BESAR ITU BENAR-BENAR GRATISSS...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin anda  ingat ketika di dunia ini belum ada produk air putih dalam kemasan.  Mereka menganggap ide BODOH dan GILA menjual air putih. Apalagi di  Indonesia, yang begitu berlimpahnya air bersih. Saat itu, air putih  tidak ada harganya, anda bisa memintanya di warung tanpa membayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi  sungguh luar biasa, perusahaan pelopor air mineral, melihat peluang  itu, dan mengubah mindset masyarakat, bahwa air putih pun harus beli.  ya, konsumen harus membeli satu botol air putih lebih mahal daripada  harga bensin saat itu. LUAR BIASA...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm..., saya yakin itu semua  berawal dari impian, bukan sekedar impian kecil... tapi sebuah IMPIAN  BESAR...!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-6436539629265341577?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/6436539629265341577/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/07/menggali-bukit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/6436539629265341577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/6436539629265341577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/07/menggali-bukit.html' title='Menggali Bukit'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TDMUKhTI0RI/AAAAAAAAAE4/uoSn7K5qcNA/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-5632931667224472654</id><published>2010-07-02T09:32:00.001+07:00</published><updated>2010-07-10T22:30:26.564+07:00</updated><title type='text'>Ternyata, Hidup Ini Sederhana</title><content type='html'>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke  dalam tong sampah,dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia  mendapatkan pekerjaan tersebut.Ternyata untuk memperoleh penghargaan  sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;—- 000 —–&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada  seorang anak menjadi murid di toko sepeda.&lt;span class="fullpost"&gt;Suatu saat ada seseorang yang  mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb.Selain  memperbaiki sepeda tersebut, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga  bersih mengkilap.Murid-murid lain menertawakan perbuatannya.Keesokan  hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil  ditarik/diambil kerja di tempatnya.Ternyata untuk menjadi orang yang  berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;—- 000  —–&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak berkata kepada ibunya: “Ibu hari ini sangat  cantik.”Ibu menjawab: “Mengapa?”Anak menjawab: “Karena hari ini ibu sama  sekali tidak marah-marah. ”Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah  mudah, hanya perlu tidak marah-marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;—- 000 —–&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang  petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah.Temannya  berkata: “Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap  akan tumbuh dengan subur.”Petani menjawab: “Aku bukan sedang memupuk  tanamanku, tapi aku sedang membina anakku.”Ternyata membina seorang anak  sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;—- 000 —–&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang  pelatih bola berkata kepada muridnya:“Jika sebuah bola jatuh ke dalam  rerumputan, bagaimana cara mencarinya?”Ada yang menjawab: “Cari mulai  dari bagian tengah.”Ada pula yang menjawab: “Cari di rerumputan yang  cekung ke dalam.”Dan ada yang menjawab: “Cari di rumput yang paling  tinggi.”Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat:“Setapak demi  setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah  sana.”Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan  segala sesuatunyasetahap demi setahap secara berurutan, jangan  meloncat-loncat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;—- 000 —–&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katak yang tinggal di sawah  berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan:“Tempatmu terlalu  berbahaya, tinggallah denganku.”Katak di pinggir jalan menjawab: “Aku  sudah terbiasa, malas untuk pindah.”Beberapa hari kemudian katak “sawah”  menjenguk katak “pinggir jalan”dan menemukan bahwa si katak sudah mati  dilindas mobil yang lewat.Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita  sendiri, cukup hindari kemalasan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;—- 000 —–&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada  segerombolan orang yang berjalan di padang pasir,semua berjalan dengan  berat, sangat menderita,hanya satu orang yang berjalan dengan  gembira.Ada yang bertanya: “Mengapa engkau begitu santai?”Dia menjawab  sambil tertawa: “Karena barang bawaan saya sedikit.”Ternyata sangat  mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan  memilikisecukupnya saja."You are what you think about. Beware of your  mind"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;—- 000 —–&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SALAM MOTIVASI.....!!!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-5632931667224472654?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/5632931667224472654/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/07/ternyata-hidup-ini-sederhana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/5632931667224472654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/5632931667224472654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/07/ternyata-hidup-ini-sederhana.html' title='Ternyata, Hidup Ini Sederhana'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-7486567259870125451</id><published>2010-06-29T21:43:00.003+07:00</published><updated>2010-07-10T22:28:00.985+07:00</updated><title type='text'>Cermin Kesuksesan</title><content type='html'>Dikisahkan, ada seorang pria yang sedang mengalami masalah bertubi-tubi. Rumah tangganya tidak harmonis. Bersamaan dengan itu, dia pun terkena perampingan karyawan di perusahaannya sehingga dia harus berhenti bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu yang senggang, dia berpikir dan mengevaluasi diri. Apa yang salah dengan hidupku? Mengapa aku gagal terus? Bagaimana caranya untuk merubah kegagalan dengan kesuksesan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimulailah pencarian jawaban atas pertanyaannya dengan pergi &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;ke toko buku dan membeli buku-buku yang dianggapnya mampu memberi jawaban. Setelah beberapa buku habis di baca, dia merasa tidak puas dan tidak pula menemukan jawabannya. Tiba-tiba timbul inspirasi di pikirannya, kenapa aku tidak menanyakan langsung saja ke penulis buku-buku itu? Pasti akan lebih berhasil bila aku bisa mendapatkan petunjuk langsung dari si penulis. Maka ditemuilah si penulis buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menceritakan semua kegagalan yang dialaminya, dia berkata, “Tuan penulis, tolong ajarkan kepada saya, rumus dan cara yang bisa membuat saya sukses”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si penulis pun menjawab, “Kalau anda membaca buku saya dengan teliti, dan menjalankan dengan nyata , tentu akan ditemukan cara-cara menuju sukses”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya sudah membaca habis, bahkan hafal isi buku anda, tetapi tetap saja belum menemukan rumus sukses. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk bertanya langsung”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si penulis berpikir sejenak dan berkata, “Baiklah, saya akan ketemukan kamu dengan seseorang. Biar dia yang memberitahu kamu bagaimana cara sukses dalam hidup ini”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan gembira si pria bertanya, “Dimana orang itu bisa saya temui?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si penulis mengajak pria itu ke sebuah kamar, “Dia ada di dalam kamar ini”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Pria itu pun mengetuk pintu dan segera masuk ke dalam kamar. Namun dia heran karena tidak ada seorangpun di dalam kamar tsb, yang ada hanya sebuah cermin besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu si Penulis berkata, “Lihatlah ke cermin itu. Orang yang ada di cermin itu adalah sang penolong yang kamu cari untuk menunjukkan bagaimana caranya meraih sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya hanya kamu yang bisa menolong dirimu sendiri, tanpa kamu berani memulai dari dirimu sendiri untuk berusaha dan berjuang maka kamu tidak akan meraih sukses!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika itu juga si pemuda tersadar, “Terima kasih pak penulis. Saya akan berusaha lebih tekun dan mengandalkan diri sendiri untuk mempraktekkan teori yang telah saya dapat dan pelajari!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber : kaskus.us)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~~~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, Hidup adalah rangkaian aktivitas yang kita lakukan setiap hari, kalau perasaan malas, tidak disiplin, bimbang, ragu2 dan lain sebagainya menguasai diri kita , tentu nasib buruklah yang kita dapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses bukanlah teori, sebagai manusia yang telah di karuniai segenap kelebihan-kelebihan olah Tuhan, kita harus berani mengembangkan diri dan mengandalkan diri sendiri untuk berpikir, bergerak dan berjuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mental kemandirian telah kita miliki, dan tidak cengeng dalam menghadapi kesulitan hidup, berani belajar dalam setiap tindakan yang kita ambil . maka pasti nasib kita akan berubah dan meraih sukses yang membanggakan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih telah membaca, dan... SALAM MOTIVASI....!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-7486567259870125451?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/7486567259870125451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/06/cermin-kesuksesan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/7486567259870125451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/7486567259870125451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/06/cermin-kesuksesan.html' title='Cermin Kesuksesan'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-2683084969654793557</id><published>2010-06-26T14:22:00.000+07:00</published><updated>2010-06-26T14:22:08.863+07:00</updated><title type='text'>Raja Sehari</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TCWqW6TuKbI/AAAAAAAAAEw/IEETjU0geX8/s1600/images.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="133" src="http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TCWqW6TuKbI/AAAAAAAAAEw/IEETjU0geX8/s200/images.jpeg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dahulu ada sebuah Kerajaan yang sangat aman, rakyatnya makmur dan sentosa. Raja ini selalu memperhatikan dan mementingkan kesejahteraan rakyatnya. Sang Raja selalu berkeliling negeri untuk melihat langsung kondisi rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika Sang Raja mendengar rintihan seorang pemuda yang kelaparan. Si Ibu dengan suara lemah mengatakan kepada anaknya bahwa dia sudah tidak memiliki lagi persediaan makanan. Raja pun terkejut ternyata di negerinya ada rakyatnya yang kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Raja berfikir sebentar.&lt;span class="fullpost"&gt; Kemudian dia membuat sebuah kesempatan untuk Sang pemuda. Dia memerintahkan prajuritnya untuk secara diam-diam membawa sang anak ke istana ketika dia tidur, malam itu juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Pemuda itu tidur, secara diam-diam beberapa prajurit membawa pemuda tanpa sepengatahuan siapapun termasuk pemuda itu sendiri.&lt;br /&gt;Raja ingin memberikan jabatannya sebagai Raja selama sehari untuk si pemuda tersebut. Dia ingin tahu apa yang akan dilakuakan si Pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi harinya ketika terbangun dari tidurnya si anak heran, dimanakah dia berada? Segera beberapa pembantu istana menjelaskan bahwa dia saat ini di istana kerajaan dan diangkat menjadi Raja.&lt;br /&gt;Para Pembantu istana sibuk melayaninya.Sementara itu di tempat terpisah si ibu kebingungan dan cemas karena dia mendapati anaknya hilang dari rumahnya. Di carinya kemana-mana tapi sang anak pujaan hati tetap tak ditemukannya. Siang harinya sambil menangis dan bercucuran air mata si ibu pergi ke istana Raja untuk meminta bantuan mencari anaknya ke pelosok negeri. Di gerbang istana si ibu tertahan oleh Para Penjaga istana dan tidak diijinkan untuk bertemu dengan Raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, seorang Penjaga itu masuk ke dalam dan memberi tahu kepada Sang Raja baru (Pemuda) bahwa di luar istana ada seorang ibu tua lusuh dan kelaparan yang sedang mencari anaknya yang hilang. Sang Raja kemudian memerintahkan untuk mensedekahkan satu karung beras kepada ibu tua miskin tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam harinya Sang Raja baru itu tidur kembali di kamarnya yang megah dan mewah. Tengah malam, Sang Raja yang asli dengan Para Pembantunya secara diam-diam kembali memindahkan pemuda yang sedang tidur lelap itu kembali ke rumah ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok pagi si ibu sangat gembira karena telah menemukan kembali anaknya yang hilang kemarin. Sebaliknya si Pemuda heran kenapa dia ada disini kembali. Si ibu bercerita bahwa kemarin dia mencarinya kesana-kemari hingga pergi ke istana untuk minta bantuan, dan pulangnya dia diberi oleh Raja sekarung beras. Si Anak segera menyadari bahwa dialah kemarin yang memberi sekarung beras itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian bergegas dia pergi ke istana dan menghadap Raja, dengan lugu dia minta diangkat kembali menjadi raja. Walau cuma sehari .Sang Raja segera menolak dengan mengatakan bahwa waktu/kesempatannya menjadi raja sudah habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Pemuda tetap memohon,sambil menghiba-hiba Pemuda itu minta hanya sejam saja bahkan beberapa menit saja, tetapi Sang Raja tetap menolak.&lt;br /&gt;Sang Pemuda pulang dengan hati penuh penyesalan. Kenapa dia sangat kikir dulu, seandainya dia dermawan maka tidak hanya sekarung beras yang dia kirim tetapi mungkin berton-ton beras yang dia kirim.&lt;br /&gt;~~~&lt;br /&gt;Tahukah sahabat ?..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah analogi kehidupan kita sekarang. Kelak di akhirat ada orang-orang menyesal. Mereka tidak pernah beramal untuk akhirat. Mereka tidak pernah mengirim beras ( pahala ) yang banyak untuk kampung akhirat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka meminta kesempatan untuk kembali ke dunia, agar bisa beramal sebaik mungkin... tapi, itu tidak mungkin... karna hidup hanya sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, mari kita optimalkan kehidupan didunia ini yang hanya sekali, untuk ibadah dan kebaikan. Karena kita tidak tau kapan ajal menjemput kita. Bisa saja, hari ini adalah hari terakhir kita... maka, kenapa kita masih saja berbuat dosa, dan masih ragu dan malas tuk beribadah kepada-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak kasih sayang Allah Tuhan kita, dengan kasih sayang yang berbentuk berbagai peringatan-peringatan yang datang kepada kita. &lt;br /&gt;Ya, Mungkin tulisan ini adalah yang kesekian ribu peringatan kasih sayang-Nya.... &lt;br /&gt;Tinggal diri kita,... apakah akan kita abaikan peringatan dan kesempatan itu hingga kesempatan itu habis? &lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;Terimakasih sahabat telah membaca, semoga bermanfaat bagi kita semua... Salam Motivasi selalu.... ^_^ &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-2683084969654793557?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/2683084969654793557/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/06/raja-sehari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/2683084969654793557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/2683084969654793557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/06/raja-sehari.html' title='Raja Sehari'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TCWqW6TuKbI/AAAAAAAAAEw/IEETjU0geX8/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-2700047425282289495</id><published>2010-06-14T23:49:00.001+07:00</published><updated>2010-06-19T23:04:02.826+07:00</updated><title type='text'>Keajaiban Bersyukur</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TBZdgg8Cj_I/AAAAAAAAAEo/f8LIzA9IzoU/s1600/Bersyukur_muslim-300x225.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TBZdgg8Cj_I/AAAAAAAAAEo/f8LIzA9IzoU/s200/Bersyukur_muslim-300x225.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Hidup ini mudah jika kita terbuka. Terbuka melihat hal-hal kecil di  sekitar kita, terbuka menerima cobaan yang sedikit menghambat perjalanan  kita, terbuka dalam berpikir begitu beruntungnya kita jika dibandingkan  dengan orang lain, dan masih banyak lagi keterbukaan yang harus kita  lakukan dalam menyikapi hidup. Untuk selanjutnya kita perlu berterima kasih kepada Tuhan atas takdir-Nya yang &lt;span id="more-723"&gt;&lt;/span&gt;indah  untuk kita. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Itulah  Bersyukur…&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dengan bersyukur, ibarat kita punya uang seribu saja kita merasa  kaya. Selain itu, bersyukur merupakan obat ampuh untuk mengobati sifat  iri. Yup..sifat dimana kita merasa cemburu ketika orang lain bahagia,  sifat yang menunjukkan kalau kita tidak punya sesuatu yang bisa kita  banggakan atau bahkan sifat yang bisa menghambat kehidupan kita.  Tidaklah sulit untuk melakukan ini. Hanya perlu kepekaan terhadap apa  yang telah kita miliki dan peka terhadap sekitar kita.&lt;br /&gt;Akhirnya, Anda akan merasakan keindahan hidup seperti orang dan  nyanyian katakan. Inilah keajaiban bersyukur..&lt;br /&gt;www.resensi.net &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-2700047425282289495?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/2700047425282289495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/06/keajaiban-bersyukur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/2700047425282289495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/2700047425282289495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/06/keajaiban-bersyukur.html' title='Keajaiban Bersyukur'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TBZdgg8Cj_I/AAAAAAAAAEo/f8LIzA9IzoU/s72-c/Bersyukur_muslim-300x225.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-2270581211693982547</id><published>2010-06-07T15:59:00.000+07:00</published><updated>2010-06-07T15:59:58.818+07:00</updated><title type='text'>Cerita, "Pensil"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;“Setiap orang pasti pernah membuat kesalahan. Itulah sebabnya, pada  setiap pensil ada penghapusnya"&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;(Pepatah Jepang)&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TAy0xTsZHgI/AAAAAAAAAEg/wN0l_uqFS_Y/s1600/pensilxv1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="131" src="http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TAy0xTsZHgI/AAAAAAAAAEg/wN0l_uqFS_Y/s200/pensilxv1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kali ini saya  ingin menceritakan kepada Anda sebuah kisah penuh hikmah dari sebatang  pensil. Dikisahkan, sebuah pensil akan segera dibungkus dan dijual ke  pasar. Oleh pembuatnya, pensil itu dinasihati mengenai tugas yang akan  diembannya. Maka, beberapa wejangan pun diberikan kepada si pensil.  Inilah yang dikatakan oleh si pembuat pensil tersebut kepada pensilnya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai  pensil, tugasmu yang pertama dan utama adalah membantu orang sehingga  memudahkan mereka menulis. Kamu boleh melakukan fungsi apa pun, tapi  tugas utamamu adalah sebagai alat penulis. Kalau kamu gagal berfungsi  sebagai alat tulis. Macet, rusak, maka tugas utamamu gagal.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kedua,  agar dirimu bisa berfungsi dengan sempurna, kamu akan mengalami proses  penajaman. Memang meyakitkan, tapi itulah yang akan membuat dirimu  menjadi berguna dan berfungsi optimal ”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketiga, yang penting  bukanlah yang ada di luar dirimu. Yang penting, yang utama dan yang  paling berguna adalah yang ada di dalam dirimu. Itulah yang membuat  dirimu berharga dan berguna bagi manusia ”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Keempat, kamu tidak  bisa berfungsi sendirian. Agar bisa berguna dan bermanfaat, maka kamu  harus membiarkan dirimu bekerja sama dengan manusia yang menggunakanmu ”  .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kelima. Di saat-saat terakhir, apa yang telah engkau hasilkan  itulah yang menunjukkan seberapa hebatnya dirimu yang sesungguhnya.  Bukanlah pensil utuh yang dianggap berhasil, melainkan pensil-pensil  yang telah membantu menghasilkan karya terbaik, yang berfungsi hingga  potongan terpendek. Itulah yang sebenarnya paling mencapai tujuanmu  dibuat ”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itulah, pensil-pensil itu pun masuk ke dalam  kotaknya, dibungkus, dikemas, dan dijual ke pasar bagi para manusia yang  membutuhkannya.&lt;br /&gt;(author unknown)&lt;br /&gt;~~~&lt;br /&gt;Sahabatku,  pensil-pensil ini pun mengingatkan kita mengenai tujuan dan misi kita  berada di dunia ini. Saya pun percaya bahwa bukanlah tanpa sebab kita  berada dan diciptakan ataupun dilahirkan di dunia ini. Yang jelas, ada  sebuah purpose dalam diri kita yang perlu untuk digenapi dan  diselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti pensil itu, begitu pulalah diri kita  yang berada di dunia ini. Apa pun profesinya, saya yakin kesadaran kita  mengenai tujuan dan panggilan hidup kita, akan membuat hidup kita  menjadi semakin bermakna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat sobat.... SALAM  MOTIVASI...!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-2270581211693982547?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/2270581211693982547/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/06/cerita-pensil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/2270581211693982547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/2270581211693982547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/06/cerita-pensil.html' title='Cerita, &quot;Pensil&quot;'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TAy0xTsZHgI/AAAAAAAAAEg/wN0l_uqFS_Y/s72-c/pensilxv1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-4299971413438160149</id><published>2010-06-04T08:58:00.000+07:00</published><updated>2010-06-04T08:58:29.685+07:00</updated><title type='text'>"4 Kunci Sukses Usaha"</title><content type='html'>Kali ini, kami bercerita mengenai dialog antara seorang pemuda dengan  salah seorang pengusaha suskses, diberbagai bidang usaha.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TAhdkvyrRwI/AAAAAAAAAEQ/q1hTgdfJkxo/s1600/looo125x125.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TAhdkvyrRwI/AAAAAAAAAEQ/q1hTgdfJkxo/s320/looo125x125.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Berikut,  ceritanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat rahmat Allah Tuhan Yang Mahakuasa, saya  dipertemukan dengan hamba-Nya yang satu ini. Beliau adalah seorang  leader yang selalu mengayomi, memberikan bimbingan, semangat, inspirasi,  ide dan gagasan segar. Beliau seorang pemimpin yang mampu menggerakkan  ratusan hingga ribuan anak buahnya. Beliau seorang guru yang memiliki  lautan ilmu, yang selalu siap ditimba oleh anak-anaknya dan bagai tiada  pernah habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini beliau memiliki berbagai macam bidang  usaha, di antaranya sebagai supplier dan distribusi alat dan produk  kesehatan, puluhan hektar tambak, puluhan hektar ladang, berpuluh rumah  kos, ruko, stand penjualan di mall, apartemen dan lain-lain. Pernah saya  mencoba menghitung, penghasilan beliau bisa mencapai Rp 1 Milyar per  bulannya. Sebuah pencapaian luar biasa bagi saya dan kebanyakan orang  lain.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan antara saya dan beliau yang saya ceritakan di  bawah ini terjadi beberapa tahun yang lalu, di saat penghasilan beliau  masih berkisar Rp 200 juta per bulan. Bagi saya, angka ini pun sudah  bukan main dahsyatnya. Sengaja saya tidak menyebutkan namanya, karena  cerita ini saya publish belum mendapatkan ijin dari beliau. Kita ambil  wisdomnya saja ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, terjadilah dialog antara saya  dengan beliau di serambi sebuah hotel di Bandung . Saya ingat, beliau  berpesan bahwa beliau senang ditanya. Kalau ditanya, maka akan  dijelaskan panjang lebar. Tapi kalau kita diam, maka beliau pun akan  "tidur". Jadilah saya berpikir untuk selalu mengajaknya ngobrol.  Bertanya apa saja yang bisa saya tanyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya  saya bertanya secara asal, "Pak, Anda saat ini kan bisa dibilang sukses.  Paling tidak, lebih sukses daripada orang lain. Lalu menurut Anda, apa  yang menjadi rahasia kesuksesan Anda?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak dinyana beliau  menjawab pertanyaan ini dengan serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ada empat hal yang harus  Anda perhatikan," begitu beliau memulai penjelasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RAHASIA  PERTAMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pertama. Jangan lupakan orang tuamu, khususnya ibumu.  Karena ibu adalah orang yang melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai  dari mengandung 9 bulan lebih, itu sangat berat. Ibu melahirkan kita  dengan susah payah, sakit sekali, nyawa taruhannya. Surga di bawah  telapak kaki ibu.. Ibu bagaikan pengeran katon (Tuhan yang kelihatan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak  orang sekarang yang salah. Para guru dan kyai dicium tangannya,  sementara kepada ibunya tidak pernah. Para guru dan kyai dipuja dan  dielukan, diberi sumbangan materi jutaan rupiah, dibuatkan rumah; namun  ibunya sendiri di rumah dibiarkan atau diberi materi tapi sedikit  sekali. Banyak orang yang memberangkatkan haji guru atau kyainya,  padahal ibunya sendiri belum dihajikan. Itu terbalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan Nabi :  Ibumu, ibumu, ibumu... baru kemudian ayahmu dan gurumu.&lt;br /&gt;Ridho Allah  tergantung pada ridho kedua orang tua. Kumpulkan seribu ulama untuk  berdoa. Maka doa ibumu jauh lebih mustajabah." Beliau mengambil napas  sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RAHASIA KEDUA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemudian yang kedua," beliau  melanjutkan. "Banyaklah memberi. Banyaklah bersedekah. Allah berjanji  membalas setiap uang yang kita keluarkan itu dengan berlipat ganda.  Sedekah mampu mengalahkan angin. Sedekah bisa mengalahkan besi. Sedekah  membersihkan harta dan hati kita. Sedekah melepaskan kita dari  marabahaya. Allah mungkin membalas sedekah kita dengan rejeki yang  banyak, kesehatan, terhindarkan kita dari bahaya, keluarga yang baik,  ilmu, kesempatan, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sepelekan bila ada  pengemis datang meminta-minta kepadamu. Karena saat itulah sebenarnya  Anda dibukakan pintu rejeki. Beri pengemis itu dengan pemberian yang  baik dan sikap yang baik. Kalau punya uang kertas, lebih baik memberinya  dengan uang kertas, bukan uang logam. Pilihkan lembar uang kertas yang  masih bagus, bukan yang sudah lecek. Pegang dengan dua tangan, lalu  ulurkan dengan sikap hormat kalau perlu sambil menunduk (menghormat) .  Pengemis yang Anda beri dengan cara seperti itu, akan terketuk hatinya,  'Belum pernah ada orang yang memberi dan menghargaiku seperti ini.' Maka  terucap atau tidak, dia akan mendoakan Anda dengan kelimpahan rejeki,  kesehatan dan kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang keliru dengan  menolak pengemis yang mendatanginya, bahkan ada pula yang menghardiknya.  Perbuatan itu sama saja dengan menutup pintu rejekinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  kesempatan lain, ketika saya berjalan-jalan dengan beliau, beliau jelas  mempraktekkan apa yang diucapkannya itu. Memberi pengemis dengan  selembar uang ribuan yang masih bagus dan memberikannya dengan dua  tangan sambil sedikit membungkuk hormat. Saya lihat pengemis itu memang  berbinar dan betapa berterima kasihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RAHASIA KETIGA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah  berjanji memberikan rejeki kepada kita dari jalan yang tidak  disangka-sangka, " begitu beliau mengawali penjelasannya untuk rahasia  ketiganya. "Tapi sedikit orang yang tahu, bagaimana caranya supaya itu  cepat terjadi? Kebanyakan orang hanya menunggu. Padahal itu ada  jalannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Benar di Al Quran ada satu ayat yang kira-kira  artinya : Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya diadakan-Nya  jalan keluar baginya dan memberinya rejeki dari jalan/pintu yang tidak  diduga-duga" , saya menimpali (QS Ath Thalaq 2-3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah, ingin  tahu caranya bagaimana agar kita mendapatkan rejeki yang tidak  diduga-duga? ," tanya beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, bagaimana caranya?" jawab  saya. Saya pikir cukup dengan bertaqwa, menjalankan perintah-Nya dan  menjauhi larangan-Nya, maka Allah akan mengirim rejeki itu datang untuk  kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Banyaklah menolong orang. Kalau ada orang yang butuh  pertolongan, kalau ketemu orang yang kesulitan, langsung Anda bantu!"  jawaban beliau ini membuat saya berpikir keras. "Saat seperti itulah,  Anda menjadi rejeki yang tidak disangka-sangka bagi orang itu. Maka  tentu balasannya adalah Allah akan memberikan kepadamu rejeki yang tidak  disangka-sangka pula."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Walau pun itu orang kaya?" tanya saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya,  walau itu orang kaya, suatu saat dia pun butuh bantuan. Mungkin  dompetnya hilang, mungkin ban mobilnya bocor, atau apa saja. Maka jika  Anda temui itu dan Anda bisa menolongnya, segera bantulah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Walau  itu orang yang berpura-pura? Sekarang kan banyak orang jalan kaki,  datang ke rumah kita, pura-pura minta sumbangan rumah ibadah, atau  pura-pura belum makan, tapi ternyata cuma bohongan. Sumbangan yang  katanya untuk rumah ibadah, sebenarnya dia makan sendiri," saya bertanya  lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya walau orang itu cuma berpura-pura seperti itu," jawab  beliau. "Kalau Anda tanya, sebenarnya dia pun tidak suka melakukan  kebohongan itu. Dia itu sudah frustasi karena tidak bisa bekerja atau  tidak punya pekerjaan yang benar. Dia itu butuh makan, namun sudah buntu  pikirannya. Akhirnya itulah yang bisa dia lakukan. Soal itu nanti,  serahkan pada Allah. Allah yang menghakimi perbuatannya, dan Allah yang  membalas niat dan pemberian Anda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RAHASIA KEEMPAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah,  makin menarik, nih. Saya manggut-manggut. Sebenarnya saya tidak  menyangka kalau pertanyaan asal-asalan saya tadi berbuah jawaban yang  begitu serius dan panjang. Sekarang tinggal satu rahasia lagi, dari  empat rahasia seperti yang dikatakan beliau sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang  keempat nih, Mas," beliau memulai. "Jangan mempermainkan wanita".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hm...  ini membuat saya berpikir keras. Apa maksudnya. Apakah kita membuat  janji dengan teman wanita, lalu tidak kita tepati? Atau jangan biarkan  wanita menunggu? Seperti di film-film saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksudnya begini.  Anda kan punya istri, atau suami. Itu adalah pasangan hidup Anda, baik  di saat susah maupun senang. Ketika Anda pergi meninggalkan rumah untuk  mencari nafkah, dia di rumah menunggu dan berdoa untuk keselamatan dan  kesuksesan Anda. Dia ikut besama Anda di kala Anda susah, penghasilan  yang pas-pasan, makan dan pakaian seadanya, dia mendampingi Anda dan  mendukung segala usaha Anda untuk berhasil."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu?" saya tak  sabar untuk tahu kelanjutan maksudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Banyak orang yang  kemudian ketika sukses, uangnya banyak, punya jabatan, lalu menikah  lagi. Atau mulai bermain wanita (atau bermain pria, bagi yang  perempuan). Baik menikah lagi secara terang-terangan, apalagi diam-diam,  itu menyakiti hati pasangan hidup Anda. Ingat, pasangan hidup yang dulu  mendampingi Anda di kala susah, mendukung dan berdoa untuk kesuksesan  Anda. Namun ketika Anda mendapatkan sukses itu, Anda meninggalkannya.  Atau Anda menduakannya. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh... pelajaran monogami nih, pikir  saya dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Banyak orang yang lupa hal itu. Begitu sudah  jadi orang besar, uangnya banyak, lalu cari istri lagi. Menikah lagi.  Rumah tangganya jadi kacau. Ketika merasa ditinggalkan, pasangan  hidupnya menjadi tidak rela. Akhirnya uangnya habis untuk biaya  sana-sini. Banyak orang yang jatuh karena hal seperti ini. Dia lupa  bahwa pasangan hidupnya itu sebenarnya ikut punya andil dalam kesuksesan  dirinya," beliau melanjutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini saya buktikan sendiri,  setiap saya datang ke rumahnya yang di Waru Sidoarjo, saya menjumpai  beliau punya 1 istri, 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbincangan  ini ditutup ketika kemudian ada tamu yang datang....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(oleh:  Probo Jatmiko) dari Cerita Motivasi Facebook &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-4299971413438160149?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/4299971413438160149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/06/4-kunci-sukses-usaha.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/4299971413438160149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/4299971413438160149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/06/4-kunci-sukses-usaha.html' title='&quot;4 Kunci Sukses Usaha&quot;'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/TAhdkvyrRwI/AAAAAAAAAEQ/q1hTgdfJkxo/s72-c/looo125x125.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-7723245701568953436</id><published>2010-06-02T22:23:00.000+07:00</published><updated>2010-06-02T22:23:48.402+07:00</updated><title type='text'>"Tes Psikologi"</title><content type='html'>Ada sebatang POHON tua tumbuh ditanah lapangan, bila HUJAN turun maka beberapa helai daun akan tumbuh. Bila MUSIM GUGUR datang, ANGIN menerbangkan semua daunnya. Dan Jika diberi pilihan, maka kamu mau jadi apa....?&lt;br /&gt;a. Hujan&lt;br /&gt;b. Angin&lt;br /&gt;c. Musim gugur&lt;br /&gt;d. Daun&lt;br /&gt;e. Pohon&lt;br /&gt;(jangan asal jawab... coba pikirkan dan fahami dulu.Lalu pilih salah satu)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sich arti dari jawaban kamu ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Hujan &lt;br /&gt;Kamu adalah seorang yang mau mencari seseorang yang betul-betul cinta dan setia kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Angin&lt;br /&gt;Ternyata kamu adalah orang ke tiga dalam Cinta segitiga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Musim Gugur&lt;br /&gt;Kamu selalu mencintai dua orang dalam 1 masa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Daun&lt;br /&gt;Wah, ternyata kamu adalah playboy or playgirl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Pohon&lt;br /&gt;Selamat, kamu termasuk orang yang sangat setia dengan pasangan kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tes ini diambil dari buku filosofi berbahasa Malaysia dan 80% jawaban yang dipilih adalah cermin dari diri kamu... &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-7723245701568953436?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/7723245701568953436/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/06/tes-psikologi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/7723245701568953436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/7723245701568953436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/06/tes-psikologi.html' title='&quot;Tes Psikologi&quot;'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-1574031008792503433</id><published>2010-05-29T22:03:00.000+07:00</published><updated>2010-05-29T22:03:46.692+07:00</updated><title type='text'>Cerita, “Andaikan di Bumi hanya 100 orang”</title><content type='html'>Sahabat, jika populasi bumi berkurang hingga menjadi sebuah desa dengan  hanya 100 orang penduduk, seperti apakah profil desa kecil yang beragam  ini, jika seluruh perhitungan rasio kependudukan dianggap masih berlaku?  Philip M.Hartner, MD dari Fakultas Kedokteran Stanford University  Amerika Serikat, mencoba menemukan jawaban atas pertanyaan ini.  Berdasarkan analisanya, desa kecil bumi akan terdiri dari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;57  orang Asia&lt;br /&gt;21 orang Eropa&lt;br /&gt;14 orang berasal dari belahan bumi  sebelah barat&lt;br /&gt;8 orang Afrika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;52 perempuan&lt;br /&gt;48 laki-laki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;80  bukan kulit putih&lt;br /&gt;20 kulit putih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;89 heteroseksual&lt;br /&gt;11  homoseksual&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;6 orang memiliki 59% dari seluruh kekayaan bumi,  dan keenam orang tersebut seluruhnya berasal dari Amerika Serikat. 80  orang tinggal di rumah-rumah yang tidak menenuhi standard 70 orang tidak  dapat membaca 50 orang menderita kekurangan gizi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 orang hampir  meninggal&lt;br /&gt;1 orang sedang hamil&lt;br /&gt;1 orang memiliki latar belakang  perguruan tinggi&lt;br /&gt;1 orang memiliki komputer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita  merenungkan analisa Hartner dan mulai dari hal-hal sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•  Jika anda tinggal di rumah yang baik, memiliki banyak makanan dan dapat  membaca, anda adalah bagian dari kelompok terpilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jika anda  memiliki rumah yang baik, makanan, dapat membaca dan memiliki komputer,  anda bagian dari kelompok elit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jika anda bangun pagi ini dan  merasa sehat, anda lebih beruntung dari jutaan orang yang mungkin tidak  akan dapat bertahan hidup minggu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jika anda tidak pernah  merasakan bahaya perang, kesepian karena dipenjara, kesakitan karena  penyiksaan, atau kelaparan, anda berada selangkah lebih maju  dibandingkan 500 juta orang di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jika anda dapat  menghadiri pertemuan politik atau keagamaan tanpa merasa takut akan  dilecehkan, ditangkap, disiksa, atau mati, anda beruntung, karena lebih  dari 3 milyar orang di dunia tidak dapat melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jika  anda memiliki makanan di lemari pendingin, baju-baju di lemari pakaian,  dan memiliki atap yang menaungi tempat anda beristirahat, anda lebih  kaya dari 75% penduduk di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jika anda memiliki uang di  bank, di dompet, dan mampu membelanjakan sebagian uang untuk menikmati  hidangan di restoran, anda merupakan anggota dari 8% kelompok  orang-orang kaya di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jika orang tua anda masih hidup dan  menikmat bahagianya kehidupan pernikahan mereka, maka anda termasuk  salah satu dari kelompok orang yang dikategorikan langka, terutama di  Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jika anda mampu menegakkan kepala dengan  senyuman dibibir dan merasa benar- benar bahagia, anda memiliki  keistimewaan tersendiri, karena sebagian besar orang tidak memperoleh  kenikmatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Hareem Musasi)&lt;br /&gt;~~~&lt;br /&gt;Sahabat,  Masihkah Anda mengatakan Anda kurang beruntung?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita bisa  menikmati hari yang indah ini. Hitunglah karunia keberuntungan kita,  dan sampaikan hal ini kepada orang lain untuk mengingatkan bahwa  sebenarnya, kita adalah orang-orang yang sangat beruntung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka  tak ada kata lain kecuali Bersyukurlah kepada Tuhan, atas segala  Karunia-Nya….&lt;br /&gt;(Cerita-cerita Motivasi FB) &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-1574031008792503433?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/1574031008792503433/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/05/cerita-andaikan-di-bumi-hanya-100-orang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/1574031008792503433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/1574031008792503433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/05/cerita-andaikan-di-bumi-hanya-100-orang.html' title='Cerita, “Andaikan di Bumi hanya 100 orang”'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-3700158590931749078</id><published>2010-05-28T12:06:00.000+07:00</published><updated>2010-05-28T12:06:59.289+07:00</updated><title type='text'>"PAY IT FORWARD"</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S_9PPL2hK6I/AAAAAAAAAD4/xoKgFDQfw4U/s1600/PayItForward.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S_9PPL2hK6I/AAAAAAAAAD4/xoKgFDQfw4U/s320/PayItForward.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Saat terlintas keraguan apakah mungkin perbuatan baik yang kecil dan  sederhana yang kita lakukan kepada orang lain akan mampu mempengaruhi  kehidupan mereka, mungkin Film “PAY IT FORWARD” bisa menjadi pendorong  yang memberikan kita semangat untuk selalu tidak jemu-jemu berbuat baik  kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisahnya bercerita tentang seorang anak umur  delapan tahun bernama Trevor yang berpikir jika dia melakukan kebaikan  kepada tiga orang disekitarnya, lalu jika ke tiga orang tersebut  meneruskan kebaikan yang mereka terima itu dengan melakukan kepada tiga  orang lainnya dan begitu seterusnya, &lt;span class="fullpost"&gt; maka dia yakin bahwa suatu saat  nanti dunia ini akan dipenuhi oleh orang-orang yang saling mengasihi.  Dia menamakan ide tersebut: “PAY IT FORWARD” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita,  Trevor memutuskan bahwa tiga orang yang akan menjadi bahan eksperimen  adalah mamanya sendiri (yang menjadi single parent), seorang pemuda  gembel yang selalu dilihatnya dipinggir jalan dan seorang teman sekelas  yang selalu diganggu oleh sekelompok anak-anak nakal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percobaanpun  dimulai : Trevor melihat bahwa mamanya yang sangat kesepian, tidak  punya teman untuk berbagi rasa, telah menjadi pecandu minuman keras.  Trevor berusaha menghentikan kecanduan mamanya dengan cara rajin  mengosongkan isi botol minuman keras yang ada dirumah mereka, dia juga  mengatur rencana supaya mamanya bisa berkencan dengan guru sekolah  Trevor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang mama yang melihat perhatian si anak yang begitu  besar menjadi terharu, saat sang mama mengucapkan terima kasih, Trevor  berpesan kepada mamanya “PAY IT FORWARD, MOM”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang mama yang  terkesan dengan yang dilakukan Trevor, terdorong untuk meneruskan  kebaikan yang telah diterimanya itu dengan pergi ke rumah ibunya (nenek  si Trevor), hubungan mereka telah rusak selama bertahun-tahun dan mereka  tidak pernah bertegur sapa, kehadiran sang putri untuk meminta maaf dan  memperbaiki hubungan diantara mereka membuat nenek Trevor begitu  terharu, saat nenek Trevor mengucapkan terima kasih, si anak berpesan  :”PAY IT FORWARD, MOM”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang nenek yang begitu bahagia karena  putrinya mau memaafkan dan menerima dirinya kembali, meneruskan kebaikan  tersebut dengan menolong seorang pemuda yang sedang ketakutan karena  dikejar segerombolan orang untuk bersembunyi di mobil si nenek, ketika  para pengejarnya sudah pergi, si pemuda mengucapkan terima kasih, si  nenek berpesan : “PAY IT FORWARD, SON”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pemuda yang terkesan  dengan kebaikan si nenek, terdorong meneruskan kebaikan tersebut dengan  memberikan nomor antriannya di rumah sakit kepada seorang gadis kecil  yang sakit parah untuk lebih dulu mendapatkan perawatan, ayah si gadis  kecil begitu berterima kasih kepada si pemuda ini, si pemuda berpesan  kepada ayah si gadis kecil : “PAY IT FORWARD, SIR”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah si gadis  kecil yang terkesan dengan kebaikan si pemuda, terdorong meneruskan  kebaikan tersebut dengan memberikan mobilnya kepada seorang wartawan TV  yang mobilnya terkena kecelakaan pada saat sedang meliput suatu acara,  saat si wartawan berterima kasih, ayah si gadis berpesan:”PAY IT  FORWARD”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang wartawan yang begitu terkesan terhadap kebaikan  ayah si gadis, bertekad untuk mencari tau dari mana asal muasalnya  istilah “PAY IT FORWARD” tersebut, jiwa kewartawanannya mengajak dia  untuk menelusuri mundur untuk mencari informasi mulai dari ayah si  gadis, pemuda yang memberi antrian nomor rumah sakit, nenek yang  memberikan tempat persembunyian, putri si nenek yang mengampuni, sampai  kepada si Trevor yang mempunyai ide tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkesan dengan apa  yang dilakukan oleh Trevor, Si wartawan mengatur agar Trevor bisa  tampil di Televisi supaya banyak orang yang tergugah dengan apa yang  telah dilakukan oleh anak kecil ini. Saat kesempatan untuk tampil di  Televisi terlaksana, Trevor mengajak semua pemirsa yang sedang melihat  acara tersebut untuk BERSEDIA MEMULAI DARI DIRI MEREKA SENDIRI UNTUK  MELAKUKAN KEBAIKAN KEPADA ORANG-ORANG DISEKITAR MEREKA agar dunia ini  menjadi dunia yang penuh kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun umur Trevor sangat singkat,  dia ditusuk pisau saat akan menolong teman sekolahnya yang selalu  diganggu oleh para berandalan, selesai penguburan Trevor, betapa  terkejutnya sang Mama melihat ribuan orang tidak henti-hentinya datang  dan berkumpul di halaman rumahnya sambil meletakkan bunga dan menyalakan  lilin tanda ikut berduka cita terhadap kematian Trevor. Trevor  sendiripun sampai akhir hayatnya tidak pernah menyadari dampak yang  diberikan kepada banyak orang hanya dengan melakukan kebaikan penuh  kasih kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber : Resensi.net)&lt;br /&gt;~~~&lt;br /&gt;Sahabat,  mungkinkah saat kita terkagum-kagum menikmati kebaikan Tuhan di dalam  hidup kita, dan kita bertanya-tanya kepada Tuhan bagaimana cara untuk  mengungkapkan rasa terima kasih kepadaNya, jawaban Tuhan hanya  sesederhana ini: “PAY IT FORWARD to OTHERS around YOU (Teruskanlah itu  kepada orang lain yang ada disekitarmu)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, disaat kita  menemukan kebahagiaan IMAN, maka “PAY IT FORWARD to OTHERS around YOU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat  kita faham akan hakekat kehidupan, maka “PAY IT FORWARD to OTHERS  around YOU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat  kita berhasil dalam meraih cinta dan  kesuksesan, maka “PAY IT FORWARD to OTHERS around YOU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan disaat  anda merasakan hal yang bermanfaat dari Grup CCM ini, maka “PAY IT  FORWARD to OTHERS around YOU &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-3700158590931749078?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/3700158590931749078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/05/pay-it-forward.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/3700158590931749078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/3700158590931749078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/05/pay-it-forward.html' title='&quot;PAY IT FORWARD&quot;'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S_9PPL2hK6I/AAAAAAAAAD4/xoKgFDQfw4U/s72-c/PayItForward.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-61696608411606849</id><published>2010-05-25T21:41:00.000+07:00</published><updated>2010-05-25T21:41:22.208+07:00</updated><title type='text'>"Seorang Wanita" (Aku Bukan Pelacur)</title><content type='html'>Jika engkau melihat penampilanku, aku yakin engkau akan menganggapku  cantik, meski tidak secantik bidadari. Kalau kau menengok kehidupanku,  tak diragukan kau akan memberikan penilaian kehidupanku dipenuhi  kebahagiaan, nyaris sempurna. Kehidupan yang diidam-idamkan oleh hampir  semua wanita.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S_vhexv6LkI/AAAAAAAAADw/221Omk2xyvM/s1600/air.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="146" src="http://3.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S_vhexv6LkI/AAAAAAAAADw/221Omk2xyvM/s200/air.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tapi, cobalah engkau selami jiwaku, akan kau  temukan gelombang besar terjang-menerjang. Pasti kau lihat lorong gua  yang kelam dan gelap. Apa yang kau rasakan? Hancur berkeping-keping? Ahh  terlalu dilebih-lebihkan, yang tepat jiwaku meranggas. Jiwaku selalu  memangggil-manggil kedamaian, &lt;span class="fullpost"&gt;  ia ingin memeluk kesucian, setelah hampir  saja, ya hampir saja diriku terperosok dalam kubangan lumpur hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai  wanita, sama seperti kalian, aku ingin mendapat sentuhan lembut dan  penuh cinta seorang lelaki idaman. Jiwa wanita akan terus mengembara  mencari lelaki idaman, karena itu wanita tak mudah jatuh cinta pada  lelaki. Lelaki, makhluk itu hanya mencari kepuasan, kenikmatan, bukan  cinta. Lelaki bila bertemu dengan perempuan yang cantik dan putih, ia  akan jatuh cinta. Tapi wanita tidak begitu. Meski ia berjumpa dengan  lelaki tampan, bertubuh aduhai, berduit lagi, ia tak akan langsung  menyerah. Karena wanita ditakdirkan menjadi mata air cinta, ia akan  selalu jernih memaknai cinta. Wanita akan memberi kesejukan, tempat  tetirah yang nyaman bagi orang yang dicintai. Pun begitu, atas nama  cinta perempuan juga bisa menjadi singa lapar, mengaum keras, menerjang,  mencakar, dan mencabik-cabik tubuh siapa saja yang berani menodai  cintanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila wanita sudah memilih seseorang sebagai pelabuhan  cinta, maka akan ia berikan semua yang ia miliki, akan ia korbankan  harga dirinya demi orang yang ia cintai. Dan itulah yang membuat lelaki  menilai perempuan sebagai makhluk lemah. Ahh, tahu apa lelaki tentang  kekuatan cinta. Kelemahan perempuan merupakan kekuatan cinta. Perempuan  yang kehilangan kekuatan cinta, ia akan menghina dirinya sendiri dengan  cara mengemis pengakuan kesederajatan pada lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun baru  tahu hakekat cinta setelah hampir saja, ya hampir saja aku jatuh dalam  lubang berlumpur hitam. Ketika jarak antara kehinaan dan kemuliaan cinta  tinggal satu helai rambut saja, aku tersadar tentang cinta. Sejak itu  aku terus berusaha mencercap manis madu cinta, meski dalam pandangan  mata orang lain madu cinta itu pahit rasanya. Cinta dan kesetiaan, bagai  cawan dan anggur. Bagaimana mungkin engkau bisa mereguk anggur bila tak  ada cawan. Dan cawan akan kehilangan hakekatnya bila ia tak diisi  anggur. Jangan engkau berkata cinta bila ada benih-benih selingkuh dalam  pikiran atau perasaanmu. Jangan pernah engkau berdusta pada cinta,  karena pasti engkau akan disiksa oleh rasa penyesalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan itulah  yang aku alami, penyesalan itu masih terus menyiksaku hingga kini, saat  usiaku tak muda lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber : SPIRIT Learning Community)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-61696608411606849?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/61696608411606849/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/05/seorang-wanita-aku-bukan-pelacur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/61696608411606849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/61696608411606849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/05/seorang-wanita-aku-bukan-pelacur.html' title='&quot;Seorang Wanita&quot; (Aku Bukan Pelacur)'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S_vhexv6LkI/AAAAAAAAADw/221Omk2xyvM/s72-c/air.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-720513014045692509</id><published>2010-05-24T18:08:00.000+07:00</published><updated>2010-05-24T18:08:47.441+07:00</updated><title type='text'>"Lalat dan Semut"</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S_peLfbKKTI/AAAAAAAAADo/bPH8heMnJDg/s1600/lalat.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="147" src="http://4.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S_peLfbKKTI/AAAAAAAAADo/bPH8heMnJDg/s200/lalat.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta di atas sebuah tong sampah  di depan sebuah rumah. Suatu ketika, anak pemilik rumah keluar dan tidak  menutup kembali pintu rumah. Kemudian nampak seekor lalat bergegas  terbang memasuki rumah itu. Si lalat langsung menuju sebuah meja makan  yang penuh dengan makanan lezat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya bosan dengan sampah-sampah  itu, ini saatnya menikmati makanan segar," katanya. Setelah kenyang, si  lalat bergegas ingin keluar dan terbang menuju pintu saat dia masuk,  namun ternyata pintu kaca itu telah terutup rapat. Si lalat hinggap  sesaat di kaca pintu memandangi kawan-kawannya yang melambai-lambaikan  tangannya seolah meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si  lalat pun terbang di sekitar kaca, &lt;span class="fullpost"&gt; sesekali melompat dan menerjang kaca  itu, dengan tak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu kaca.  Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke  kanan bolak-balik, demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari makin  petang, si lalat itu nampak kelelahan dan kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok  paginya, nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai. Tak jauh  dari tempat itu, nampak serombongan semut merah berjalan beriringan  keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Dan ketika menjumpai lalat  yang tak berdaya itu, serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai  menggigit tubuh lalat itu hingga mati. Kawanan semut itu pun  beramai-ramai mengangkut bangkai lalat yang malang itu menuju sarang  mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan, seekor semut kecil bertanya kepada  rekannya yang lebih tua, "Ada apa dengan lalat ini, Pak? Mengapa dia  sekarat?" "Oh.., itu sering terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia  seperti ini. Sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia sungguh-sungguh  telah berjuang keras berusaha keluar dari pintu kaca itu. Namun ketika  tak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan hingga  akhirnya jatuh sekarat dan menjadi menu makan malam kita.&lt;br /&gt;Semut  kecil itu nampak manggut-manggut, namun masih penasaran dan bertanya  lagi, "Aku masih tidak mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha  keras? Kenapa tidak berhasil?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih sambil berjalan dan  memanggul bangkai lalat, semut tua itu menjawab, "Lalat itu adalah  seorang yang tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali, hanya  saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama." Semut tua itu  memerintahkan rekan-rekannya berhenti sejenak seraya melanjutkan  perkataannya, namun kali ini dengan mimik dan nada lebih serius, "Ingat  anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dengan cara yang sama tapi  mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kamu akan seperti lalat  ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Para pemenang tidak melakukan hal-hal yang berbeda, mereka  hanya melakukannya dengan cara yang berbeda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sahabatz.blogspot.com)&lt;br /&gt;~~~&lt;br /&gt;Sahabat,  kesuksesan tidaklah cukup dengan kerja KERAS... akan tetapi harus  diiringi dengan kerja CERDAS... selalu kreatif melakukan hal-hal yang  baru... dengan belajar dan belajar dari yang terbaik... dan akan  disempurnakan dengan kerja IKHLAS... sebuah ketulusan bekerja...  menjadikannya sebuah ibadah yang mulia... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ingat kiat  SUKSES...! (Aa Gym)&lt;br /&gt;1. Kerja CERDAS&lt;br /&gt;2. Kerja KERAS&lt;br /&gt;3. Kerja  IKHLAS &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-720513014045692509?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/720513014045692509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/05/lalat-dan-semut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/720513014045692509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/720513014045692509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/05/lalat-dan-semut.html' title='&quot;Lalat dan Semut&quot;'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S_peLfbKKTI/AAAAAAAAADo/bPH8heMnJDg/s72-c/lalat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-2696102339187682216</id><published>2010-05-21T23:14:00.000+07:00</published><updated>2010-05-21T23:14:10.979+07:00</updated><title type='text'>"Gunung-Gunung Sebenarnya Bergerak"</title><content type='html'>Dalam sebuah ayat, kita diberitahu bahwa gunung-gunung tidaklah diam  sebagaimana yang tampak, akan tetapi mereka terus-menerus bergerak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya,  padahal dia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah  yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha  Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al Qur’an, 27:88)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S_axJVUlyqI/AAAAAAAAADg/yOWNrOHYyX4/s1600/gunung.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="149" src="http://3.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S_axJVUlyqI/AAAAAAAAADg/yOWNrOHYyX4/s200/gunung.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Gerakan gunung-gunung ini disebabkan oleh gerakan kerak bumi tempat  mereka berada. Kerak bumi ini seperti mengapung di atas lapisan magma  yang lebih rapat. Pada awal abad ke-20, untuk pertama kalinya dalam  sejarah, seorang ilmuwan Jerman bernama Alfred Wegener mengemukakan  bahwa benua-benua pada permukaan bumi menyatu pada masa-masa awal bumi, &lt;span class="fullpost"&gt; namun kemudian bergeser ke arah yang berbeda-beda sehingga terpisah  ketika mereka bergerak saling menjauhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli geologi memahami kebenaran pernyataan Wegener baru pada tahun  1980, yakni 50 tahun setelah kematiannya. Sebagaimana pernah dikemukakan  oleh Wegener dalam sebuah tulisan yang terbit tahun 1915, sekitar 500  juta tahun lalu seluruh tanah daratan yang ada di permukaan bumi awalnya  adalah satu kesatuan yang dinamakan Pangaea. Daratan ini terletak di  kutub selatan.&lt;br /&gt;Sekitar 180 juta tahun lalu, Pangaea terbelah menjadi dua bagian yang  masing-masingnya bergerak ke arah yang berbeda. Salah satu daratan atau  benua raksasa ini adalah Gondwana, yang meliputi Afrika, Australia,  Antartika dan India. Benua raksasa kedua adalah Laurasia, yang terdiri  dari Eropa, Amerika Utara dan Asia, kecuali India. Selama 150 tahun  setelah pemisahan ini, Gondwana dan Laurasia terbagi menjadi  daratan-daratan yang lebih kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benua-benua yang terbentuk menyusul terbelahnya Pangaea telah bergerak  pada permukaan Bumi secara terus-menerus sejauh beberapa sentimeter per  tahun. Peristiwa ini juga menyebabkan perubahan perbandingan luas antara  wilayah daratan dan lautan di Bumi. Pergerakan kerak Bumi ini  diketemukan setelah penelitian geologi yang dilakukan di awal abad  ke-20. Para ilmuwan menjelaskan peristiwa ini sebagaimana berikut: Kerak  dan bagian terluar dari magma, dengan ketebalan sekitar 100 km, terbagi  atas lapisan-lapisan yang disebut lempengan. Terdapat enam lempengan  utama, dan beberapa lempengan kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut teori yang disebut lempeng tektonik, lempengan-lempengan ini  bergerak pada permukaan bumi, membawa benua dan dasar lautan bersamanya.  Pergerakan benua telah diukur dan berkecepatan 1 hingga 5 cm per tahun.  Lempengan-lempengan tersebut terus-menerus bergerak, dan menghasilkan  perubahan pada geografi bumi secara perlahan. Setiap tahun, misalnya,  Samudera Atlantic menjadi sedikit lebih lebar. (Carolyn Sheets, Robert  Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton,  Massachusetts, 1985, s. 30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hal sangat penting yang perlu dikemukakan di sini: dalam ayat  tersebut Allah telah menyebut tentang gerakan gunung sebagaimana  mengapungnya perjalanan awan. (Kini, Ilmuwan modern juga menggunakan  istilah “continental drift” atau “gerakan mengapung dari benua” untuk  gerakan ini. (National Geographic Society, Powers of Nature, Washington  D.C., 1978, s.12-13)&lt;br /&gt;Tidak dipertanyakan lagi, adalah salah satu kejaiban Al Qur’an bahwa  fakta ilmiah ini, yang baru-baru saja ditemukan oleh para ilmuwan, telah  dinyatakan dalam Al Qur’an.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-2696102339187682216?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/2696102339187682216/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/05/gunung-gunung-sebenarnya-bergerak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/2696102339187682216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/2696102339187682216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/05/gunung-gunung-sebenarnya-bergerak.html' title='&quot;Gunung-Gunung Sebenarnya Bergerak&quot;'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S_axJVUlyqI/AAAAAAAAADg/yOWNrOHYyX4/s72-c/gunung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-4842408113771617498</id><published>2010-05-20T15:20:00.000+07:00</published><updated>2010-05-20T15:20:18.149+07:00</updated><title type='text'>"Cinta Lelaki Biasa" (kisah nyata)</title><content type='html'>Menjelang hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia  mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang,  hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi  bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan  Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama  herannya. Kenapa? Tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat  undangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S_Twsjr-t9I/AAAAAAAAADY/il8yK_uCFfU/s1600/hearts.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="186" src="http://3.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S_Twsjr-t9I/AAAAAAAAADY/il8yK_uCFfU/s200/hearts.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Saat itu teman-teman baik Nania sedang duduk di kantin  menikmati hari-hari sidang yang baru saja berlalu. Suasana sore di  kampus sepi. Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu. Tiba-tiba  saja pipi Nania bersemu merah, lalu matanya berpijar bagaikan lampu neon  limabelas watt. Hatinya sibuk merangkai kata-kata &lt;span class="fullpost"&gt; yg barangkali  beterbangan di otak melebihi kapasitas. Mulut Nania terbuka. Semua  menunggu. Tapi tak ada apapun yang keluar dari sana. Ia hanya menarik  nafas, mencoba bicara dan? menyadari, dia tak punya kata-kata!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu  gadis berwajah indo itu mengira punya banyak jawaban, alasan detil dan  spesifik, kenapa bersedia menikah dengan laki-laki itu. Tapi kejadian di  kampus adalah kali kedua Nania yang pintar berbicara mendadak gagap.  Yang pertama terjadi tiga bulan lalu saat Nania menyampaikan keinginan  Rafli untuk melamarnya. Arisan keluarga Nania dianggap momen yang tepat  karena semua berkumpul, bahkan hingga generasi ketiga, sebab  kakak-kakaknya yang sudah berkeluarga membawa serta buntut mereka. Kamu  pasti bercanda! Nania kaget. Tapi melihat senyum yang tersungging di  wajah kakak tertua, disusul senyum serupa dari kakak nomor dua, tiga,  dan terakhir dari Papa dan Mama membuat Nania menyimpulkan: mereka  serius ketika mengira Nania bercanda. Suasana sekonyong-konyong hening.  Bahkan keponakan-keponakan Nania yang balita melongo dengan gigi-gigi  mereka yang ompong. Semua menatap Nania!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nania Cuma mau Rafli,  sahutnya pendek dengan airmata mengambang di kelopak. Hari itu dia tahu,  keluarganya bukan sekadar tidak suka, melainkan sangat tidak menyukai  Rafli. Ketidaksukaan yang mencapai stadium empat. Parah. Tapi kenapa?  Sebab Rafli cuma laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan  biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yg amat sangat  biasa. Bergantian tiga saudara tua Nania mencoba membuka matanya. Tak  ada yang bisa dilihat pada dia, Nania! Cukup! Nania menjadi marah. Tidak  pada tempatnya ukuran-ukuran duniawi menjadi parameter kebaikan  seseorang menjadi manusia. Di mana iman, di mana tawakkal hingga begitu  mudah menentukan masa depan seseorang dengan melihat pencapaiannya hari  ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun pernikahan. Orang-orang masih sering menanyakan hal  itu, masih sering berbisik-bisik di belakang Nania, apa sebenarnya yang  dia lihat dari Rafli. Jeleknya, Nania masih belum mampu juga menjelaskan  kelebihan-kelebihan Rafli agar tampak di mata mereka. Nania hanya  merasakan cinta begitu besar dari Rafli, begitu besar hingga Nania bisa  merasakannya hanya dari sentuhan tangan, tatapan mata, atau cara dia  meladeni Nania. Hal-hal sederhana yang membuat perempuan itu sangat  bahagia. Tidak ada lelaki yang bisa mencintai sebesar cinta Rafli pada  Nania. Nada suara Nania tegas, mantap, tanpa keraguan. Ketiga saudara  Nania hanya memandang lekat, mata mereka terlihat tak percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisik-bisik  masih terdengar, setiap Nania dan Rafli melintas dan bergandengan  mesra. Bisik orang-orang di kantor, bisik tetangga kanan dan kiri, bisik  saudara-saudara Nania, bisik Papa dan Mama. Sungguh beruntung suaminya.  Istrinya cantik. Cantik ya? dan kaya! Tak imbang! Dulu bisik-bisik itu  membuatnya frustrasi. Sekarang pun masih, tapi Nania belajar untuk  bersikap cuek tidak peduli. Toh dia hidup dengan perasaan bahagia yang  kian membukit dari hari ke hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun kesepuluh pernikahan,  hidup Nania masih belum bergeser dari puncak. Anak-anak semakin besar.  Nania mengandung yang ketiga. Selama kurun waktu itu, tak sekalipun  Rafli melukai hati Nania, atau membuat Nania menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~~~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi yang dikandung Nania  tidak juga mau keluar. Sudah lewat dua minggu dari waktunya. Plasenta  kamu sudah berbintik-bintik. Sudah tua, Nania. Harus segera dikeluarkan!  Mula-mula dokter kandungan langganan Nania memasukkan sejenis obat ke  dalam rahim Nania. Obat itu akan menimbulkan kontraksi hebat hingga  perempuan itu merasakan sakit yang teramat sangat. Jika semuanya normal,  hanya dalam hitungan jam, mereka akan segera melihat si kecil. Rafli  tidak beranjak dari sisi tempat tidur Nania di rumah sakit. Hanya  waktu-waktu shalat lelaki itu meninggalkannya sebentar ke kamar mandi,  dan menunaikan shalat di sisi tempat tidur. Sementara kakak-kakak serta  orangtua Nania belum satu pun yang datang. Anehnya, meski obat kedua  sudah dimasukkan, delapan jam setelah obat pertama, Nania tak  menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan. Rasa sakit dan melilit sudah  dirasakan Nania per lima menit, lalu tiga menit. Tapi pembukaan berjalan  lambat sekali. Baru pembukaan satu. Belum ada perubahan, Bu. Sudah  bertambah sedikit, kata seorang suster empat jam kemudian menyemaikan  harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi perempuan itu makin payah. Sejak pagi tak sesuap  nasi pun bisa ditelannya. Bang? Rafli termangu. Iba hatinya melihat  sang istri memperjuangkan dua kehidupan. Dokter? Kita operasi, Nia.  Bayinya mungkin terlilit tali pusar. Mungkin? Rafli dan Nania  berpandangan. Kenapa tidak dari tadi kalau begitu? Bagaimana jika  terlambat? Mereka berpandangan, Nania berusaha mengusir kekhawatiran. Ia  senang karena Rafli tidak melepaskan genggaman tangannya hingga ke  pintu kamar operasi. Ia tak suka merasa sendiri lebih awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembiusan  dilakukan, Nania digiring ke ruangan serba putih. Sebuah sekat ditaruh  di perutnya hingga dia tidak bisa menyaksikan ketrampilan dokter-dokter  itu. Sebuah lagu dimainkan. Nania merasa berada dalam perahu yang  diguncang ombak. Berayun-ayun. Kesadarannya naik-turun. Terakhir,  telinga perempuan itu sempat menangkap teriakan-teriakan di sekitarnya,  dan langkah-langkah cepat yang bergerak, sebelum kemudian dia tak  sadarkan diri. Kepanikan ada di udara. Bahkan dari luar Rafli bisa  menciumnya. Bibir lelaki itu tak berhenti melafalkan zikir. Seorang  dokter keluar, Rafli dan keluarga Nania mendekat. Pendarahan hebat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rafli  membayangkan sebuah sumber air yang meluap, berwarna merah. Ada varises  di mulut rahim yang tidak terdeteksi dan entah bagaimana pecah! Bayi  mereka selamat, tapi Nania dalam kondisi kritis. Mama Nania yang baru  tiba, menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah seminggu lebih Nania koma. Selama itu Rafli  bolak-balik dari kediamannya ke rumah sakit. Begitulah Rafli menjaga  Nania siang dan malam. Dibawanya sebuah Quran kecil, dibacakannya dekat  telinga Nania yang terbaring di ruang ICU. Kadang perawat dan pengunjung  lain yang kebetulan menjenguk sanak famili mereka, melihat lelaki  dengan penampilan sederhana itu bercakap-cakap dan bercanda mesra..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada  hari ketigapuluh tujuh doa Rafli terjawab. Nania sadar dan wajah penat  Rafli adalah yang pertama ditangkap matanya. Seakan telah begitu lama.  Rafli menangis, menggenggam tangan Nania dan mendekapkannya ke dadanya,  mengucapkan syukur berulang-ulang dengan airmata yang meleleh. Asalkan  Nania sadar, semua tak penting lagi. Rafli membuktikan kata-kata yang  diucapkannya beratus kali dalam doa. Lelaki biasa itu tak pernah lelah  merawat Nania selama sebelas tahun terakhir. Memandikan dan menyuapi  Nania, lalu mengantar anak-anak ke sekolah satu per satu. Setiap sore  setelah pulang kantor, lelaki itu cepat-cepat menuju rumah dan  menggendong Nania ke teras, melihat senja datang sambil memangku Nania  seperti remaja belasan tahun yang sedang jatuh cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika  malam Rafli mendandani Nania agar cantik sebelum tidur. Membersihkan  wajah pucat perempuan cantik itu, memakaikannya gaun tidur. Ia ingin  Nania selalu merasa cantik. Meski seringkali Nania mengatakan itu tak  perlu. Bagaimana bisa merasa cantik dalam keadaan lumpuh? Tapi Rafli  dengan upayanya yang terus-menerus dan tak kenal lelah selalu meyakinkan  Nania, membuatnya pelan-pelan percaya bahwa dialah perempuan paling  cantik dan sempurna di dunia. Setidaknya di mata Rafli. Setiap hari  Minggu Rafli mengajak mereka sekeluarga jalan-jalan keluar. Selama itu  pula dia selalu menyertakan Nania. Belanja, makan di restoran, nonton  bioskop, rekreasi ke manapun Nania harus ikut. Anak-anak, seperti juga  Rafli, melakukan hal yang sama, selalu melibatkan Nania. Begitu  bertahun-tahun. Awalnya tentu Nania sempat merasa risih dengan pandangan  orang-orang di sekitarnya. Mereka semua yang menatapnya iba,  lebih-lebih pada Rafli yang berkeringat mendorong kursi roda Nania ke  sana kemari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dengan senyum hangat di antara wajahnya yang  bermanik keringat. Lalu berangsur Nania menyadari, mereka, orang-orang  yang ditemuinya di jalan, juga tetangga-tetangga, sahabat, dan  teman-teman Nania tak puas hanya memberi pandangan iba, namun juga  mengomentari, mengoceh, semua berbisik-bisik. Baik banget suaminya!  Lelaki lain mungkin sudah cari perempuan kedua! Nania beruntung! Ya,  memiliki seseorang yang menerima dia apa adanya. Tidak, tidak cuma  menerima apa adanya, kalian lihat bagaimana suaminya memandang penuh  cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dia salah. Sangat salah. Nania menyadari itu  kemudian. Orang-orang di luar mereka memang tetap berbisik-bisik,  barangkali selamanya akan selalu begitu. Hanya saja, bukankah  bisik-bisik itu kini berbeda bunyi? Dari teras Nania menyaksikan  anak-anaknya bermain basket dengan ayah mereka.. Sesekali perempuan itu  ikut tergelak melihat kocak permainan. Ya. Duapuluh dua tahun  pernikahan. Nania menghitung-hitung semua, anak-anak yang beranjak  dewasa, rumah besar yang mereka tempati, kehidupan yang lebih dari yang  bisa dia syukuri. Meski tubuhnya tak berfungsi sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski  kecantikannya tak lagi sama karena usia, meski karir telah direbut  takdir dari tangannya. Waktu telah membuktikan segalanya. Cinta luar  biasa dari laki-laki biasa yang tak pernah berubah, untuk Nania.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;catatan  : true story&lt;br /&gt;From : Bramanryo IS1, sumber:Unknown &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-4842408113771617498?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/4842408113771617498/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/05/cinta-lelaki-biasa-kisah-nyata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/4842408113771617498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/4842408113771617498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/05/cinta-lelaki-biasa-kisah-nyata.html' title='&quot;Cinta Lelaki Biasa&quot; (kisah nyata)'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S_Twsjr-t9I/AAAAAAAAADY/il8yK_uCFfU/s72-c/hearts.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-203628919846385949</id><published>2010-05-19T11:27:00.000+07:00</published><updated>2010-05-19T11:27:10.051+07:00</updated><title type='text'>Cerita, "Mie Ayam Mas Jason"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S_NoiJbYOcI/AAAAAAAAADQ/j97N-yQxROE/s1600/gerobak.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="188" src="http://2.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S_NoiJbYOcI/AAAAAAAAADQ/j97N-yQxROE/s200/gerobak.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Cerita pada kali ini adalah motivasi bisnis. Kisah strategi  unik Mas Jason menjual Mie Ayamnya. Mungkin anda pernah membacanya. Ya,  karena cerita ini tidak jelas sumbernya. Bagi anda yang belum pernah  membacanya, kami ucapkan selamat membaca… HATI-HATI…! Mungkin anda akan  dibuat terheran-heran… ^_^&lt;br /&gt;~~~~~&lt;br /&gt;Kejadian ini bermula ketika secara tak sengaja aku  berpapasan dengan tukang Mie Ayam keliling yang biasa beredar di depan  rumah. Siang itu, kulihat dia tengah ber-asyik masyuk di pinggir jalan,  cekikikan sambil melihat sesuatu yang ada di tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan  saking asiknya, gerobak mie ayam itu ditinggalkannya &lt;span class="fullpost"&gt; begitu saja, seakan  mengundang pemulung jail untuk mengangkutnya. Karena penasaran,  diriku pun bertanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas Jason (panggil saja demikian, karena  dia sering dipanggil Son ama pelanggannya)&lt;br /&gt;"Son.. mie ayamnya  siji maning sooon.." , sedang apa kok asik bener di pojokan?" tanyaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh  mas ganteng…( satu hal yang aku suka dari Jason adalah : Orangnya suka  bicara Jujur!), ini mas, lagi update status!!…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WADEZIG!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"weehhh…  njenengan fesbukan juga to??" tanyaku heran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya iyalah mas…  hareee geneee ga fesbukan?!.. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lagian kan lumayan juga buat  menjaring pelanggan lewat fesbuk, kata pak Hermawan Kertajaya kan dalam  berdagang kita harus selalu melakukan diferensiasi termasuk dalam hal  pemasaran mas.. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GLEK!! kalah gw..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw yang sering naik  Kereta ke jawa aja gak tau kalo ada yg namanya Hermawan Kereta Jaya&lt;br /&gt;"emang  mas statusnya apa?" tanyaku penasaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"nih mas aku bacain :&lt;br /&gt;Promo  Mie Ayam, beli dua gratis satu mangkok, beli tiga gratis nambah&lt;br /&gt;kuah,  beli empat gratis timbang badan… takutnya anda obesitas…&lt;br /&gt;segera saya  tunggu di gang Jengkol, depan tengkulak Beras Mpok Hepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mie  Ayam Jason : Melayani dengan Hati… ampela, usus dan jeroan ayam  lainnya.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GUBRAK!!&lt;br /&gt;Dua kosong untuk mas jason…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw yg  uda lama fesbukan aja ga bisa bikin status se atraktif dia..&lt;br /&gt;Tapi  ada yg aneh pas kulirik ke henpon yang dia pake. Aku kira henponnya  blekberi atau minimal nokia seri baru yang uda bisa pake internetan.  Selidik punya selidik, ternyataa… henponnya lawas bin jadul…&lt;br /&gt;HP yang  masih monokrom, suara belum poliponik, dan masih pake antena luar kayak  radio AM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mas, tapi kok bisa update fesbuk pake henpon sederhana  gitu? (bahasa halusnya henpon lawas), Gimana caranya ??"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Owwh..  gampang mas, saya tinggal nulis statusnya lewat SMS lalu kirim ke Tri  ?.. jawab dia datar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ohh.. mas nya pake Kartu Three ya? Yang  gratis internetan itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Bukaaaan mas, Tri itu lengkapnya Tri  Ambarwati… Dia itu pacar saya, sama-sama dari Tegal, yang kerjaannya  jagain Warnet 24 Jam! Jadi kalo butuh update, tinggal sms dia aja nanti  dia yang gantiin status saya, Lha wong dia tiap hari di depan komputer  jagain warnet. Paling sebagai balesannya saya gratisin mie ayam seminggu  sekali… murah to…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendadak kepalaku pusing&lt;br /&gt;Bagaikan  menderita dehidrasi akut sekaligus hipotermia tingkat tiga,&lt;br /&gt;aku  limbung mendengar jawaban spektakuler dari mas jason…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BRUK!!&lt;br /&gt;"lho  mas.. mas… jadi beli mie ayam ndak…kepriben iki?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Author  Unknown)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~~~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He he…. Semoga anda menapat hikmah dari  cerita unik ini… ^_^&lt;br /&gt;Salam Suksessss…!!! &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-203628919846385949?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/203628919846385949/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/05/cerita-mie-ayam-mas-jason.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/203628919846385949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/203628919846385949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/05/cerita-mie-ayam-mas-jason.html' title='Cerita, &quot;Mie Ayam Mas Jason&quot;'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S_NoiJbYOcI/AAAAAAAAADQ/j97N-yQxROE/s72-c/gerobak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-7396738625077627856</id><published>2010-05-16T15:42:00.000+07:00</published><updated>2010-05-16T15:42:34.498+07:00</updated><title type='text'>Cerita, "Ikan Kelaparan"</title><content type='html'>Beberapa tahun yang lalu sebuah penelitian ilmiah yang penting  dilakukan melalui sebuah film documenter. Di situ ditampilkan Dr. Eden  Ryl seorang psikolog spesialis perilaku. Di dalam eksperimennya, seekor  ikan great northern (sejenis salmon yang biasa tumbuh 1,4 meter dengan  berat 21 kg) dimasukkan ke dalam akuarium besar. Dia diberi makan berupa  ikan-ikan minnow, sejenis ikan sungai yang berukuran kecil 6-10 cm.  Selama beberapa hari, kamera digunakan untuk merekam aktivias kedua  jenis ikan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S--v1WP8TVI/AAAAAAAAADI/_3zn_RwW_Mo/s1600/ikan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S--v1WP8TVI/AAAAAAAAADI/_3zn_RwW_Mo/s200/ikan.jpg" width="160" /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa waktu kemudian, para peneliti mengubah  kondisi akuarium degan meletakkan penyekat kaca antar ikan besar dengan  ikan kecil Setiap kali ikan besar berupaya memangsa ikan kecil, setiap  kali pula ia membentur kaca. Kegagalan demi kegagalan ia alami dalam  memperoleh mangsanya dan  &lt;span class="fullpost"&gt; merasakan sakit di seluruh tubh akibat  benturan-benturan pada kaca. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin dalam hatinya ikan itu  berkata... &lt;br /&gt;"Waduh... streesss guwe, dari tadi mulut ini  terbentur benda keras terus..." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Heran, perasaan tidak ada benda  didepan guwe.... Wah, mending guwe nyerah ajalah... bisa-bisa mulut  guwe, jadi monyong kayak ikan tukul arwana nih, kalo nyoba terus...."  (^_^)&lt;br /&gt;"Nyerah bro... guwe nyerah..." kata ikan dalam hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah,  akhirnya Ikan besar itupun menghentikan usahanya. Setelah diperkirakan  ikan besar sangat kelaparan, peneliti ini mengangkat sekat kaca pembatas  tersebut. Ikan-ikan kecilpun dapat berenang bebas demikian pula ikan  besar kelaparan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang Terjadi ?&lt;br /&gt;Tenyata ikan  besar itu tidak berusaha memburu ikan-ikan kecil, sebaliknya ia  berenang-renang dikelilingi buruannya. Sebetulnya ia sangat kelaparan,  tetapi ia sudah putus asa. Karena gagal mendapatkan mangsanya dan luka  di tubuhnya, akhirnya ikan besar ini mati dalam keadaan kelaparan dalam  akuarium yang justru dipenuhi dengan makanannya sendiri !&lt;br /&gt;Makanan  itupun gagal didapatkannya. Ikan itu sudah YAKIN bahwa makanan itu sudah  tidak bisa diraih !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ikan-ikan kecil itu bicara dalam  hati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dasar Bodoh... badan besar, kok mental kecil dan mudah  nyerah... kaciaaaaan deh loe...!" kata ikan kecil sambil meliuk-liukan  jari siripnya... he he...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Mengutip tulisan Hareem Musasi, maaf  sedikit modivikasi dan variasi versi saya ^_^) &lt;br /&gt;~~~&lt;br /&gt;Banyak orang yang gagal ketika berada di dalam potensi kesuksesannya.  Mereka terus memikirkan jerih payah dan penderitaan yang dilakukan dan  terus terpaku pada kegagalan masa lalu. Rasa malu dan sakit akibat  kegagalan-kegagalan untuk mencapai sasaran, kecewa karena  penolakan-penolakan dan hal lainnya yang mematahkan semangat juangnya.  Lama kelamaan terbentuk opini dalam diri mereka bahwa keberhasilan dan  kehidupan yang bermakna TIDAK AKAN PERNAH BISA MEREKA RAIH. Putus asa  dan daya juang ketika Kesuksesan berada di depan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu,  bagaimana dengan anda?&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-7396738625077627856?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/7396738625077627856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/05/cerita-ikan-kelaparan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/7396738625077627856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/7396738625077627856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/05/cerita-ikan-kelaparan.html' title='Cerita, &quot;Ikan Kelaparan&quot;'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S--v1WP8TVI/AAAAAAAAADI/_3zn_RwW_Mo/s72-c/ikan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-6068320286388462954</id><published>2010-05-13T12:26:00.000+07:00</published><updated>2010-05-13T12:26:06.388+07:00</updated><title type='text'>Cerita, "Balon Cita-Cita"</title><content type='html'>Sorak-sorak ramai terdengar. Saat itu puluhan anak sedang berusaha keras  untuk meniup balon dengan pelan-pelan hingga meletus. Dag dig dug,  mungkin akan terdengar suara degupan jantung di dada mereka. Hmm...  mereka adalah puluhan anak-anak yatim piatu di Yayasan Sosial Yadayanu,  Kab. Semarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S-uNNimwCNI/AAAAAAAAADA/SnLvugaqelQ/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S-uNNimwCNI/AAAAAAAAADA/SnLvugaqelQ/s320/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Saat itu kami dari remaja masjid melakukan  kegiatan Santunan Anak Yatim. Dan saya dipasrahi untuk membawakan acara  game buat anak-anak. Kemudian terpikir untuk bercerita motivasi Cerita,  ”Elang”, sebuah kisah anak elang yang hidup dilingkungan anak ayam, dan  akhirnya mati layaknya seekor ayam. (Masih ingatkah? semoga anda masih  ingat cerita itu ^_^).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Siapa tau Adik-adik disini adalah &lt;span class="fullpost"&gt; seperti  anak Elang tadi, adik-adik punya bakat luar biasa jadi Elang, Yang  hidup di tempat yang tertinggi, dan akan mati di tempat yang tertinggi  pula...!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tapi sayangnya adik-adik berada dilingkungan Ayam...,  maka abaikan ”nasehat” ayam itu, yang mengubur impianmu menjadi Elang  sejati!.. Abaikan, dan jadilah Elang!” kata-kataku berapi-api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sekarang  Tuliskan semua cita-cita tertinggimu, di balon itu...! Dan tiuplah  hingga besar dan besar hinggal meletus! Dengan semangat tuk mengimpikan  dan meraih cita-cita Adik-adik sekalian! Ayo Mulai...!” Teriaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar  biasa..., satu persatu balon meletus..., ada yang mantab, ada yang ragu  dan takut, bahkan ada yang tidak berani meniup balon hingga pecah,  takut suaranya akan mengagetkan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, lima dari  puluhan anak peniup balon yang paling cepat meletus, kami berikan  hadiah... Terpancar senyuman dan semangat di wajah mereka. Semoga mereka  tidak akan merasa minder lagi, walau mereka seorang anak Yatim Piatu  yang tinggal di panti asuhan Ya Allah Tuhanku... Kabulkanlah cita-cita  mereka....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~~~&lt;br /&gt;Dalam perjuangan meraih  cita-cita pastinya halangan dan rintangan pasti akan selalu menghampiri.  Dan semua rintangan sangat bergantung dengan mental diri kita. Apakah  kita berani? Apakah kita tidak ragu? Atau sebaliknya, kita ragu dan  takut?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dalam cerita meniup balon tadi, terkadang kita  takut jika balon itu pecah memekikkan telinga, kita takut jika pecahan  itu mengenai mata kita, sehingga kita ragu dan takut. Padahal kita sudah  melihat bahwa orang lain banyak yang telah berhasil melakukannya. Lalu  kenapa kita musti merasa ragu dan takut?&lt;br /&gt;Hilangkanlah  keraguan dan ketakutanmu tuk meraih cita-cita kita..., Keberhasilan akan  diraih bagi mereka yang berani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tiuplah hingga besar dan besar  balon cita-cita kita hinggal meletus! Dengan semangat tuk mengimpikan  dan meraih cita-cita kita! Berusahalah kita menjadi yang pertama  meletuskan balon itu”&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-6068320286388462954?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/6068320286388462954/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/05/cerita-balon-cita-cita.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/6068320286388462954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/6068320286388462954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/05/cerita-balon-cita-cita.html' title='Cerita, &quot;Balon Cita-Cita&quot;'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S-uNNimwCNI/AAAAAAAAADA/SnLvugaqelQ/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-8025408017920227520</id><published>2010-05-10T18:26:00.000+07:00</published><updated>2010-05-10T18:26:10.232+07:00</updated><title type='text'>Cerita, "Raja yang menjadi tukang kebun"</title><content type='html'>Alkisah adalah seorang raja yang sangat besar kekuasaannya. Oleh karena  kehidupan yang mewah dan serba cukup tidak membuat ketenangan kepada  jiwanya. Sang raja akhirnya memilih untuk hidup sebagai rakyat biasa  dengan menyamar sebagai tukang kebun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Raja akhirnya bekerja  di salah seorang saudagar kaya yang mempunyai kebun delima yang cukup  luas. Ia pun menjaga kebun itu dengan patuh dan rajin. Suatu hari  datanglah tuan kebun itu dan meminta pekerja kebun membawakan sebiji  delima yang masak lagi manis kepadanya. Pekerja itu pun segera menuju  ranting-ranting delima untuk mencari buah delima yang paling masak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S-ftJPzYrKI/AAAAAAAAAC4/waJ7cbhXVvY/s1600/delima.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S-ftJPzYrKI/AAAAAAAAAC4/waJ7cbhXVvY/s320/delima.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Kemudian tuannya memakan delima tersebut, &lt;span class="fullpost"&gt; air mukanya berubah. Kemudian  berkata: "Wahai pekerjaku tolong bawakan kepadaku sebiji delima yang  lebih manis dari ini." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, sang raja yang menjadi  tukang kebun tadi pergi mencari buah delima yang lain tanpa mengetahui  mengapa tuannya menyuruh dia membawakan sebiji lagi. Setelah buah yang  diberikan kepada tuannya itu dimakan, dengan spontan buah itu dibuang  oleh tuannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena terlalu marah sebab buah yang  dimakannya itu ternyata masih masam, ia pun berkata dengan suara yang  keras: "Wahai pekerja! Heran sekali aku melihat engkau. Sudah begini  lama engkau menjaga kebunku, tidakkah engkau tahu yang masam dan manis?"  &lt;br /&gt;Lalu jawab sang raja tadi dengan suara yang lemah dan sopan :  "Tuan, bukankah saya ini diamanahkan untuk menjaga kebun supaya sentiasa  subur buah-buahan, tetapi tuan tidak memberi izin kepada saya untuk  mencicipi buahnya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa terkejutnya tuannya itu setelah  mendengar jawaban tersebut. Tidak terduga sama sekali akan besarnya  sifat amanah yang ada pada tukang kebunnya itu. Namun, alahngkah  terkejutnya sang tuan tatkala mengetahui bahwa pekerja kebunnya adalah  seorang raja mahsyur yang memang tengah mencari kehidupan sebagai rakyat  biasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang tuan pun akhirnya menyadari bahwa memang pantaslah  ia menjadi seorang raja yang terkenal bijak seantero negri. Jadi rakyat  kecilpun beliau bisa betul-betul menjaga pekerjaannya walau sangat  sepele. Ia pun segera meminta maaf dan sekaligus mendoakan sang raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(diilhami  dari kisah Ibrahim bin Adham)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;Kisah  tersebut diatas merupakan salah satu refleksi bagaimana seorang manusia  dengan sangat amanah dalam menjalani pekerjaannya. Bagaimana dengan kita  ?&lt;br /&gt;tentu para sahabat sangat mengerti bagaimana seharusnya kita  menjaga amanah dalam setiap pekerjaan. sekecil apapun itu, namun  nilainya sangat berharga. Dari seorang pekerja bahkan pemimpin pun  sangat diperlukan sikap ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kepada hati nurani  masing-masing, bagaimana kita bisa jujur sekecil apapun dengan apa yang  kita lakukan, Tentu Tuhan lah yang menilai dan membalas apa yang kita  lakukan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-8025408017920227520?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/8025408017920227520/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/05/cerita-raja-yang-menjadi-tukang-kebun.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/8025408017920227520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/8025408017920227520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/05/cerita-raja-yang-menjadi-tukang-kebun.html' title='Cerita, &quot;Raja yang menjadi tukang kebun&quot;'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S-ftJPzYrKI/AAAAAAAAAC4/waJ7cbhXVvY/s72-c/delima.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-7504543945431414269</id><published>2010-05-06T22:33:00.000+07:00</published><updated>2010-05-06T22:33:48.133+07:00</updated><title type='text'>Cerita " Filosofi Burung Angsa"</title><content type='html'>Kalau kita tinggal di negara empat musim, maka pada musim gugur akan  terlihat rombongan burung angsa terbang ke arah selatan untuk  menghindari musim dingin. Burung-burung angsa tersebut terbang dengan  formasi berbentuk huruf "V". Kita akan melihat beberapa fakta ilmiah  tentang mengapa rombongan burung angsa tersebut terbang dengan formasi  "V".&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S-LhObm4KsI/AAAAAAAAACw/HEV_-nJ-vTA/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S-LhObm4KsI/AAAAAAAAACw/HEV_-nJ-vTA/s200/images.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta:&lt;br /&gt;Saat setiap burung mengepakkan sayapnya, hal  itu memberikan "daya dukung" bagi burung yang terbang tepat di  belakangnya. Ini terjadi karena burung yang terbang di belakang tidak  perlu bersusah payah untuk menembus “dinding udara” di depannya. Dengan  terbang dalam formasi "V", seluruh kawanan dapat menempuh jarak terbang  71% lebih jauh daripada kalau setiap burung terbang sendirian. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran:&lt;br /&gt;Orang-orang  yang bergerak dalam arah dan tujuan yang sama serta saling membagi  dalam komunitas mereka dapat mencapai tujuan mereka dengan lebih cepat  dan lebih mudah. Ini terjadi karena mereka menjalaninya dengan saling  mendorong dan mendukung satu dengan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta:&lt;br /&gt;Kalau  seekor burung angsa terbang keluar dari formasi rombongan, ia akan  merasa berat dan sulit untuk terbang sendirian. Dengan cepat ia akan  kembali ke dalam formasi untuk mengambil keuntungan dari daya dukung  yang diberikan burung di depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran:&lt;br /&gt;Kalau kita  memiliki cukup logika umum seperti seekor burung angsa, kita akan  tinggal dalam formasi dengan mereka yang berjalan di depan. Kita akan  mau menerima bantuan dan memberikan bantuan kepada yang lainnya. Lebih  sulit untuk melakukan sesuatu seorang diri daripada melakukannya  bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta:&lt;br /&gt;Ketika burung angsa pemimpin yang  terbang di depan menjadi lelah, ia terbang memutar ke belakang formasi,  dan burung angsa lain akan terbang menggantikan posisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran:&lt;br /&gt;Adalah  masuk akal untuk melakukan tugas-tugas yang sulit dan penuh tuntutan  secara bergantian dan memimpin secara bersama. Seperti halnya burung  angsa, manusia saling bergantung satu dengan lainnya dalam hal  kemampuan, kapasitas dan memiliki keunikan dalam karunia, talenta atau  sumber daya lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta:&lt;br /&gt;Burung-burung angsa yang  terbang dalam formasi ini mengeluarkan suara riuh rendah dari belakang  untuk memberikan semangat kepada burung angsa yang terbang di depan  sehingga kecepatan terbang dapat dijaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran:&lt;br /&gt;Kita  harus memastikan bahwa suara kita akan memberikan kekuatan. Dalam  kelompok yang saling menguatkan, hasil yang dicapai menjadi lebih besar.  Kekuatan yang mendukung (berdiri dalam satu hati atau nilai-nilai utama  dan saling menguatkan) adalah kualitas suara yang kita cari. Kita harus  memastikan bahwa suara kita akan menguatkan dan bukan melemahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta:&lt;br /&gt;Ketika  seekor burung angsa menjadi sakit, terluka, atau ditembak jatuh, dua  burung angsa yang lain akan ikut keluar dari formasi bersama burung  angsa tersebut dan mengikutinya terbang turun untuk membantu dan  melindungi. Mereka akan tinggal dengan burung angsa yang jatuh itu  sampai ia mati atau dapat terbang lagi. Setelah itu mereka akan terbang  dengan kekuatan mereka sendiri atau dengan membentuk formasi lain untuk  mengejar rombongan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran:&lt;br /&gt;Kalau kita punya  perasaan, setidaknya seperti seekor burung angsa, kita akan tinggal  bersama sahabat dan sesama kita dalam saat-saat sulit mereka, sama  seperti ketika segalanya baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi apa keuntungan yang kita  dapat dari perdebatan takberujung karena perbedaan? Bukankah lebih baik  kita bahu membahu saling mengisi kekurangan kita? Mencari solusi terbaik  bersama-sama disaat kita berbeda pandangan? Ingatlah kawan, bangsa ini  bukan hanya milik kita tapi milik penerus &amp;amp; keturunan kita juga.  Akankah kita mewariskan bangsa ini pada penerus kita bangsa yang carut  marut tanpa arti? Jawabannya ada pada sahabat sekalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Burung  angsa pun bisa melakukannya, bagaimana dengan kita, sahabat?"&lt;br /&gt;Semoga  filosofi ini bermanfaat buat kita semua.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-7504543945431414269?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/7504543945431414269/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/05/cerita-filosofi-burung-angsa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/7504543945431414269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/7504543945431414269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/05/cerita-filosofi-burung-angsa.html' title='Cerita &quot; Filosofi Burung Angsa&quot;'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S-LhObm4KsI/AAAAAAAAACw/HEV_-nJ-vTA/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-8448127814518989002</id><published>2010-05-05T22:00:00.000+07:00</published><updated>2010-05-05T22:00:24.941+07:00</updated><title type='text'>Cerita " Cinta dan Waktu"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S-GH3uvDgzI/AAAAAAAAACo/KoX7ZDdRXsk/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S-GH3uvDgzI/AAAAAAAAACo/KoX7ZDdRXsk/s200/images.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dahulu kala, ada sebuah pulau kecil dengan berbagai macam kehidupan.  Kebahagiaan, Kesedihan, Pengetahuan, dan Cinta, serta Emosi-Emosi yang  lain, tinggal di pulau ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, Emosi mengetahui bahwa  pulau itu akan tenggelam. Setiap orang kemudian bersiap-siap untuk  meninggalkan pulau itu, kecuali Cinta. Cinta bersikeras bahwa dia akan  tinggal di pulau itu hingga menit terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari  kemudian, ketika pulau itu hampir tenggelam, Cinta berpikirkan untuk  meminta bantuan. Pada saat itu, &lt;span class="fullpost"&gt; ia melihat Kekayaan lewat dengan sebuah  kapal besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta bertanya: "Kekayaan, maukah Anda membawa saya  bersama Anda?" Kekayaan berkata: "Tidak, kapalku penuh dengan emas,  perak dan harta lainnya. Tidak ada ruang untuk Anda." Lalu Cinta melihat  Kesombongan sedang di atas sebuah kapal yang sangat megah dan bertanya:  "Kesombongan, tolong bantu saya! "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesombongan berkata:  "Saya tidak bisa membantu Anda. Anda basah kuyup dan dan hanya akan  mengotori kapal saya yang indah. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Kesedihan lewat, Cinta  meminta bantuan: "Kesedihan, biarkan saya pergi dengan Anda." "Oh, saya  sangat sangat sedih, saya hanya ingin sendirian!" jawab Kesedihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika  Kebahagiaan lewat, karena terlalu gembira, ia tidak mendengar saat  Cinta memanggilnya minta tolong. Tiba-tiba, sebuah suara memanggil:  "Kemarilah, Cinta. Saya akan membawa Anda bersama saya.” Dia adalah  seorang bapak tua. Cinta sangat bersuka cita karena harapannya terwujud  hingga lupa untuk menanyakan nama orang tua tersebut. Ketika mereka  sampai di darat, orang tua itu telah pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta sangat  berterima kasih dan bertanya kepada orang tua yang lain siapa nama orang  tua yang telah menyelamatkan dirinya tadi. "Namanya adalah Waktu,"  Pengetahuan menjawab. "Waktu?" Cinta bertanya, "Mengapa Waktu  berkehendak untuk menolong saya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan tersenyum: "Itu  karena hanyalah Waktu, satu-satunya yang dapat memahami betapa besarnya  Cinta itu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Di Posting Oleh : BaoYuan 粱寶榞)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~~~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat,  dalam tulisan Salim A Fillah menyatakan bahwa, CINTA, SEBUAH KATA  KERJA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Erich Fromm mengatakan, ”Cinta merupakan seni.”,  tulisannya dalam ”The Art of Loving”, ”Maka cinta memerlukan pengetahuan  dan perjuangan. Sayang, pada masa ini cinta lebih merupakan masalah  dicintai (to be loved), bukan mencintai (to love) atau kemampuan untuk  mencintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya persoalannya cinta menjadi tidak sederhana, karena  cinta dalam latar pikir kita adalah persoalan ’dicintai’. Bahwa cinta  bukanlah gejolak hati yang datang sendiri melihat paras ayu atau jenggot  rapi. Bahwa, sebagaimana cinta kepada Allah (Tuhan), yang tak serta  merta mengisi hati kita, setiap cinta memang harus diupayakan. Dengan  KERJA. Dengan pengorbanan, dengan air mata, dan bahkan darah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini  kalimat seorang suami yang suatu hari mengadu untuk bercerai menjadi  tidak relevan, ”Aku sudah tak mencintaimu lagi.” Justru karena kau tak  mencintainya lagi, maka cintailah dia. Karena cinta adalah kata kerja.  Lakukanlah kerja jiwa dan raga untuk mencintainya. Kerjakan cinta yang  kumaksudkan agar kau temukan cinta yang kau maksudkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang  istri yang menerima seorang lelaki dengan keterpaksaan juga tak mempan,  ”Aku tidak mencintainya.” Engkau bisa memilih. Untuk mencintai atau  membenci. Dan dalam keaadaan kini, mencintai adalah pilhan yang lebih  masuk akal. Bukan perasaan itu. Mungkin ia memang belum hadir. Yang  kumaksudkan adalah sebuah kerja untuk mencintai. Karena cinta adalah  kata kerja.... Kata Salim A Fillah dalam bukunya Jalan Cinta Para  Pejuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi,... Hanya Waktu yang bisa memahami seberapa besar  anda memperjuangkan Cinta kepada pasangan hidup anda... &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-8448127814518989002?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/8448127814518989002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/05/cerita-cinta-dan-waktu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/8448127814518989002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/8448127814518989002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/05/cerita-cinta-dan-waktu.html' title='Cerita &quot; Cinta dan Waktu&quot;'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S-GH3uvDgzI/AAAAAAAAACo/KoX7ZDdRXsk/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-6921107285157731507</id><published>2010-05-03T22:08:00.000+07:00</published><updated>2010-05-03T22:08:21.046+07:00</updated><title type='text'>Cerita "Tolong Aku Mama...!"</title><content type='html'>Sahabat, saya mendapatkan cerita ini dari salah seorang sahabat. Ketika  saya membaca cerita ini, saya langsung teringat ketika seorang ustadz  memperlihatkan video tentang proses aborsi dalam kajiannya. &lt;br /&gt;Terlihat  gambar yang tidak begitu jelas, tapi sang dokter menjelaskan secara  detail mana sang janin, dan sebuat alat penyedotnya. Sebuah alat besar  dimasukan ke perut sang ibu untuk mencabik-cabik dan menyedot  organ-organ sang janin yang sudah remuk. Hingga bagian kepala yang susah  untuk disedot, maka dimasukanlah alat seperti sebuah tang untuk  meremukan tengkorak kepala &lt;span class="fullpost"&gt; sang bayi, agar bisa disedot. Ah... saya tidak mampu menuliskannya dengan detail. Sebuah kekejian yang luarbiasa, yang dilakukan dokter, dan ibunya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin dari cerita  rekaan ini bisa menggambarkan bagaimana keadaan sang bayi kecil tak  berdosa itu...&lt;br /&gt;(Di Posting Oleh : BaoYuan 粱寶榞)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama  sayang,&lt;br /&gt;Aku di surga sekarang, duduk di pangkuan Tuhan. Ia  mengasihiku dan menangis bersamaku sebab pedih pilu hatiku. Begitu ingin  aku menjadi putri mungil mu.&lt;br /&gt;Tidak terlalu mengerti aku akan apa  yang telah terjadi. Aku begitu bergairah ketika mulai&lt;br /&gt;Menyadari  keberadaanku. Aku ada di suatu tempat yang gelap, namun nyaman. Aku  melihat aku punya jari-jari dan jempol. Aku cantik seturut  perkembanganku, tapi belum siap meninggalkan tempatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku  menghabiskan sebagian besar waktuku dengan berpikir atau tidur. Bahkan  sejak hari-hari pertamaku, aku merasakan ikatan istimewa antara engkau  dan aku.&lt;br /&gt;Kadang aku mendengarmu menangis, dan aku menangis  bersamamu. Kadang engkau berteriak dan memaki, lalu aku menangis. Aku  dengar Papa memaki balik. Aku sedih dan berharap engkau akan segera baik  kembali. Aku heran mengapa engkau begitu sering menangis. Suatu hari  engkau menangis hampir sepanjang hari.&lt;br /&gt;Pilu hatiku karenanya. Tak  dapat kubayangkan mengapa engkau begitu berduka. Pada hari itu juga,  hal yang paling mengerikan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu monster yang amat keji  masuk ke tempat hangat dan nyaman di mana aku berada. Aku sangat takut,  aku mulai menjerit, tapi tak sekalipun engkau berusaha menolong. Mungkin  engkau tak pernah mendengarku........&lt;br /&gt;Monster itu semakin lama  semakin dekat sementara aku terus berteriak, "Mama, Mama, tolong  aku....., Mama......tolong aku."&lt;br /&gt;Suatu teror yang ngeri aku  rasakan. Aku berteriak dan berteriak.......hingga tak sanggup lagi. Lalu  monster itu mulai mencabik lenganku. Sungguh sakit rasanya, sakit yang  tak kan pernah dapat kuungkapkan dengan kata. Monster itu tidak  berhenti. Oh....bagaimana aku harus mohon agar ia berhenti. Aku menjerit  sekuat tenaga sementara ia mencabik putus kakiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepenuhnya aku  dalam kesakitan, aku sekarat. Aku tahu tak kan pernah aku melihat  wajahmu atau mendengarmu membisikkan betapa engkau mengasihiku. Aku  ingin menghapus butir-butir air matamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku punya begitu banyak  rencana untuk membuatmu bahagia, Mama....Tapi aku tak dapat.  Mimpi-mimpiku musnah sudah. Walau menanggung sakit tak terperi pedih dan  pilunya hati kurasakan melampaui segalanya. Lebih dari segalanya aku  ingin menjadi putrimu.&lt;br /&gt;Tak ada gunanya sekarang, aku meregang  nyawa dalam sengsara tak terkatakan. Hanya hal-hal buruk yang terlintas  di benakku. Begitu ingin aku mengatakan bahwa aku mengasihimu, sebelum  aku pergi. Tapi, aku tak tahu kata-kata yang dapat engkau mengerti.&lt;br /&gt;Dan  segera saja, aku tak lagi punya napas untuk mengatakannya; aku mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku  merasa diriku terangkat, seorang malaikat besar membawaku ke suatu  tempat yang besar dan indah. Aku masih menangis, tapi segala rasa sakit  tubuhku sirna sudah. Malaikat membawaku kepada Tuhan dan membaringkanku  dalam pelukan Nya. Tuhan mengatakan bahwa Ia mencintaiku. Lalu, aku  merasa bahagia. Kutanya pada-Nya, apa itu yang membunuhku.&lt;br /&gt;Jawab-Nya,&lt;br /&gt;"Aborsi,  Aku menyesal, karena Aku tahu bagaimana ngeri rasanya."&lt;br /&gt;Aku  tidak tahu apa itu aborsi; Aku pikir mungkin nama monster itu.&lt;br /&gt;Aku  menulis untuk mengatakan betapa aku mengasihimu......dan mengatakan  padamu betapa ingin aku menjadi putri mungilmu.&lt;br /&gt;Aku telah  berjuang sehabis-habisnya untuk hidup, aku ingin hidup......! Kuat  keinginanku, tapi aku tak mampu; monster itu terlalu  kuat...Dicabik-cabiknya lengan dan kakiku dan akhirnya seluruh  tubuhku.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mungkin bagiku untuk hidup. Aku hanya ingin  engkau tahu bahwa aku berusaha tinggal bersamamu. Aku tidak mau mati!  Juga Mama, berhati-hatilah terhadap monster bernama aborsi itu. Mama aku  mengasihimu.....Aku sedih engkau harus menanggung rasa sakit seperti  yang kualami.&lt;br /&gt;Berhati-hatilah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluk cium,&lt;br /&gt;Bayi  Perempuanmu.........&lt;br /&gt;~~~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, saya sangat sedih ketika  membaca cerita ini. Saya yakin andapun juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memiliki data,  walaupun data lama, yakni ”Setiap tahunnya sekitar 150 ribu anak di  bawah 18 tahun terjebak jadi pelacur. Dan, 4% kasus kehamilan remaja  lebih banyak terjadi pada remaja putri di bawah 18 tahun dan 7% pada  remaja putri di bawah 16 tahun. Sementara sebanyak 43,1% gadis berusia  di bawah 18 tahun melakukan aborsi” (Guntoro Utamadi, staf Perkumpulan  Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) di harian Kompas 1997)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu  tahun 1997, Entahlah apakah dari tahun ke tahun semakin naik ataukah  semakin turun. Tapi hati kecilku mengatakan semakin naik. Ah, semoga itu  hanya prasangkaku belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada kata lain sahabat. Mari kita  bersatu padu untuk mencegah terjadinya praktek pembunuhan janin ini.  Saya lebih suka menyebut pembunuh, daripada sekedar pelaku aborsi. Yuk,  paling tidak mulai dari diri kita sendiri. Hindarilah, dan jauhilah dari  perbuatan zina. Karena zina memang menjadi biangkerok pembunuhan itu.&lt;br /&gt;diambil dari : Cerita-cerita Motivasi &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-6921107285157731507?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/6921107285157731507/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/05/cerita-tolong-aku-mama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/6921107285157731507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/6921107285157731507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/05/cerita-tolong-aku-mama.html' title='Cerita &quot;Tolong Aku Mama...!&quot;'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-3270064289626161713</id><published>2010-04-30T11:06:00.000+07:00</published><updated>2010-04-30T11:06:33.620+07:00</updated><title type='text'>Cerita " Kekuatan Belas Kasih"</title><content type='html'>Di India utara ada sebuah desa yang memiliki kondisi alam kurang  bersahabat, membuat desa hidup dalam kemiskinan. Untuk mencari makanan  sehari-hari penuh dengan perjuangan. Semua orang ingin mengubah keadaan  tapi tidak ada yang tahu bagaimana melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jauh dari  desa tersebut ada sebuah jalan antar kota. Karena kondisi jalan jelek,  banyak mobil dan truck yang jatuh disana. Suatu hari sebuah truk penuh  dengan makanan kaleng terguling ke pinggir jalan dan kaleng-kaleng  berserakan di mana-mana. Karena sopir terluka, &lt;span class="fullpost"&gt; dia menumpang kendaraan  menuju ke rumah sakit dan meninggalkan makanan kaleng berserakan di  tanah. Ketika penduduk desa menemukan makanan kaleng "gratis", mereka  membawanya pulang. Selama beberapa hari setelah kecelakaan itu, setiap  keluarga memiliki makanan kaleng di meja makan malam mereka.  "keberuntungan" Ini mengilhami para penduduk desa. Sebagai pepatah lama  mengatakan : "Bertahan dengan apa saja yang ada di dekat, baik itu  gunung atau danau." Sekarang penduduk desa berpikir bahwa mereka bisa  hidup dari jalan raya tersebut. Mereka mulai sering pergi ke jalan raya,  berharap menemukan truk rusak dan penuh makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kecelakaan  tidak terjadi sesering yang mereka inginkan. Hanya melihat truk makanan  datang dan pergi, Penduduk desa kecewa tidak mendapatkan apa-apa. Suatu  hari, seseorang datang dengan ide yang cerdik. Mereka pergi ke jalan  dengan sekop dan cangkul, dan menggali banyak lubang di malam hari. Tak  lama kemudian, lebih dan lebih banyak mobil dan truk pecah ban di sana.  Karena jalan yang buruk, truk-truk melaju sangat lambat menghindari  terjadinya kecelakaan. Penduduk desa kemudian dengan mudah mengikuti dan  mencuri beberapa barang di truk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lambat laun, keadaan  semakin memburuk. Awalnya, mereka mencuri makanan hanya untuk konsumsi  mereka sendiri. sekarang mereka mulai mengambil barang-barang lain dan  menjualnya di pasar. Akhirnya, pencurian berubah menjadi murni  perampokan. Jalan dekat desa menjadi bagian paling berbahaya di  sepanjang jalan raya tersebut. Setiap bulan, polisi menerima beberapa  laporan tentang perampokan. Suatu hari, polisi menangkap dua penduduk  desa saat mereka merampok sebuah truk dan memenjarakan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penahanan  itu tidak membuat penduduk desa lainnya jera. Mereka menjadi lebih  licik dalam melakukan kejahatan ini. Mereka mengorganisasi diri mereka  dan menugaskan orang-orang untuk mengawasi polisi. Setelah perampokan,  mereka menyembunyikan barang atau mengubah kemasan sehingga polisi tidak  bisa menemukan bukti. Pemerintah lokal mencoba berbagai cara  menghentikan tindak kejahatan ini. Karena penduduk sudah terbiasa dengan  cara hidup seperti ini, perampokan tidak menunjukkan tanda-tanda akan  berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama satu musim dingin, karena reputasi desa, banyak  pengemudi truk menghindari jalan desa dengan memilih jalan memutar.  Hasilnya, penduduk desa tidak mendapat apa-apa selama beberapa hari  berturut-turut. Suatu hari, sebuah truk penuh dengan pati fosfat lewat.  Pati fosfat adalah digunakan untuk industri dan beracun. Para penduduk  desa kebanyakan tidak berpendidikan, dan menurut mereka, pati adalah  makanan yang bisa dimasak dengan berbagai cara. Jadi, mereka menghadang  truk, dan sebagaian meloncat ke atas truk dan mengambil lebih dari 20  kantong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengemudi yang masih muda ini menghentikan truk dan  mengejar para perampok. Penduduk desa lainnya mengambil kesempatan ini,  mereka membongkar semua kantong-kantong pati yang tersisa. Ketika  pengemudi pergi ke desa, ia memohon kepada penduduk desa untuk  mengembalikan pati tersebut. Saat ini, semua penduduk desa sudah  menyembunyikannya dan tak seorang pun mengaku sebagai pencuri.  Permohonan pengemudi ini tidak mendapat perhatian. Akhirnya, ia  mengatakan kepada penduduk desa bahwa pati tersebut tidak dapat dimakan  dan ini hanya dipakai untuk industri. Orang bisa meninggal jika mereka  memakannya, jadi bagi penduduk desa ini adalah tidak bermanfaat.  Pengemudi mengatakan kepada mereka kebenaran, tetapi penduduk tidak  percaya kepadanya. Bagaimanapun, pati itu kelihatan dan rasanya persis  sama seperti pati biasa yang bisa dimakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengemudi menjadi  sangat takut ketika penduduk desa tidak percaya kepadanya. Dia ingin  melaporkan kejadian tersebut kepada polisi, tetapi ia juga khawatir  seseorang akan memakan pati dan mati. Walaupun ia tidak akan bertanggung  jawab atas kematian siapa pun, dia tidak mau seseorang meninggal karena  suatu kesalahan bodoh. Dia pergi dari pintu ke pintu untuk memberitahu  orang-orang kebenaran, bahkan ia berlutut dan berkata: "Saya tidak  peduli tentang pati itu bahkan jika Anda tidak mengembalikannya, hal  yang terburuk bukan pada kerugian ekonomi saya. tapi saya memohon kepada  Anda untuk tidak memakannya, karena jika tidak, anda akan meninggal. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat  desakan pengemudi itu, beberapa penduduk desa mulai ragu akan diri  mereka sendiri. Seseorang memberi makan ayam dengan pati tersebut dan  ayam mati dalambeberapa menit. Pengemudi itu mengatakan kebenaran!  Penduduk desa terkejut, dan hati mereka sangat tersentuh. Mereka telah  mencuri barang-barang pengemudi ini dan seharusnya pengemudi itu  membenci mereka. Bahkan jika mereka mati karenapati beracun, mereka  merasa pantas mendapatkanya. Namun pengemudi ingin menyelamatkan nyawa  mereka yang sangat buruk, dia bahkan memohon dengan berlutut kepada  mereka . Ini semacam rasa cinta dan belas kasih, serta kerendahan hati  membuat penduduk desa merasa malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penduduk desa mengembalikan  semua pati ke truk. Sejak hari itu, orang-orang di desa tidak pernah  merampok truk lagi. Ketika seseorang tergoda untuk mencuri, yang lain  akan berkata: "Pikirkan tentang orang baik. Kita merampok dia, tetapi ia  menyelamatkan hidup kita. Apakah kita masih ingin melakukan hal buruk  ini? Apakah kita benar-benar jahat? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang jalan dekat desa  ini menjadi aman kembali. Setelah semua upaya-upaya penegakan hukum dan  persuasi pemerintah gagal, pengemudi muda dengan belas kasih mengubah  segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber : ERA BARU)&lt;br /&gt;******************&lt;br /&gt;Sahabat, kebiasaan orang-orang dapat diubah jika kita tahu bagaimana  mendekati mereka. Belas kasih dapat bangkit dalam diri orang jika itu  dilakukan dengan tepat. Ada belas kasih dalam hati setiap orang, tetapi  satu-satunya cara untuk beresonansi dengan hal tersebut adalah melalui  belas kasih. Jika kita ingin orang lain menjadi baik, kita yang pertama  menunjukkan rasa belas kasih kepada mereka. Tidak peduli seberapa  jahatnya orang itu, belas kasihnya dapat dibangkitkan dan ia dapat  membuang pikiran – pikiran jahatnya. Kami percaya setiap orang memiliki  belas kasih dalam hatinya, dan jika kita semua mampu menunjukkan kepada  orang lain, dunia akan menjadi tempat yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trimakasih  sahabat telah membaca,... Selamat Berbagi Belas Kasih, bukan hanya  sesama manusia, akan tetapi hewan dan tumbuhanpun berhak belas kasih  kita.... Saya yakin merekapun merasakannya. Tak heran jika dalam riwayat  Tuhan menjajikan surga, kepada seorang pelacur lantaran dia pernah  memberikan minum dengan tulus, seekor anjing yang kehausan dipadang  pasir.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-3270064289626161713?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/3270064289626161713/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/04/cerita-kekuatan-belas-kasih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/3270064289626161713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/3270064289626161713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/04/cerita-kekuatan-belas-kasih.html' title='Cerita &quot; Kekuatan Belas Kasih&quot;'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-6131556794295639389</id><published>2010-04-22T11:20:00.001+07:00</published><updated>2010-04-22T11:32:47.317+07:00</updated><title type='text'>Cerita "Cat Tembok"</title><content type='html'>&lt;div style="color: #444444;"&gt;Apakah kita selalu merasa usaha yang selama ini dilakukan tidak berbuah  hasil sama sekali? Ada sedikit ilustrasi dalam cerita  berikut..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #444444;"&gt;&amp;nbsp;***&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #444444;"&gt;Suatu ketika, ada seorang sahabat yang ingin memperbaharui  suasana ruang usahanya dengan mengecat kembali ruangan tersebut. Ia  merasa kalau warna cat ruangan itu sudah mulai kusam dan luntur.  Kebetulan warna awalnya adalah kuning emas,dan ia hanya ingin  mengecatnya dengan warna sama. Berharap kusam dan tidak ratanya cat dulu  bisa tertutup. &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #444444; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S8_N-3A32HI/AAAAAAAAACg/4fedzn8SnuQ/s1600/cat_rumah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="166" src="http://4.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S8_N-3A32HI/AAAAAAAAACg/4fedzn8SnuQ/s200/cat_rumah.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #444444;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #444444;"&gt;Sebenarnya,ia dan rekannya &lt;span class="fullpost"&gt; sudah  merencanakan ini sejak lama. Karena sejak renovasi awal, ia merasa  masih kurang puas dengan cat temboknya. Padahal, ketika itu mereka  berjibaku mengecat siang dan malam.&lt;br /&gt;Semua peralatan sudah  disiapkan sebelum hari pengecatan. Semua karyawan diliburkan. Cat tembok  yang diinginkan pun telah dibeli. Dan merek cat nya pun sama dengan  sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan semangat yang menggebu-gebu mereka mulai  mengecat tembok. Namun, alangkah terkejutnya ketika diakhir pekerjaan,  tembok yang sekiranya menjadi lebih terang dan indah, terlihat sama  tidak berbeda dengan yang lalu. Padahal, mereka telah melapisinya  berkali-kali. &lt;br /&gt;Sepertinya, ada yang tidak sesuai dengan perkiraan  mereka. Semua teknik dan peralatan rasanya sudah menjadi lebih baik  dari sebelumnya. Dan pengalaman mengecat pun pernah dilakoni. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata,  ada hal yang harusnya mereka ketahui. Bahwasanya cat yang digunakan itu  tidaklah kualitas seperti yang mereka duga. Banyak orang, teman, tetangga, saudara  mereka sewaktu diminta saran berkata bahwa sebaiknya cat yang digunakan  berbeda, dan yang lebih berkualitas. Tentu, harganya juga berbeda.  Namun, karena alasan itu pula mereka mencoba menepisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya,  mereka mencoba itu, untuk mengganti cat dengan merek yang berbeda.  Alhasil, sekali mengusap kuas, warna tembok menjadi lebih terang. Kusam  dan tidak rata tertutupi dengan sempurna. &lt;br /&gt;Mereka pun tidak perlu  berkali-kali mengecat karena hasilnya telah kelihatan bagus. Dan  suasana ruangan itu pun menjadi lebih segar dengan warna yang cemerlang.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Terkadang disaat kita ingin  menjadi lebih baik dari sebelumnya, kita tentu belajar dari  pengalaman. Namun ketika itu pula kita sering terlupa akan hal-hal  kecil yang bisa menjadi penentu keberhasilan kita.&lt;br /&gt;Ada  strategi... kita pernah melakoni semua, kita belajar tentang itu... Ada  usaha... kita tentu bisa lebih giat...&lt;br /&gt;Ada doa...selalu kita  panjatkan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Tuhan punya cara tersendiri membuat kita  tersadar akan hal-hal kecil...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu adalah NASIHAT...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasihat  kepada ketulusan dan kelurusan niat kita.. apapun itu...&lt;br /&gt;sekecil  apapun itu...&lt;br /&gt;sepahit apapun itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasihat itu bagian dari  semangat kita, usaha kita, dan bisa juga jawaban Tuhan akan do'a kita...&lt;br /&gt;Semangat  itu sesuatu yang "inkonsisten", selalu berubah, tidakbisa selamanya  sama dan kuat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAN KARENANYA ADA NASIHAT..&lt;br /&gt;yang menjaga  semangat itu,&lt;br /&gt;yang bisa memacu semangat kita disaat  lemah,lesu,takberdaya...&lt;br /&gt;Oleh karena itu,kita selalu diingatkan  bahwa hidup adalah untuk saling menasihati, dalam hal yang baik dan  bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-6131556794295639389?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/6131556794295639389/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/04/cerita-cat-tembok.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/6131556794295639389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/6131556794295639389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/04/cerita-cat-tembok.html' title='Cerita &quot;Cat Tembok&quot;'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S8_N-3A32HI/AAAAAAAAACg/4fedzn8SnuQ/s72-c/cat_rumah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-7556926096902895239</id><published>2010-04-14T22:13:00.000+07:00</published><updated>2010-04-14T22:13:52.424+07:00</updated><title type='text'>Gaung Kehidupan</title><content type='html'>Suatu ketika ada sepasang anak dan ayah menjelajahi sebuah gua.&lt;br /&gt;Tiba-tiba  sang anak terjatuh dan menjerit keras, "arggghhhhhhhhhh".&lt;br /&gt;Anak  tersebut terkejut, dan sesaat mendengar suara yang berulang suatu tempat  di gua itu.: "arggghhhhhhhhhh"&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S8XbbVHWiiI/AAAAAAAAACY/Wh-1n3Hh_YU/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="149" src="http://3.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S8XbbVHWiiI/AAAAAAAAACY/Wh-1n3Hh_YU/s200/images.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Penasaran, anak itu  berteriak,"Siapa kamu?"&lt;br /&gt;Ia mendapat balasan sama, "Siapa Kamu"&lt;br /&gt;Dan  kemudian ia berteriak lagi,"Aku mengagumimu", sedetik kemudian  terdengar jelas balasan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marah karena mendengar  &lt;span class="fullpost"&gt; respon  itu, sang anak berteriak,"PENGECUT"&lt;br /&gt;Dia menerima jawaban :"PENGECUT". Sejurus  kemudian, sang anak melihat kearah ayahnya dan bertanya,"Apa yang  terjadi,ayah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Ayah tersenyum dan berkata,"Nak, perhatikan  !"&lt;br /&gt;Sang ayah berteriak,"KAMU ADALAH PEMENANG".&lt;br /&gt;Dan suara  jawaban terdengar sama persis seperti apa yang diteriakkan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian  sang ayah menjelaskan kepada anaknya bahwa semua orang menyebutnya  'GAUNG'tapi itulah sebenarnya kehidupan.&lt;br /&gt;"Ia mengembalikan apapun  yang kamu katakan dan lakukan".&lt;br /&gt;"Hidup ini sebenarnya adalah  pantulan dari apa yang kita perbuat sebelumnya, Nak".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Kita tidak akan lepas dari apa yang kita  lakukan sebelumnya. Semua perbuatan dan perkataan kita bisa jadi akan  menentukan apa yang kita dapatkan kelak.&lt;br /&gt;Layaknya Gaung di goa,  kita pun tidak pernah lepas dari pantulan-pantulan kehidupan yang  mengiringi langkah hidup kita kedepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JIka kita berbuat baik,  maka bisa jadi kita akan menuai kebaikan kelak.&lt;br /&gt;Namun kebalikannya,  jika apa yang kita katakan dan perbuat tidak sesuai maka kelak kita  mendapat balasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama jika kita menginginkan banyak cinta  mendampingi hidup kita, maka ciptakan lebih banyak cinta dalam hati  kita.&lt;br /&gt;Jika kita inginkan keberhasilan dalam hidup, maka ciptakan  suasana-suasana yang membuat kita tetap semangat dalam berusaha, teguh  dalam do'a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, jika kita telah terbiasa berperilaku tidak  sesuai, maka kemungkinan hal-hal yang baik takkan kita capai.&lt;br /&gt;Tuhan  Maha Adil, sehingga Ia melihat apa yang kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu semua  akan kembali kepada apa yang kita lakukan kemarin,sekarang atau kelak.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-7556926096902895239?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/7556926096902895239/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/04/gaung-kehidupan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/7556926096902895239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/7556926096902895239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/04/gaung-kehidupan.html' title='Gaung Kehidupan'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S8XbbVHWiiI/AAAAAAAAACY/Wh-1n3Hh_YU/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-6595936656316277103</id><published>2010-04-11T22:14:00.000+07:00</published><updated>2010-04-11T22:14:27.986+07:00</updated><title type='text'>"Cat Tembok"</title><content type='html'>Suatu ketika, ada seorang sahabat yang ingin memperbaharui suasana ruang usahanya dengan mengecat kembali ruangan tersebut. Ia merasa kalau warna cat ruangan itu sudah mulai kusam dan luntur. Kebetulan warna awalnya adalah kuning emas,dan ia hanya ingin mengecatnya dengan warna sama. Berharap kusam dan tidak ratanya cat dulu bisa&lt;br /&gt;tertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya,ia dan rekannya sudah merencanakan ini sejak lama. Karena&lt;br /&gt;sejak renovasi awal, &lt;span class="fullpost"&gt; ia merasa masih kurang puas dengan cat temboknya. Padahal, ketika itu mereka berjibaku mengecat siang dan malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua peralatan sudah disiapkan sebelum hari pengecatan. Semua karyawan diliburkan. Cat tembok yang diinginkan pun telah dibeli. Dan merek cat nya pun sama dengan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan semangat yang menggebu-gebu mereka mulai mengecat tembok. Namun, alangkah terkejutnya ketika diakhir pekerjaan, tembok yang sekiranya menjadi lebih terang dan indah, terlihat sama tidak berbeda dengan yang lalu. Padahal, mereka telah melapisinya berkali-kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya, ada yang tidak sesuai dengan perkiraan mereka. Semua teknik dan peralatan rasanya sudah menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dan pengalaman mengecat pun pernah dilakoni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, ada hal yang harusnya mereka ketahui. Bahwasanya cat yang digunakan itu tidaklah kualitas seperti yang mereka duga. Banyak orang,teman,tetangga,saudara mereka sewaktu diminta saran berkata bahwa sebaiknya cat yang digunakan berbeda, dan yang lebih berkualitas. Tentu, harganya juga berbeda. Namun, karena alasan itu pula mereka mencoba menepisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, mereka mencoba itu, untuk mengganti cat dengan merek yang berbeda. Alhasil, sekali mengusap kuas, warna tembok menjadi lebih terang. Kusam dan tidak rata tertutupi dengan sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka pun tidak perlu berkali-kali mengecat karena hasilnya telah kelihatan bagus. Dan suasana ruangan itu pun menjadi lebih segar dengan warna yang cemerlang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Terkadang disaat kita ingin menjadi lebih baik dari sebelumnya, kita tentu belajar dari pengalaman. Namun ketika itu pula kita sering terlupa akan hal-hal kecil yang bisa menjadi penentu keberhasilan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada strategi,,, kita pernah melakoni semua, kita belajar tentang itu,,,&lt;br /&gt;Ada usaha,,,kita tentu bisa lebih giat...&lt;br /&gt;Ada doa...selalu kita panjatkan,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Tuhan punya cara tersendiri membuat kita tersadar akan hal-hal kecil,,,&lt;br /&gt;itu adalah NASIHAT,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasihat kepada ketulusan dan kelurusan niat kita,, apapun itu,,, sekecil apapun itu,,, sepahit apapun itu,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasihat itu bagian dari semangat kita, usaha kita, dan bisa juga jawaban Tuhan akan do'a kita,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat,&lt;br /&gt;Semangat itu sesuatu yang "inkonsisten", selalu berubah,,tidakbisa selamanya sama dan kuat,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAN KARENANYA ADA NASIHAT,,&lt;br /&gt;yang menjaga semangat itu,&lt;br /&gt;yang bisa memacu semangat kita disaat lemah,lesu,takberdaya,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu,kita selalu diingatkan bahwa hidup adalah untuk saling&lt;br /&gt;menasihati, dalam hal yang baik dan bermanfaat &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-6595936656316277103?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/6595936656316277103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/04/cat-tembok.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/6595936656316277103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/6595936656316277103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/04/cat-tembok.html' title='&quot;Cat Tembok&quot;'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-3878454360859769863</id><published>2010-04-01T09:47:00.000+07:00</published><updated>2010-04-01T09:47:21.808+07:00</updated><title type='text'>Cerita, "Biarlah Tuhan Menilaimu"</title><content type='html'>Alkisah, seorang Ayah dan anak sedang perjalanan jauh sambil menuntun onta yang terlihat beberapa barang yang diletakkan diatas Onta tersebut..., sampai mereka berpapasan dengan seseorang pedagang pertama. Dia berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dasar bodoh kalian... onta yang kuat dan kekar itu kok tidak dinaiki oleh salah satu dari kalian? Dasar Bodoh!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ayah kaget, dan menyuruh sang anak untuk naik onta tersebut. Tak lama kemudian mereka berpapasan dengan pedagang kedua. Dia Berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Emang anak tak tau diri, masak Ayahnya dibiarkan berjalan menuntun onta yang dinaiki anaknya...!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Anak kaget, kemudian dia mempersilahkan &lt;span class="fullpost"&gt; ayahnya untuk naik onta. Tak lama kemudian mereka berpapasan dengan pedangang ketiga. Dia berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah... wah... tega nian ini sang Ayah... masak anak yang belum besar ini disuruh menuntun onta, sedang ayahnya bersantai diatas onta...?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Ayah kaget, kemudian mengajak anaknya untuk naik bersama-sama ke atas Onta. Hingga mereka bertemu dengan pedagang ke empat. Dia berkata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dasar manusia-manusia tidak berperikehewanan! Onta kok dinaiki oleh dua orang dan barang-barang?... kasihanilah onta tersebut...!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian sang ayah berkata kepada anaknya, "Anakku, memang ketika kita mengharap nilai dari manusia, maka akan seperti ini.... tidak jelas..., maka biarlah Tuhan yang menilai kita...!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~~~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku, Biarlah Tuhan Menilaimu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila engkau berbuat baik, orang lain mungkin akan berprasangka bahwa ada maksud-maksud buruk di balik perbuatan baik yang kau lakukan. Tetapi, tetaplah berbuat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang orang berpikir secara tidak masuk akal dan bersikap egois. Tetapi, bagaimanapun juga, terimalah mereka apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila engkau sukses, engkau mungkin akan mempunyai musuh dan juga teman yang iri hati atau cemburu. Tetapi teruskanlah kesuksesanmu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila engkau jujur dan terbuka, orang lain mungkin akan menipumu. Tetapi, tetaplah bersikap jujur dan terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang telah engkau bangun bertahun-tahun lamanya, dapat dihancurkan orang dalam satu malam saja. Tetapi, janganlah berhenti dan tetaplah membangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila engkau menemukan kedamaian dan kebahagiaan di dalam hati, orang lain mungkin akan iri hati kepadamu. Tetapi, tetaplah berbahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebaikan yang kau lakukan hari ini, mungkin besok dilupakan orang. Tetapi, teruslah berbuat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikan yang terbaik dari apa yang kau miliki, dan itu mungkin tidak akan pernah cukup. Tetapi, tetap berikanlah yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarilah bahwa semuanya itu ada di antara engkau dan Tuhan. Tidak akan pernah ada antara engkau dan orang lain. Jangan pedulikan apa yang orang lain pikir atas perbuatan baik yang kau lakukan. Tetapi percayalah bahwa mata Tuhan tertuju pada orang-orang jujur dan Dia sanggup melihat ketulusan hatimu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-3878454360859769863?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/3878454360859769863/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/04/cerita-biarlah-tuhan-menilaimu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/3878454360859769863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/3878454360859769863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/04/cerita-biarlah-tuhan-menilaimu.html' title='Cerita, &quot;Biarlah Tuhan Menilaimu&quot;'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-5473103545487659177</id><published>2010-03-31T23:29:00.002+07:00</published><updated>2010-04-11T22:47:36.132+07:00</updated><title type='text'>Cerita "Kalung Anisa"</title><content type='html'>Ini cerita tentang Anisa, seorang gadis kecil yang ceria berusia Lima tahun. Pada suatu sore, Anisa&lt;br /&gt;menemani Ibunya berbelanja di suatu supermarket.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;Ketika sedang menunggu giliran membayar, Anisa melihat sebentuk kalung mutiara mungil berwarna putih berkilauan, tergantung dalam sebuah kotak berwarna pink yang sangat cantik. Kalung itu nampak begitu indah, sehingga Anisa sangat ingin memilikinya. Tapi... Dia tahu, pasti Ibunya akan berkeberatan.&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S8HrQD1I2LI/AAAAAAAAACQ/ftdxucumsmA/s1600/dsc01457.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S8HrQD1I2LI/AAAAAAAAACQ/ftdxucumsmA/s200/dsc01457.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasanya, &lt;span class="fullpost"&gt; sebelum berangkat ke supermarket dia sudah berjanji tidak akan meminta apapun selain yang sudah disetujui untuk dibeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tadi Ibunya sudah menyetujui untuk membelikannya kaos kaki berenda yang cantik. Namun karena kalung itu sangat indah, diberanikannya bertanya.&lt;br /&gt;"Ibu, bolehkah Anisa memiliki kalung ini ? Ibu boleh kembalikan kaos kaki yang tadi... " Sang Bunda segera mengambil kotak kalung dari tangan Anisa. Dibaliknya tertera harga Rp 25,000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihatnya mata Anisa yang memandangnya dengan penuh harap dan cemas.Sebenarnya dia bisa saja langsung membelikan kalung itu, namun ia tak mau bersikap tidakkonsisten...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oke ... Anisa, kamu boleh memiliki kalung ini. Tapi kembalikan kaos kaki yang kau pilih&lt;br /&gt;tadi. Dan karena harga kalung ini lebih mahal dari kaos kaki itu,Ibu akan potong uang tabunganmu untuk minggu depan. Setuju ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anisa mengangguk lega, dan segera berlari riang mengembalikan kaos kaki ke raknya.&lt;br /&gt;"Terimakasih...,Ibu" Anisa sangat menyukai dan menyayangi kalung mutiaranya. Menurutnya, kalung itu membuatnya nampak cantik dan dewasa. Dia merasa secantik Ibunya. Kalung itu tak pernah lepas dari lehernya, bahkan ketika tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalung itu hanya dilepasnya jika dia mandi atau berenang. Sebab,kata ibunya, jika basah, kalung itu&lt;br /&gt;akan rusak, dan membuat lehernya menjadi hijau...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap malam sebelum tidur, ayah Anisa membacakan cerita pengantar tidur. Pada suatu malam, ketika selesai membacakan sebuah cerita, Ayah bertanya :&lt;br /&gt;"Anisa..., Anisa sayang Enggak sama Ayah ?"&lt;br /&gt;"Tentu dong... Ayah pasti tahu kalau Anisa sayang Ayah!"&lt;br /&gt;"Kalau begitu, berikan kepada Ayah kalung mutiaramu...&lt;br /&gt;"Yah..., jangan dong Ayah ! Ayah boleh ambil "si-Ratu" boneka kuda dari nenek... ! Itu kesayanganku&lt;br /&gt;juga&lt;br /&gt;"Ya sudahlah sayang,... ngga apa-apa !". Ayah mencium pipi Anisa sebelum keluar dari kamar Anisa. Kira-kira seminggu berikutnya, setelah selesai membacakan cerita, Ayah bertanya lagi, "Anisa..., Anisa sayang nggak sih, sama Ayah?"&lt;br /&gt;"Ayah, Ayah tahu bukan kalau Anisa sayang sekali pada Ayah!".&lt;br /&gt;"Kalau begitu, berikan pada Ayah Kalung mutiaramu."&lt;br /&gt;"Jangan Ayah... Tapi kalau Ayah mau, Ayah boleh ambil boneka Barbie ini.."Kata Anisa seraya menyerahkan boneka Barbie yang selalu menemaninya bermain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa malam kemudian, ketika Ayah masuk ke kamarnya, Anisa sedang duduk di atas tempat tidurnya. Ketika didekati, Anisa rupanya sedang menangis diam-diam. Kedua tangannya tergenggam di atas pangkuan. air mata membasahi pipinya...&lt;br /&gt;"Ada apa Anisa,kenapa Anisa ?"&lt;br /&gt;Tanpa berucap sepatah pun, Anisa membuka tangan-nya.&lt;br /&gt;Di dalamnya melingkar cantik kalung mutiara kesayangannya&lt;br /&gt;" Kalau Ayah mau...ambillah kalung Anisa" Ayah tersenyum mengerti, diambilnya kalung itu dari tangan&lt;br /&gt;mungil Anisa. Kalung itu dimasukkan ke dalam kantong celana. Dan dari kantong yang satunya, dikeluarkan sebentuk kalung mutiara putih...sama cantiknya dengan kalung yang sangat disayangi Anisa...&lt;br /&gt;"Anisa... ini untuk Anisa. Sama bukan ? Memang begitu nampaknya,tapi kalung ini tidak akan membuat lehermu menjadi hijau"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya..., ternyata Ayah memberikan kalung mutiara asli untuk menggantikan kalung mutiara imitasi Anisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula halnya dengan Tuhan. terkadang Dia meminta sesuatu dari kita, karena Dia berkenan untuk menggantikannya dengan yang lebih baik. Namun, kadang-kadang kita seperti atau bahkan lebih naif dari Anisa :&lt;br /&gt;"Menggenggam erat sesuatu yang kita anggap amat berharga, dan oleh karenanya tidak ikhlas bila&lt;br /&gt;harus kehilangan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cepat atau lambat,,apa yang ada pada diri kita pun akan selalu berganti,,kiranya Tuhan selalu mengingatkan kita bahwa semua milik-Nya,,tentu akan kembali kepada-Nya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah perlunya sikap ikhlas,karena kita yakin tidak akan Tuhan mengambil sesuatu dari kita jika tidak akan menggantinya dengan yang lebih baik,,di dunia atau di akherat kelak,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-5473103545487659177?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/5473103545487659177/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/03/cerita-kalung-anisa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/5473103545487659177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/5473103545487659177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/03/cerita-kalung-anisa.html' title='Cerita &quot;Kalung Anisa&quot;'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S8HrQD1I2LI/AAAAAAAAACQ/ftdxucumsmA/s72-c/dsc01457.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-5511047096424463244</id><published>2010-03-31T16:03:00.001+07:00</published><updated>2010-03-31T16:05:30.735+07:00</updated><title type='text'>Cerita " Kerang"</title><content type='html'>Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu." Si ibu terdiam, sejenak,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tahu bahwa itu sakit anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat", kata ibunya dengan sendu dan lembut. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit terkadang masih terasa. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi mutiara; air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~~~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, cerita di atas adalah sebuah paradigma yg menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transendental untuk menjadikan "kerang biasa" menjadi "kerang luar biasa". Karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah "orang biasa" menjadi "orang luar biasa".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang mundur saat berada di lorong transendental tersebut, karena mereka tidak tahan dengan cobaan yang mereka alami. Ada dua pilihan sebenarnya yang bisa mereka masuki: menjadi `kerang biasa' yang disantap orang atau menjadi `kerang yang menghasilkan mutiara'. Sayangnya, lebih banyak orang yang mengambil pilihan pertama, sehingga tidak mengherankan bila jumlah orang yang sukses lebih sedikit dari orang yang `biasa-biasa saja'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saat ini kita sedang mengalami penolakan, kekecewaan, patah hati, atau terluka karena orang-orang di sekitar kita, cobalah utk tetap tersenyum dan tetap berjalan di lorong tersebut, dan sambil katakan di dalam hatimu... "Airmataku diperhitungkan Tuhan.. dan penderitaanku ini akan mengubah diriku menjadi mutiara." Semoga........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat yg sedang bersedih, yang jelas sekali lagi "KESABARAN PASTI SELALU BERBUAH MANIS"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"CCM_FB" &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-5511047096424463244?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/5511047096424463244/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/03/cerita-kerang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/5511047096424463244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/5511047096424463244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/03/cerita-kerang.html' title='Cerita &quot; Kerang&quot;'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-3138078962479990687</id><published>2010-03-09T10:57:00.002+07:00</published><updated>2010-04-22T11:33:26.245+07:00</updated><title type='text'>Beruntung atau Malang</title><content type='html'>&lt;div style="color: #444444;"&gt;Alkisah jaman dahulu kala ada seorang petani miskin yang hidup dengan seorang putera nya. Mereka hanya memiliki seekor kuda kurus yang sehari-hari membantu mereka menggarap ladang mereka yang tidak seberapa. Pada suatu hari, kuda pak tani satu-satu nya tersebut menghilang, lari begitu saja dari kandang menuju hutan.Orang-orang di kampung yang mendengar berita itu berkata: “Wahai Pak Tani, sungguh malang nasibmu!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak tani hanya menjawab, “Malang atau beruntung? Aku tidak tahu …” Keesokan hari nya, ternyata kuda pak Tani kembali ke kandangnya, dengan membawa 100 kuda liar dari hutan. Segera ladang pak Tani yang tidak seberapa luas dipenuhi oleh 100 ekor kuda jantan yang gagah perkasa. Orang2 dari kampung berbondong datang dan segera mengerumuni “koleksi” kuda-kuda yang berharga mahal tersebut dengan kagum. Pedagang-pedagang kuda segera menawar kuda-kuda tersebut dengan harga tinggi, untuk dijinakkan dan dijual. Pak Tani pun menerima uang dalam jumlah banyak, dan hanya menyisakan 1 kuda liar untuk berkebun membantu kuda tua nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang di kampung yang melihat peristiwa itu berkata: “Wahai Pak tani, sungguh beruntung nasibmu!”. Pak tani hanya menjawab, “Malang atau beruntung? Aku tidak tahu …” &lt;span class="fullpost"&gt; Keesokan hari nya, anak pak Tani pun dengan penuh semangat berusaha menjinakan kuda baru nya. Namun, ternyata kuda tersebut terlalu kuat, sehingga pemuda itu jatuh dan patah kaki nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang di kampung yang melihat peristiwa itu berkata: “Wahai Pak tani, sungguh malang nasibmu!”. Pak tani hanya menjawab, “Malang atau beruntung? Aku tidak tahu …” Pemuda itupun terbaring dengan kaki terbalut untuk menyembuhkan patah kaki nya. Perlu waktu lama hingga tulang nya yang patah akan baik kembali. Keesokan hari nya, datanglah Panglima Perang Raja ke desa itu. Dan memerintahkan seluruh pemuda untuk bergabung menjadi pasukan raja untuk bertempur melawan musuh di tempat yang jauh. Seluruh pemuda pun wajib bergabung, kecuali yang sakit dan cacat. Anak pak Tani pun tidak harus berperang karena dia cacat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang di kampung berurai air mata melepas putra-putra nya bertempur, dan berkata: “Wahai Pak tani, sungguh beruntung nasibmu!”. Pak tani hanya menjawab, “Malang atau beruntung? Aku tidak tahu …”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sumber : arifperdana.wordpress.com)&lt;br /&gt;~~~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, kisah di atas, mengungkapkan suatu sikap yang sering disebut: non-judgement. Sebagai manusia, kita memiliki keterbatasan untuk memahami rangkaian kejadian yang diskenariokan Sang Maha Sutradara. Apa2 yang kita sebut hari ini sebagai “kesialan”, barangkali di masa depan baru ketahuan adalah jalan menuju “keberuntungan” . Maka orang-orang seperti Pak Tani di atas, berhenti untuk “menghakimi” kejadian dengan label-label “beruntung”, “sial”, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena, siapalah kita ini menghakimi kejadian yang kita sunguh tidak tahu bagaimana hasil akhirnya nanti. Seorang karyawan yang dipecat perusahaan nya, bisa jadi bukan suatu “kesialan”, manakala ternyata status job-less nya telah memecut dan membuka jalan bagi diri nya untuk menjadi boss besar di perusahaan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka berhentilah menghakimi apa –apa yang terjadi hari ini, kejadian –kejadian PHK , Paket Hengkang , Mutasi tugas dan apapun namanya . . . .yang selama ini kita sebut dengan “kesialan” , “musibah ” dll , karena .. sungguh kita tidak tahu apa yang terjadi kemudian dibalik peristiwa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hadapi badai kehidupan sebesar apapun. Tuhan takkan lupa akan kemampuan kita. Kapal hebat diciptakan bukan untuk dilabuhkan di dermaga saja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal semacam ini juga sering terjadi pada diri kita jika kita mau memperhatikannya. Pertanyaannya, Apakah Anda sekarang mengalami Keberuntungan Atau Kemalangan ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-3138078962479990687?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/3138078962479990687/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/03/beruntung-atau-malang.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/3138078962479990687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/3138078962479990687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/03/beruntung-atau-malang.html' title='Beruntung atau Malang'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-2523071183416061526</id><published>2010-01-09T13:18:00.002+07:00</published><updated>2010-03-31T00:08:06.575+07:00</updated><title type='text'>"Mendorong Batu"</title><content type='html'>Seorang laki-laki sedang tertidur di bawah pohon besar. Kemudian dia bermimpi  ada cahaya terang mendatanginya. Dia bermimpi bertemu Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan  berkata kepadanya bahwa ada pekerjaan yang harus dilakukannya. Lalu Tuhan  menunjukkan kepadanya sebuah batu besar di depan pondoknya. Tuhan menjelaskan  bahwa ia harus mendorong batu itu dengan seluruh kekuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S0gfQQtl64I/AAAAAAAAABk/OATXRj2ITX4/s1600-h/batu.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S0gfQQtl64I/AAAAAAAAABk/OATXRj2ITX4/s320/batu.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Hal ini  dikerjakan laki-laki itu setiap hari. Berbulan-bulan ia bekerja sejak matahari  terbit sampai terbenam, pundaknya sering menjadi kaku menahan dingin, ia  kelelahan karena mendorong dengan seluruh kemampuannya. Setiap malam laki-laki  itu kembali ke kamarnya dengan sedih dan cemas, merasa bahwa sepanjang harinya  kosong dan tersia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika laki-laki itu mulai putus asa, si Iblispun  mulai mengambil bagian untuk mengacaukan pikirannya "Sekian lama kau telah  mendorong batu itu tetapi batu itu tidak bergeming. Apa kau ingin bunuh diri?  Kau tidak akan pernah bisa memindahkannnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, ditunjukkannya &lt;span class="fullpost"&gt; pada  laki-laki itu bahwa tugas itu sangat tidak masuk akal dan salah. Pikiran  tersebut kemudian membuat laki-laki itu putus asa dan patah  semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa aku harus bunuh diri seperti ini?" pikirnya.&lt;br /&gt;"Aku akan menyisihkan waktuku, dengan sedikit usaha, dan itu akan cukup  baik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan itulah yang direncanakan, sampai suatu hari diputuskannya  untuk berdoa dan mengadu segala permasalahannya itu kepada  Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tuhan," katanya "Aku telah bekerja keras sekian lama dan  menjalankan perintah-Mu, dengan segenap kekuatanku melakukan apa yang Kau  inginkan. Tetapi sampai sekarang aku tidak dapat menggerakkan batu itu setengah  milimeterpun. Mengapa? Mengapa aku gagal?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan berkata,"Hambaku, ketika  aku memintamu untuk melaksanakan perintah-Ku dan kau menyanggupi, Aku berkata  bahwa tugasmu adalah mendorong batu itu dengan seluruh kekuatanmu seperti yang  telah kau lakukan. Tapi tidak sekalipun Aku berkata bahwa kau mesti  menggesernya. Tugasmu hanyalah mendorong. Dan kini kau datang padaKu dengan  tenaga terkuras, berpikir bahwa kau telah gagal. tetapi apakah  benar?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Lihatlah dirimu. Lenganmu kuat dan berotot, punggungmu tegap dan  coklat, tanganmu keras karena tekanan terus- menerus, dan kakimu menjadi gempal  dan kuat. Sebaliknya kau telah bertumbuh banyak dan kini kemampuanmu melebihi  sebelumnya. Meski kau belum menggeser batu itu. Tetapi ketaatanmu adalah menurut  dan mendorong dan belajar untuk setia dan percaya akan hikmah yang akan  Kuberikan kepadamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu tiba-tiba terbangun dari mimpinya, dan  bersujud syukur karena ia merasa dan paham bahwa ia telah mendapatkan  hidayah-Nya.&lt;br /&gt;********************* &lt;br /&gt;Terkadang, ketika kita mendengar perintah Allah, yang pertama kali kita gunakan  cenderung pikiran dan nafsu kita untuk menganalisa keinginanNya, bukan keimanan  dahulu yang kita utamakan. Padahal perintah itu jelas  kebenarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya apa yang Allah inginkan adalah hal-hal yang  sangat sederhana agar menuruti dan taat kepadaNya. Dan yakinlah itu adalah  kebutuhan kita. Allah tidak butuh ibadah kita. Demi Allah, ketika semua makhluk  berpaling dari Nya, maka tidak akan mengurangi sedikitpun kebesaran dan  kemulyaan Allah. Dan sebaliknya ketika semua makhluk beribadah kepada Nya, tidak  akan menambah sedikitpun kebesaran dan kemuliaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Dengan  kata lain, taatlah terhadap segala perintah Allah, dan yakinlah bahwa perintah  itu adalah kebutuhan kita. Semoga Allah selalu membimbing kita ke jalan-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;"CCM FB"&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-2523071183416061526?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/2523071183416061526/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/01/mendorong-batu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/2523071183416061526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/2523071183416061526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/01/mendorong-batu.html' title='&quot;Mendorong Batu&quot;'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S0gfQQtl64I/AAAAAAAAABk/OATXRj2ITX4/s72-c/batu.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-4766173720106430251</id><published>2010-01-06T14:34:00.001+07:00</published><updated>2010-03-31T00:09:13.226+07:00</updated><title type='text'>"Sebuah Jam"</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Cerita ini mengingatkan aku pada perjuangan untuk menyelesaikan Skripsiku. Hampir putus asa karena aku merasa sudah ga mampu untuk melanjutkan semuanya... hanya bisa berfikir bagaimana aku bisa menyelesaikan tugas ini sampai Januari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S0Q83EdbWVI/AAAAAAAAAA8/kHLnbNgnsyM/s1600-h/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S0Q83EdbWVI/AAAAAAAAAA8/kHLnbNgnsyM/s200/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, Seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. "Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31.104.000 kali selama setahun?"&lt;br /&gt;"Ha?," kata jam terperanjat, "Mana sanggup saya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tukang jam pun terdiam....&lt;br /&gt;"Bagaimana kalau 86.400 kali dalam sehari?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ha...Delapan puluh ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?" jawab jam penuh keraguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tukang jam pun terdiam.... &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana kalau 3.600 kali dalam satu jam?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apaa..Dalam satu jam harus berdetak 3.600 kali?"&lt;br /&gt;"Banyak sekali itu" tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tukang jam pun terdiam....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada si jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kalisetiap detik?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Naaaa, kalau begitu, aku sanggup!" kata jamdengan penuh antusias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 86.400 kali dalam sehari..dan 3.600 kali dalam satu jam..dan tentu saja 31.104.000 kali selama setahun!!!&lt;br /&gt;***********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kalanya kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan yang terasa begitu berat. Namun sebenarnya jika kita sudah menjalankannya, ternyata kita mampu, bahkan sesuatu yang mungkin semula kita anggap tidak mungkin untuk dilakukan. Yakinlah kepada Allah! Allah sudah mengukur kemampuan Hamba-hamba-Nya. Sesungguhnya bersamaan dengan kesulitan yang kita hadapi, ada kemudahan di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber :&lt;b&gt; jifasmart.blogspot.com&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-4766173720106430251?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/4766173720106430251/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/01/sebuah-jam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/4766173720106430251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/4766173720106430251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/01/sebuah-jam.html' title='&quot;Sebuah Jam&quot;'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S0Q83EdbWVI/AAAAAAAAAA8/kHLnbNgnsyM/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-7896167151245483095</id><published>2010-01-04T15:03:00.001+07:00</published><updated>2010-03-31T00:10:23.124+07:00</updated><title type='text'>Kerikil "Renungan Dalam Hati"</title><content type='html'>"Cobalah, tebarkan kerikil ke dalam air:&lt;br /&gt;Biarkan memercik, dan batu itu pun kan menghilang&lt;br /&gt;Tapi, akan ada belasan riak yang berputar, menjauh dan lepas dari pandang&lt;br /&gt;Lingkaran itu akan menyebar dan mengalir dan tak ada yang tahu kapan akan berakhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah, tebarkan kerikil kedalam air, dalam sekejap, mungkin ia tak&lt;br /&gt;terkenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, akan ada gelombang kecil yang terus mengembang,&lt;br /&gt;Dan gelombang itu, akan terus berpusar, dan mungkin akan menjadi gelombang badai..&lt;br /&gt;Bisa jadi, hanya lewat kerikil, kita kan merusak sebuah sungai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah, tebarkan caci, dan tekun dalam memaki, dalam sesaat, kata itu&lt;br /&gt;mungkin kan terlupa&lt;br /&gt;Tapi, nanti pasti akan selalu ada  &lt;span class="fullpost"&gt; jiwa dan hati yang terluka,&lt;br /&gt;Hati itu kan tetap merana, tak ada yang tahu kapan dia tetap ada&lt;br /&gt;Dan bisa jadi, tak ada yang kita bisa perbuat, saat maki sudah tertanam di dada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah, sampaikan kata-kata benci, dalam sekejap, mungkin ia akan tak&lt;br /&gt;terkenang&lt;br /&gt;Tapi, akan yakinlah, akan timbul jiwa-jiwa pendendam, akan ada airmata yang&lt;br /&gt;berlinang&lt;br /&gt;Dan bisa jadi, dalam derai airmata itu&lt;br /&gt;Akan ada harapan-harapan yang hilang dan membatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah, sampaikan kata-kata bijak dan menyenangkan, dalam semenit ia&lt;br /&gt;mungkin kan terlupa&lt;br /&gt;Namun, yakinlah, akan ada gelombang riak-riak bahagia kan tercipta&lt;br /&gt;Akan ada pusaran-pusaran cinta yang yang terus membesar&lt;br /&gt;Hingga kita seolah tak percaya pada semua kata yang telah kita tebar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah, sampaikan kata-kata sejuk berisi harapan dan doa, dalam semenit, ia mungkin kan terlupa&lt;br /&gt;Namun, rasa bahagia yang tercipta, akan terus nikmat terasa&lt;br /&gt;Dan kita akan membuat mereka nyaman dengan semua dendang yang kita nyanyikan&lt;br /&gt;Bertahun-tahun lamanya, kata itu kan terus terkenang, walau sekedar ucapan cinta yang kita sampaikan."&lt;br /&gt;--------------------&lt;br /&gt;Di awal tahun ini, semoga kita menjadi Manusia Baru dengan semangat baru,..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di awal ini mulailah dengan Senyuman hangat, kata-kata yang indah, ucapan-ucapan sejuk kepada sesama,dan tak lupa maaf slalu mengiringi semua karena mungkin kita melakukan kesalahan tak terduga,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"CCM" &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-7896167151245483095?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/7896167151245483095/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/01/kerikil-renungan-dalam-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/7896167151245483095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/7896167151245483095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/01/kerikil-renungan-dalam-hati.html' title='Kerikil &quot;Renungan Dalam Hati&quot;'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5035275598592037033.post-875033193560916440</id><published>2010-01-04T13:14:00.001+07:00</published><updated>2010-03-31T00:11:44.306+07:00</updated><title type='text'>Kegagalan</title><content type='html'>Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Pemuda itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia. Pemuda itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak mendengarkan dengan seksama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau lalu mengambil segenggam garam dan segelas air. Dimasukkannya garam itu ke dalam gelas, lalu diaduk perlahan.&lt;br /&gt;"Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya, ujar Pak tua itu.Asin.&lt;br /&gt;Asin sekali, jawab sang pemuda itu, sambil meludah kesamping". Pak Tua tersenyum kecil mendengar jawaban itu. Beliau lalu mengajak sang pemuda ke tepi telaga di dekat tempat tinggal beliau. Sesampai di tepi telaga, Pak Tua menaburkan segenggam &lt;span class="fullpost"&gt; garam ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, diaduknya air telaga itu. "Coba ambil air dari telaga ini dan minumlah." Saat pemuda itu selesai mereguk air itu,&lt;br /&gt;Beliau bertanya, "Bagaimana rasanya?" "Segar," sahut sang pemuda.&lt;br /&gt;"Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?" tanya Beliau lagi.&lt;br /&gt;"Tidak," jawab si anak muda.Dengan lembut Pak Tua menepuk-nepuk punggung si anak muda. "Anak muda,dengarlah.&lt;br /&gt;Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam tadi, tak lebih dan tak kurang. Jumlah garam yang kutaburkan sama, tetapi rasa air yang kau rasakan berbeda. Demikian pula kepahitan akan kegagalan yang kita rasakan dalam hidup ini, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu." Beliau melanjutkan nasehatnya. "Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*******&lt;br /&gt;Semua itu tergantung bagaimana persepsi kita tentang kehidupan,,,Allah memang memberi ujian, tantangan, rintangan, kepada kita, namun Dia juga memberi pilihan solusi kepada kita semua,,tinggal bagaimana kita sebagai Hamba-Nya menjalani roda kehidupan,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari : Cerita-cerita Motivasi Facebook&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5035275598592037033-875033193560916440?l=vi3za-uad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/feeds/875033193560916440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/01/kegagalan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/875033193560916440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5035275598592037033/posts/default/875033193560916440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vi3za-uad.blogspot.com/2010/01/kegagalan.html' title='Kegagalan'/><author><name>Vi3za</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17729330991974343341</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_h8_rJln4lZQ/S7I1oWiTO3I/AAAAAAAAABw/XlSc8bNvnvk/S220/pelangi+cinta.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
